Sejarah Mikropaleontologi

at Posted by
Tahukah kamu mengenai sejarah mikropaleontologi? Pada artikel kali ini, plengdut.com akan mengulas mengenai sejarah mikropaleontologi ini. Sebelum zaman Masehi, fosil-fosil mikro terutama loraminifera sedikit sekali diketahui. Meskipun demikian filosof-filosof Mesir yang mengembara banyak menulis tentang keanehan-keanehan alam, termasuk fosil-fosil yang dijumpai. Herodotus dan Strabo yang hidup pada abad kelima dan ketujuh sebelum Masehi, mengembara di daerah piramida di Mesir dan menemukan benda-benda aneh berserakan dan mereka mencoba menulis tentang benda-benda aneh tersebut. Mereka berpendapat bahwa benda-benda tersebut merupakan sisa-sisa makanan para pekerja piramida yang telah menjadi keras. Tetapi benda-benda aneh tersebut sebetulnya fosil-fosil Nummulites. Fosil-fosil ini semula terdapat dalam batu gamping berumur Eosen yang digunakan bahan bangunan piramida di negara tersebut.

Setelah periode ini, tidak ada yang menulis tentang fosil mikro, dan baru pada tahun 1546, Agricola menggambarkan benda-benda aneh tersebut sebagai "stone lentils". Gesner pada tahun 1565 menulis tentang sistematika paleortologi.

Pada tahun 1660, Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop. Dengan penemuan alat ini maka penyelidikan terhadap fosil mikro mulai berkembang dengan pesat, karena alat tersebut sangat berguna untuk melihat fosil-fosil mikro.

Beccarius pada tahun 1793 untuk pertama kalinya menulis tentang foraminifera yang dapat dilihatnya dengan mikroskop.

Pada tahun 1758 seorang Swedia bernama Linnaeus memperkenalkan tata nama baru dalam bukunya yang berjudul "Systema Naturae". Sebelumnya orang menggunakan banyak nama untuk organisme yang sama. Tata nama baru itu penting karena cara penamaannya lebih sederhana dan sampai sekarang cara tersebut digunakan untuk penamaan binatang maupun tumbuhan pada umumnya.

D'orbigny (1802-1867) juga menulis tentang foraminifera yang ia golongkan ke dalam kelas Chepalopoda. Selain itu ia juga menulis mengenai fosil mikro yang lain seperti Ostracoda, Conodonta dan lain sebagainya. Ia dikenal sebagai bapak mikropaleontologi.

Gambar fosil mikro ostracoda yang diteliti oleh bapak mikropaleontologi D'orbigny
Gambar fosil mikro ostracoda yang diteliti oleh bapak mikropaleontologi D'orbigny
Ehrenberg dalam penyelidikannya mengenai organisme mikro menemukan berbagai jenis ostracoda, foraminifera dan flagellata. Penyelidikan tentang sejarah perkembangan foraminifera dilakukan oleh Carpenter (1862) dan Lister (1894). Selain itu mereka juga menemukan bentuk-bentuk mikrosfir dari cangkang-cangkang foraminifera.

Pada umunya unruk penelitian terhadap fosil radioluria dan ostracoda diperlukan satu mikroskop dengan kekuatan pembesaran 100 kali. Fosil pollen memerlukan pembesaran 1000 kali untuk dapat dilihat strukturnya dengan baik, sedangkan fosil-fosil golongan flagellata dan oczolith memerlukan pembesaran 7500 sampai 10000 kali.

Pada tahun 1927 Cushman menulis untuk pertama kalinya mengenai fosil-fosil foraminifera dan menitikberatkan penelitiannya pada studi determinasi foraminifera, serta menyusun suatu cara sebagai kunci untuk mengenal fosil-fosil foraminifera. Selain itu Jones (1956) juga telah banyak membahas fosil mikro, diantaranya foraminifera, gastropoda, conodonta, ostracoda, spora dan pollen serta kegunaan dari fosil-fosil tersebut. Di samping itu juga dibahas sedikit mengenai ekologinya.

Pada masa sekarang telah banyak ahli mikropaleontologi yang bekerja di laboratorium maupun di lapangan. Dengan perkembangan yang pesat dari perusahaan minyakbumi, dimana banyak digunakan fosil mikro sebagai dasar korelasi berbagai lapisan batuan, maka penelitian fosil mikro mengalami kemajuan yang cepat serta mengakibatkan tumbuhnya bidang khusus dalam ilmu tersebut.

Itulah tadi sepenggalan artikel kali ini mengenai sejarah mikropaleontologi yang plengdut tambahkan pada daftar pustaka online kali ini, semoga bisa lebih bermanfaat dan membantu para pembaca dalam mempelajari ilmu paleontologi ini.
Read more »

Apakah Ilmu Mikropaleontologi Itu?

at Posted by

Tahukah kamu, apakah ilmu mikropaleontologi itu? Ilmu Mikropaleontologi merupakan studi yang khususnya mempelajari sisa-sisa organisme yang terawetkan di alam dengan menggunakan alat berupa mikroskop. Organisme yang terawetkan tersebut dinamakan fosil mikro dikarenakan berukuran sangat kecil. Sebagai contoh fosil mikro adalah fosil-fosil organisme golongan foraminifera. Golongan ini umumnya mempunyai ukuran yang kecil, sehingga untuk mengadakan penelitian terhadapnya harus menggunakan mikroskop. Namun demikian ada kalanya untuk mempelajari sifat-sifat mikro dari fosil besar digunakan pula mikroskop misalnya fosil Mollusca, Bryozoa, Coral dan lain sebagainya. 


Fosil yang terdapat di alam mempunyai ukuran yang berbeda-beda, sehingga penelitian terhadapnya dilakukan dengan cara yang berlainan pula. Ada penelitian terhadap fosil yang dilakukan secara megaskopi, artinya penelitiannya dilakukan dengan mata telanjang dengan potongan lensa pembesar atau loupe. Disamping itu ada juga cara penelitian secara mikroskopi, artinya penelitiannya dilakukan dengan alat mikroskop.

contoh gambar fosil foraminifera pada ilmu mikropaleontologi
Gambar fosil foraminifera dengan menggunakan mikroskop


Disamping pengertian fosil mikro, ada juga pengertian mikrolitologi. Mikrolitologi merupakan suatu studi mikroskop yang membahas tentang batuan sedimen. Untuk studi ini digunakan alat mikroskop binokuler. Studi ini mempelajari warna, tekstur, pemilahan, struktur ukuran kristal, fragmen serta sementasi dari sedimen. Disamping mikrolitologi ada juga mikrostratigrafi, dimana ilmu ini merupakan gabungan antara mikrolitologi dan mikropaleontologi. Mikrostratigrafi khusunya digunaka dalam korelasi.

Pada umumnya fosil mikro mempunyai ukuran lebih kecil dari 5mm, tetapi ada beberapa diantaranya yang mempunyai ukuran sampai 19mm seperti misalnya pada genus Fusulina.

Fosil mikro meliputi cangkang-cangkang yag dimiliki oleh berbagai organisme, embrio dari fosil-fosil makro serta bagian-bagian tubuh dari fosil makro yang untuk penelitiannya digunakan alat bantu berupa mikroskop. Untuk penelitian fosil mikro kadang-kadang juga digunakan sayatan tipis dari fosil-fosil tersebut.
Read more »

Pengelompokan Bakteri Berdasarkan Bentuk

at Posted by
Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas bakteri berdasarkan alat geraknya, kali ini kita akan membahas pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk tubuhnya. Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi dalam tiga jenis yaitu bentuk tubuh yang menyerupai batang atau biasa disebut basil, bentuk tubuh bulat atau yang biasa kita kenal dengan kokus dan yang terakhir yaitu bentuk tubuh menyerupai spiral atau biasa disebut spirilum.

Bakteri dengan bentuk basil (batang)

Pada pengelompokan bakteri dengan bentuk tubuh menyerupai batang atau biasa di sebut basil ini berdasarkan pengelompokannya dibagi lagi menjadi tiga yaitu:
  1. Monobasil

    atau bakteri yang memiliki bentuk tubuh menyerupai batang tunggal. Contohnya seperti bakteri pada usus yaitu Escherichiacoli bakteri.
  2. Diplobasil

    yaitu bentuk bakteri menyerupai batang yag berkoloni dua. Contohnya yaitu Salmonella typhosa yang merupakan bakteri penyebab penyakit tipus.
  3. Streptobasil

    yaitu bakteri yang berbentuk batang dengan koloni lebih dari dua sehingga terlihat bentuknya menyerupai rantai. Contohnya bisa kita lihat pada bakteri pengikat nitrogen yaitu Azotobacter atau contoh lainnya pada bakteri penyebab antraks yaitu Bacillus antracis.
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk diplobasil contohnya yaitu Salmonella typhosa
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk diplobasil contohnya yaitu Salmonella typhosa

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk monobasil contohnya yaitu Escherichiacoli bakteri
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk monobasil contohnya yaitu Escherichiacoli bakteri

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk streptobasil contohnya yaitu Bacillus antracis
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk streptobasil contohnya yaitu Bacillus antracis

Bakteri dengan bentuk bulat (coccus/kokus)

Selanjutnya yaitu pengelompokan bakteri dengan bentuk bulat atau biasanya disebut coccus (kokus). Berdasarkan bentuk dan jumlah koloninya, bakteri kokus ini dibedakan lagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:
  1. Kelompok bakteri Monococcus

    yaitu bakteri yang berbentuk bulat tunggal. Contohnya yaitu pada bakteri Neisseria gonorrhoeae.
  2. Kelompok bakteri Diplococcus

    yaitu bakteri berbentuk bulat (kokus) dengan jumlah koloni dua. Contohnya seperti pada bakteri Diplococcus pneumoniae.
  3. Kelompok bakteri Streptococcus

    yaitu kelompok bakteri berbentuk kokus (bulat) yang saling bergandengan sehingga membentuk koloni menyerupai rantai. Contohnya yaitu: Streptococcus lactis, Streptococcus salivarius.
  4. Kelompok bakteri Sarcina

    merupakan kelompok bakteri kokus/bulat dengan bentuk koloni menyerupai kubus, contohnya seperti pada bakteri Sarcina sp.
  5. Kelompok bakteri Stafilokokus

    yaitu kelompok bakteri kokus bentuk bulat yang memiliki koloni bergerombol menyerupai buah anggur, contohnya yaitu pada bakteri Staphylococcus aureus. 
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Monococcus contohnya yaitu Neisseria gonorrhoeae
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Monococcus contohnya yaitu Neisseria gonorrhoeae

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Diplococcus contohnya yaitu Diplococcus pneumoniae
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Diplococcus contohnya yaitu Diplococcus pneumoniae

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Streptococcus contohnya yaitu Streptococcus salivarius
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Streptococcus contohnya yaitu Streptococcus salivarius

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Sarcina contohnya yaitu Sarcina sp
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Sarcina contohnya yaitu Sarcina sp

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Stafilokokus contohnya yaitu Staphylococcus aureus
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Stafilokokus contohnya yaitu Staphylococcus aureus

Bakteri dengan bentuk spiral

Berbeda dengan bentuk basil dan kokus yang dikelompokan lagi berdasarkan jumlah koloni yang dibentuk, pada bentuk spiral ini dibagi lagi berdasarkan bentuk spiral sempurna dan tidak beserta alat geraknya. Pembagian kelompok spiral ini adalah:
  1. Kelompok bakteri Spiral

    yaitu pengelompokan bakteri bakteri yang berdasarkan bentuk tubuh yang menyerupai spiral, misalnya Spirillum.
  2. Kelompok bakteri Vibrio

    yaitu pengelompokan bakteri yang menyerupai bentuk koma, dimana bentuk koma ini dianggap menyerupai bentuk spiral yang tidak sempurna, contohnya seperti penyebab penyakit kolera Vibrio cholerae.
  3. Kelompok bakteri Spiroseta

    yaitu kelompok bakteri yang berbentuk spiral dan bisa bergerak. Seperti misalnya pada bakteri penyebab penyakit sifilis yaitu Spirochaeta palida.
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Spiral contohnya yaitu Spirillum
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Spiral contohnya yaitu Spirillum

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Vibrio contohnya yaitu Vibrio cholerae
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Vibrio contohnya yaitu Vibrio cholerae

Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Spiroseta contohnya yaitu Spirochaeta palida
Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk Spiroseta contohnya yaitu Spirochaeta palida
Itulah tadi penjelasan mengenai pengelompokan bakteri berdasarkan bentuk tubuhnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan pembaca.
Read more »

Pengelompokan Bakteri Berdasarkan Alat Geraknya

at Posted by
Pada postingan kali ini, kita akan membahas mengenai pengelompokan bakteri berdasarkan alat gerak yang dimiliki organisme ini. Pada umumnya bakteri bergerak menggunakan flagel, akan tetapi ada juga bakteri yang tidak memiliki flagel (atrik). Flagel sendiri merupakan serabut halus yang dimiliki bakteri dan berfungsi sebagai alat gerak.

Pengelompokan bakteri kali ini didasarkan pada berapa banyak flagel yang dimiliki oleh bakteri sebagai alat geraknya. Berikut ini pengelompokannya:

Kelompok bakteri monotrik - Pada kelompok monotrik ini, bakteri hanya memiliki satu flagel saja sebagai alat gerak bakteri tersebut yang terdapat pada bagian ujung sisi tubuhnya. Sebagai contoh yaitu bakteri pseudomonas aeruginosa yang hanya memiliki satu flagel saja di bagian sisi tubuhnya sebagai alat geraknya.

Gambar Bakteri pseudomonas aeruginosa dengan satu flagel di sisi ujung tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak
Gambar Bakteri pseudomonas aeruginosa dengan satu flagel di sisi ujung tubuhnya
Kelompok bakteri lofotrik - Pada pengelompokan bakteri lofotrik ini, alat gerak yang dimiliki jumlahnya lebih dari satu dan hanya terdapat di salah satu sisi tubuh dari bakteri ini. Contohnya seperti pada bakteri pseudomonas fluorescens dimana bakteri ini memiliki alat gerak lebih dari satu di salah satu sisi tubuhnya.

Gambar bakteri pseudomonas fluorescens dengan flagel lebih dari satu di salah satu sisi tubuhnya
Gambar bakteri pseudomonas fluorescens dengan flagel lebih dari satu di salah satu sisi tubuhnya
Kelompok bakteri amfitrik - Sama halnya dengan kelompok lofotrik, pada kelompok amfitrik jumlah flagel yang dimiliki bakteri lebih dari satu, hanya saja ada perbedaan antara kelompok lofitrik dan kelompok amfitrik, dimana pada kelompok bakteri lofotrik flagelnya hanya terdapat di salah satu sisi tubuh bakteri, sedangkan pada kelompok amfitrik, flagelnya terdapat di kedua sisi ujung bakteri. Sebagai contohnya yaitu bakteri aquaspirillum serpens, pada bakteri ini, flagel yang dimiliki jumlahnya lebih dari satu dan berada di kedua sisi ujung bagian tubuhnya.

Gambar bakteri aquaspirillum serpens dengan flagel pada kedua sisi tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak
Gambar bakteri aquaspirillum serpens dengan flagel pada kedua sisi tubuhnya yang berfungsi sebagai alat gerak
Kelompok bakteri peritrik - Pada kelompok peritrik ini umumnya bakteri memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya sebagai alat gerak mereka. Contohnya yaitu pada bakteri salmonela typhosa dimana bakteri ini memiliki flagel hampir diseluruh tubuhnya yang berfungsi sebagai alat geraknya.

Gambar bakteri salmonela typhosa dengan flagel diseluruh tubuh sebagai alat geraknya
Gambar bakteri salmonela typhosa dengan flagel diseluruh tubuh sebagai alat geraknya

Perlu kita ketahui juga bahwa pengelompokan bakteri tidak hanya berdasarkan alat geraknya saja, akan tetapi ada juga hal-hal lain yang digunakan sebagai acuan pengelompokan bakteri seperti:

  • Berdasarkan cara bagaimana memperoleh makanan, yaitu heterotrof & juga yang autotrof.
  • Berdasarkan kebutuhan akan oksigen maka dibedakan lagi menjadi bakteri anaerob dan aerob.
  • Berdasarkan alat geraknya seperti yang sedang kita bahas saat ini, ada yang memiliki alat gerak berupa flagel ada juga yang tidak berflagel (artrik).
  • Pengelompokan berdasarkan bentuknya ada yang berbentuk bola, batang, juga spiral.

Penjelasan lebih lanjut pengelompokkan bakteri lainnya akan kita bahas pada postingan berikutnya.
Read more »

Klasifikasi Bakteri Oleh Carl Woese

at Posted by
Sebelum kita membahas klasifikasi bakteri oleh Carl Woese, kita perlu mengetahui sedikit informasi seperti apa bakteri itu? Bakteri merupakan organisme prokariotik yang bisa ditemukan dimana saja, baik itu di makanan, di laut terdalam, di usus kita maupun di tanah. Pada umumnya bakteri lebih banyak bermanfaat bagi kehidupan manusia, akan tetapi ada beberapa kelompok bakteri juga yang merugikan manusia dan menjadi penyebab penyakit tertentu. Bakteri umumnya belum memiliki membran inti atau karotika, inilah mengapa organisme ini disebut sebagai organisme prokariotik.

Biasanya inti sel bakteri hanya mengandung satu molekul ADN, dan umumnya organisme ini bersifat mikroskopis dan uniseluler. Berdasarkan dari analisa variasi RNA pada bakteri yang bersifat prokariotik inilah akhirnya seorang ilmuwan bernama Carl Woese membuat klasifikasi menjadi dua yaitu kelompok Archaebacteria dan kelompok Eubacteria.

1. Kelompok Archaebacteria

Pada kelompok Archaebacteria umumnya memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • tubuhnya disusun oleh sel yang bertipe prokariotik
  • pada bagian dinding sel kelompok Archaebacteria tidak tersusun dari peptidoglikan
  • kelompok ini mempunyai simpleRNA polymerase
  • membran nukleus dan organel sel tidak dimiliki oleh kelompok ini
  • metionin merupakan ARNt dari kelompok ini
  • umumnya kelompok Archaebacteria  sangat sensitif terhadap dipteri toksin

Archaebacteria, umumnya merupakan organisme uniseluler, yang tidak memiliki klorofil prokariot, dan biasanya hidup pada habitat lingkungan ekstrim. Jika dilihat dari habitat kelompok Archaebacteria  ini maka Archaebacteria  dikelompokkan lagi menjadi tiga, yaitu kelompok Archaebacteria  yang suka pada habitat panas dan asam atau biasa disebut termo asidofil, kelompok Archaebacteria  yang suka dengan habitat asin seperti garam atau biasa disebut helofit ekstrim dan terakhir yaitu kelompok Archaebacteria methanogen atau suka dengan habitat berlumpur dan tidak membutuhkan oksigen. Berikut ini kami ulas kelompok-kelompok Archaebacteria berdasarkan habitatnya:

a. Kelompok Archaebacteria Methanogen
Seperti sudah dijelaskan sedikit diatas bahwa kelompok Archaebacteria methanogen ini hidupnya tidak membutuhkan oksigen atau anaerob dan heterotrof. Bakteri pada kelompok ini juga bisa menghasilkan CH4 atau methan. Kelompok bakteri ini biasanya menyukai daerah yang berawa atau berlumpur, juga hidup di dalam saluran pencernaan  bai itu pada manusia maupun hewan seperti sapi.

Contoh:
  • Lachnospira multiparus, organisme ini mampu menyederhanakan pektin
  • Ruminococcus albus, organisme ini mampu menghidrolisis selulosa
  • Succumonas amylotica, memiliki kemampuan menguraikan amilum.
  • Methanococcus janashii, penghasil gas methane

b. Kelompok Archaebacteria Halofit ekstrim
Pada kelompok holofit ekstrim ini, beberapa mikroorganismenya bersifat anaerob dan fotosintetik dengan bakteriorodopsin berperan sebagai pigmen yang dimilikinya. Namun sebagian besar mikroosrganisme pada kelompok ini umumnya bersifat aerob heterotrof. Kelompok organisme ini biasanya menyukai habitat yang memiliki kadar garam tinggi seperti contohnya pada makanan yang bergaram, pada danau Great salt dan laut mati.

c. Kelompok Archaebacteria Thermo asidofil
Pada kelompok Thermoasidofil ini, mikroorganismenya biasanya mendapatkan energi dengan memanfaatkan H2S atau yang kita kenal dengan istilah kemoautotrof. merupakan mikroorganisme kemoautotrof yang dapat memanfaatkan H2S sebagai sumber energi. Mikroorganisme pada kelompok ini mampu hidup di habitat yang panas antara 60 oC hingga 80 oC. Sebagai contoh yaitu pada lingkungan kawah gunung berapi dasar laut, lingkungan sumber air panas dan lain sebagainya.


2. Kelompok Eubacteria

Sama halnya dengan kelompok archaebacteria, kelompok  eubakteria juga bersifat prokariotik. Pada kelompok eubacteria ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • pada kelompok eubacteria ini organismenya memiliki peptidoglikan yang terkandung di dalam dinding selnya
  • Mengandung ARN polymerase pada Ribosom, ribosom ini juga merupakan organel sel yang telah dimiliki oleh kelompok ini
  • terdapat kandungan ester dan lipid pada membran plasmanya
  • pada kelompok ini biasnya sel bakteri sudah mampu mensekresikan lendir pada permukaan dinding selnya. Pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, biasanya lendir ini akan terakumulasi hingga membentuk kapsul dan digunakan sebagai pertahanan diri terhadap habitat lingkungannya. Biasanya bakteri yang memiliki kapsul ini lebih bersifat patogen.
  • Pada bagian sitoplasma dari bakteri pada kelompok ini, mengandung lemak, protein, kromatofora, ion organik serta terdapat juga organel sel kecil berupa ribosom serta asam nukleat yang berperan sebagai penyusun ARN dan ADN.
Itulah tadi penjelasan singkat mengenai klasifikasi bakteri oleh carl woese berdasarkan variasi RNA yang dimiliki organisme ini. Semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu teman-teman dalam mempelajari tentang bakteri.
Read more »

Virus Pada Hewan Dan Tumbuhan

at Posted by
Setelah pada postingan sebelumnya kita telah membahas mengenai penyakit-penyakit berbahaya pada manusia yang disebabkan oleh virus, pada postingan kali ini kita akan mengulas mengenai penyakit yang disebabkan oleh virus pada hewan dan tumbuhan.

Virus memiliki beberapa tipe berdasarkan jenis inang yang dijangkiti, contohnya seperti virus yang menyerang hewan, virus yang menyerang tumbuhan, virus yang menyerang bakteri atau bakteriofag, cyanophages, zymophages dan mycophages. Pada virus yang menyerang tumbuhan atau tanaman (Phytophages) biasanya memiliki RNA dengan rantai tunggal. Mayoritas virus pada tanaman atau reoviridae selalu mengandung RNA sebagai materi genetiknya.

Sedangkan virus yang menyerang hewan (Zoophages) umumnya memiliki rangkaian double stranded DNA. Jika dibandingkan antara virus yang menyerang hewan dan virus yang menyerang tumbuhan, maka kita akan melihat beberapa perbedaannya antara lain:

Virus Tanaman/Tumbuhan:
  • Kapsid: hanya pada batas eksternal
  • Bahan genetiknya berupa RNA
  • Untaian Asam nukleat biasanya single stranded (ss)
  • Sifat asam nukleatnya yaitu linear
  • Infeksi virus tumbuhan biasanya masuk melalui luka atau pori
Virus Hewan:
  • Kapsid: terdapat bungkusan kapsid juga
  • DNA merupakan bahan material genetiknya
  • Untaian asam nukleat biasanya double stranded (ds)
  • Sifat asam nukleatnya adalah Linear atau Circular
  • Infeksi biasanya melalui fagositosis (phagocytosis)
Setelah mengetahui perbedaan antara virus pada hewan dan tumbuhan, berikut ini plengdut sajikan tabel beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus pada hewan dan tumbuhan:

Penyakit yang disebabkan oleh virus pada hewan

Nama Penyakit
Nama Virus
Hewan Yang Diserang
Keterangan
Rabies
Rabdovirus
Monyet, Anjing, Kucing
Penyebab penyakit rabies
Flu burung
Avian influenza A (H5N1)

**)H=Hemaglutinin, N=Neuraminidase
Unggas seperti burung, ayam, bahkan juga menyerang manusia
Pada avian influenza terdapat tiga tipe virus (A,B, dan C) dimana pada tipe A memiliki beberapa train seperti H9N2, H1N1, H5N1, H3N2
Tetelo atau parrot fever
NCD (New Castle Disease)
Unggas seperti pada ayam, itik
Cirinya unggas akan lemas, kejang, dengan napas terputus-putus dan gemetaran
Kuku
Food and Mouth Disease
Kuda, sapi, domba, kerbau
Memiliki cirri hewan ternak tidak dapat berjalan dan makan


Penyakit yang disebabkan oleh virus pada tumbuhan

Nama Penyakit
Virus
Tumbuhan yang diserang
Keterangan
Tobacco Mozaic
TMV (Tobacco Mozaic Virus)
Tanaman tembakau, kedelai, tomat, kacang, dan kentang.
Cirri-cirinya akan tedapat bercak-bercak pada daun. Serangga menjadi media penularan penyakit ini
Degenerasi pembuluh tapis
CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration)
Biasanya pada tanaman jeruk
Degenerasi pembuluh tapis
Tungro
Tungro virus
Biasanya pada tanaman padi
Wereng hijau dan coklat merupakan media penyebaran virus ini.
yellow
Virus yellow
Tumbuhan aster


Itulah tadi pembahasan mengenai virus dan penyakit yang ditimbulkan pada berbagai macam hewan dan tumbuhan. Semoga postingan kali ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. 
Read more »

Penyakit pada Kehidupan Manusia yang disebabkan Oleh Virus

at Posted by
Setelah kita membahas manfaat virus bagi kehidupan pada postingan sebelumnya, kali ini kita akan mengulas apa saja penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus pada kehidupan manusia. Seperti sudah kita ketahui bahwa virus selain bisa dimanfaatkan sebagai imun atau antibodi terhadap suatu penyakit tertentu, virus juga sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dikarenakan virus merupakan sumber dari penyakit.

Penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus bahkan hingga saat ini ada yang belum bisa ditemukan vaksin pencegahannya dan ada juga yang sudah ditemukan cara pencegahannya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kita ulas penyakit-penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus ini.

AIDS - Penyakit AIDS atau yang memiliki kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrom merupakan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Sesuai dengan arti nama penyakit ini, AIDS biasanya menyeang kekebalan tubuh si penderita, dimana secara perlahan ketahanan tubuh si penderita akan turun perlahan-lahan tapi pasti. Sebagai contoh efek dari kekebalan tubuh yang menurun ini yaitu jika si penderita terkena sedikit luka gores maka luka tersebut tak kunjung sembuh melainkan semakin membesar dan bertambah parah. Penyebab penyakit AIDS ini adalah virus HIV atau yang memiliki kepanjangan dari Human Immunodeficiensy Virus

Anatomi dari virus HIV
Anatomi dari virus HIV
Jadi perlu teman-teman ingat bahwa AIDS itu bukan nama virus akan tetapi nama penyakitnya, sedangkan penyebab penyakit AIDS tersebut adalah virus HIV. Hingga saat ini, penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ini masih belum ada obatnya dan masih dilakukan penelitian-penelitian untuk menemukan vaksin yang bisa mencegah penyakit AIDS ini. Lalu bagaimanakah cara penularannya? Umumnya virus HIV bisa menular melalui kontak langsung dengan penderitanya, seperti contohnya melalui selaput lendir, luka yang terbuka di kulit penderita AIDS dan tidak sengaja kita sentuh, penggunaan jarum suntik yang tidak steril dimana jarum suntik tersebut bekas dipakai penderita AIDS, melalui transfusi darah, dan juga yang paling mengerikan yaitu penyakit ini bisa menular kepada janin yang dikandung oleh ibu yang menderita AIDS.

Hepatitis - Selanjutnya penyakit yang ditimbulkan oleh virus yaitu penyakit hepatitis atau yang dikenal dengan penyakit pembengkakkan hati. Pada penyakit hepatitis terdapat tiga jenis virus dimana memiliki sebutan yang sama dengan nama penyakitnya. Yang pertama yaitu virus hepatitis A, umumnya hepatitis A akan menyebabkan penyakit hepatistis yang akut. Berikutnya yaitu hepatitis B dimana akan menyebabkan penyakit yang kronis. Yang terakhir yaitu hepatitis C dimana penderita yang terjangkit virus ini akan beresiko menderita kanker hati.

Penampakan virus hepatitis A, B dan C yang menyebabkan pembengkakan hati
Penampakan virus hepatitis A, B dan C yang menyebabkan pembengkakan hati
Biasanya virus ini menular melalui minuman dimana sudah terkontaminasi oleh virus, penggunaan jarum suntik yang tidak steril serta transfusi darah. Pada umumnya, penderita penyakit hepatitis akan mengalami gejala seperti munta-muntah, selaput lendir dan warna kulit mengalami perubahan menjadi kuning disertai dengan demam dan mual.

Demam Berdarah - Tahukah kalian jika penyakit demam berdarah atau yang biasa disingkat dengan istilah DB disebabkan oleh virus juga? Virus dengue adalah virus yang menyebabkan terjadinya penyakit demam berdarah ini. Virus ini menggunakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor yang nantinya ditularkan melalui gigitan nyamuk ini. 

Penampakkan virus dengue penyebab penyakit demam berdarah atau DB
Penampakkan virus dengue penyebab penyakit demam berdarah atau DB
Virus dengue sendiri jika sudah masuk ke tubuh manusia akan mengakibatkan penurunan dari kadar trombosit bahkan menyebabkan kapiler darah pecah. Biasanya penderita demam berdarah ini akan mengalami panas demam yang tinggi disertai bercak-bercak merah pada kulit. Penderita demam berdarah juga biasanya akan mengeluarkan darah dari hidung atau mimisan, sedangkan biasanya pada kondisi yang lebih parah terjadi pendarahan di organ-organ tubuh hingga bisa menimbulkan kematian.

SARS - Penyakit SARS atau kepanjangan dari Severe Acute Respiratory Syndrome merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona. Dari beberapa penelitian,  diduga mamalia seperti jenis musang dan rakun merupakan asal pembawa penyakit SARS ini. Penyakit yang disebabkan oleh virus corona ini sangatlah mudah bermutasi. Jika virus corona ini masuk kedalam tubuh kita maka akan menimbulkan gelaja berupa batuk kering, diare, kelelahan otot, sesak nafas, sakit kepala, menggigil dan demam dimana suhu tubuh berada diatas 40o C.

Skema dari virus corona penyebab penyakit SARS
Skema dari virus corona penyebab penyakit SARS


Influenza - Pada penyakit influenza ini biasanya penyebabnya adalah virus orthomyxovirus, dimana virus ini memiliki bentuk seperti bola, dan jika masuk kedalam tubuh manusia maka penderitanya akan mengalami kesusahan bernapas atau dapat dikatakan saluran pernapasan yang diserang oleh virus ini. Penderita influenza biasanya akan merasakan kehilangan nafsu makan, sakit kepala, demam dan pegal linu.

Gondong - Sebelum kita membahas penyakit gondong ini, perlu teman-teman ketahui bahwa penyakit gondong dan gondok adalah dua penyakit yang berbeda. Penyakit gondong atau parotitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxovirus sedangkan penyakit gondok atau goiter disebabkan akibat adanya gangguan pada hormon tiroid. Pada penyakit gondong, virus paramyxovirus yang menyerang hanya memiliki asam ribo nukleat atau ARN sehingga akan mengakibatkan pembengkakan pada paratiroid di leher dan pada bagian bawah daun telinga. Penderita penyakit gondong biasanya akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini di kemudian hari jika sudah pernah terjangkit virus ini. Penyakit gondong ini umumnya menular melalui ludah, muntahan, urin , atau bisa dikatakan akan menular jika terjadi kontak langsung dengan si penderita gondong ini.

Herpes - Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simples dimana  yang diserang biasanya pada kulit dan selaput lendir. Melalui luka kecil pada tubuh kita biasanya virus ini melakukan infeksinya. Virus ini menyerang area-area pada tubuh penderitanya terutama pada bibir, alat kelamin, mata, kulit bahkan bisa juga di otak. Hampir mirip dengan virus HIV, virus herpes ini juga bisa menular melalui hubungan seksual dan bisa menginfeksi bayi saay kelahiran. Penderita penyakit ini biasanya akan timbul gelembung kecil-kecil pada bagian kulit dan sangat mudah pecah. Sedangkan pada herpes yang menyerang mata dan otak tidak mengalami gelembung-gelembung kecil ini. Untuk infeksi yang terjadi pada area alat kelamin biasanya akan menjadi penyebab adanya tumor ganas pada area genitalis tersebut.

Campak - Penyakit campak atau morbili disebabkan oleh virus paramyxovirus dan biasanya menyerang pada anak-anak. Virus ini berkembangbiak disaluran pernapasan pada saat inkubasi awal dan kemudian  akan meyebar melalui darah ke seluruh bagian tubuh dan kulit disaat akhir inkubasi. Biasanya penderita penyakit campak atau morbili ini akan merasakan ngilu di seluru tubuh disertai demam tinggi serta batuk, sering mengiggau disaat tidur dan jika terkena matahari atau cahaya maka mata akan terasa pedih.

Polio - Penyakit berikutnya yaitu penyakit polio yang biasa menjangkit anak-anak. Pada penyakit polio ini terdapat dua vaksin untuk mencegahnya, yang pertama yaitu vaksin salk yang berfungsi mengaktifkan antibodi pada serum dan di saat virus memasuki darah maka akan dinetralkan yang verulen. Vaksin kedua adalah vaksin sabin yang merupakan virus polio yang dilemahkan. Pada umumnya penderita polio akan mengalami tidak enak badan, mual, demam, sakit kepala, hingga rasa kaku pada leher dan tulang penderitanya. Apabila virus ini menyerang selaput meninges otak dan merusak sel saraf pada otak depan akan berakibat kelumpuhan bagi penderitanya.

Itulah tadi beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus pada kehidupan manusia. Selain penyakit-penyakit diatas ada juga penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 atau yang kita kenal dengan nama peyakit Avian influenza atau flu burung yang sangat mudah bermutasi. Semoga postingan kali ini bisa menambah wawasan teman-teman dalam belajar mengenai penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus.
Read more »

Manfaat Virus di Dalam Kehidupan

at Posted by
Pada postingan sebelumnya mengenai perkembangbiakan virus atau replikasi virus telah kita ketahui bahwa sifat virus yang berkembangbiak di dalam sel makhluk hidup serta memanfaatkan materi yang ada pada sel untuk berkembangbiak sangatlah merugikan bagi makhluk hidup tersebut dikarenakan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Akan tetapi selain merugikan makhluk hidup baik itu tumbuhan, hewan dan manusia, saat ini virus bisa dimanfaatkan sebagai vaksin yang bisa digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta  untuk mencegah penyakit tertentu. Melalui teknik rekayasa genetik dimana virus-virus ini dimanfaatkan sebagai vektor maka bisa dihasilkan vaksin yang bermanfaat untuk mencegah penyakit tertentu dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Selain sebagai vektor dalam rekayasa genetik, virus juga bisa digunakan sebagai vaksin dengan cara menurunkan kemampuan menimbulkan penyakitnya atau menghilangkan kemampuan tersebut pada virus dengan cara virus tersebut dilemahkan atau dimatikan sehingga kemampuan-kemampuan virus menurun atau hilang. Apabila vaksin ini diberikan kepada makhluk hidup yang masih sehat, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan, maka makhluk hidup tersebut akan menjadi kebal terhadap penyakit yang dihasilkan dari virus tertentu tersebut. Hal ini bisa terjadi dikarenakan pada makhluk hidup yang diberikan vaksin tadi telah terbentuk antibodi.

Dalam tulisan yang dipublikasikan Jurnal Virology pada edisi 15 Desember tahun 2002 baru-baru ini, telah ditemukan cara lain memanfaatkan virus dengan cara menggunakan cangkang virus sebagai pembawa gen. Penelitian ini dilakukan oleh profesor biologi dari Purdue's of Science yaitu David Sanders, dimana David menggunakan cangkang luar dari virus ebola yang dilemahkan kemudian digunakan sebagai pembawa gen menuju sel-sel yang sakit.

Profesor biologi dari Purdue's of Science, David Sanders (ebola virus) yang memanfaatkan cangkang virus ebola sebagai pembawa gen
Profesor biologi dari Purdue's of Science, David Sanders (ebola virus)

Sekarang kita sudah mengetahui bahwa selain sebagai sumber penyakit, virus juga bisa dimanfaatkan baik itu sebagai vektor yang bisa menghasilkan vaksin maupun sebagai pembawa gen. Semoga tulisan mengenai manfaat virus ini bisa menambah wawasan kita dalam belajar.
Read more »

Perkembangbiakan pada Virus (Replikasi)

at Posted by
Pada postingan kali ini akan diulas mengenai cara perkembangbiakan virus atau yang biasa dikenal dengan replikasi pada virus. Pernah dibahas pada postingan sebelumnya di situs pustaka online ini pada artikel tentang virus beserta ciri-cirinya bahwa perkembangbiakan virus hanya terjadi dalam sel makhluk hidup atau pada jaringan hidup seperti contohnya pada jaringan embrio, maupun di dalam jaringan dari hewan, tumbuhan dan juga manusia.

Pada saat virus berkembangbiak atau melakukan replikasi, sitoplasma sel yang dijangkit virus menjadi bahan utama kebutuhan virus untuk pembentukan bagian-bagian virus baru. Replikasi atau proses perkembangbiakan virus ini terjadi saat pertama kali virus melakukan kontak dengan sel inang hingga pada tahap lisis atau proses akhir dimana virus tersebut berhasil membentuk virus-virus baru.

Gambar dari proses perkembangbiakan virus pada sel atau yang dikenal dengan replikasi virus
Gambar dari proses perkembangbiakan virus pada sel atau yang dikenal dengan replikasi virus
Seperti yang bisa kalian lihat pada gambar diatas, virus mulai melakukan kontak dengan sel inang menggunakan serabut pada ekornya (kaki virus) yang kemudian melakukan injeksi dan pelepasan asam nukleat yang berada di bagian kepala virus kedalam sel yang di jangkiti. Setelah asam nukleat virus berhasil masuk ke dalam sel, maka akan terbentuk virus-virus baru yang berkembangbiak di dalam sel tersebut (replikasi virus). Sel yang dijangkiti virus ini kemudian akan pecah dan melepaskan virus-virus baru yang nantinya akan menjangkit sel-sel yang lainnya.

Setelah membaca ulasan singkat mengenai perkembangbiakan virus, kita jadi tahu seberapa besar bahayanya bagi kesehatan yang bisa dihasilkan dari virus ini jika menjangkit sel tubuh manusia, hewan maupun tumbuhan. Akan tetapi, adakah manfaat lain dari virus ini selain menimbulkan penyakit? Untuk menjawabnya akan kita bahasa di postingan berikutnya mengenai pemanfaatan virus bagi kehidupan.
Read more »

Virus Beserta Ciri-cirinya

at Posted by
Bakteri yang diserang oleh virus atau dikenal juga dengan bakteriofage dan biasa juga disebut Fag menjadi salah satu percobaan yang dilakukan oleh Alfred Hershey & Martha Chase di tahun 1952 tentang virus yang menguak bahwa pernyataaan Avery tentang DNA sebagai materi genetik pada organisme adalah benar.

Pada bagian dalam dari selubung protein virus rata-rata membawa sekitar 50 gen di dalamnya, namun pada beberapa virus ada yang membawa hingga 300 gen dan ada juga yang hanya membawa 3 gen saja. Penyakit yang terjadi pada tumbuhan, hewan dan manusia juga rata-rata disebabkan oleh virus.

Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa virus merupakan abiotik atau benda mati jika belum memasuki sel makhluk hidup. Sedikit mengulas mengenai perbedaan abiotik dan biotik yaitu pada umumnya biotik atau makhluk hidup baik itu hewan, manusia, maupun tumbuhan dapat meakukan reproduksi, metabolisme, berkembang biak dan lain sebagainya, sedangkan benda mati atau yang biasa disebut dengan abiotik tidak dapat melakukan kesemuanya itu.

Jadi bisa kita katakan bahwa virus bisa dikelompokkan kedalam bentuk peralihan dari abiotik ke biotik. Dikatakan seperti itu dikarenakan saat virus berada di luar sel makhluk hidup maka akan tampak seperti benda mati, namun jika virus ini masuk kedalam sel makhluk hidup maka virus tersebut akan bereproduksi bertambah banyak, dan menunjukan aktivitasnya sebagai makhluk hidup.

Penelitian tentang mikroorganisme-pun mulai berkembang semenjak ditemukannya mikroskop oleh Anthonie Van Leuwenhoek. Kemudian seorang peneliti yang bernama A. Mayer pada tahun 1982 meneliti mengenai penyakit yang menyerang daun tembakau. Saat itu A. Mayer menemukan beberapa daun tembakau yang terserang penyakit berupa bintik-bintik kuning pada daun tembakau tersebut. Daun-daun tembakau yang terserang penyakit inipun akhirnya diambil dan kemudian di ekstrak ole A. Mayer. Hasil ekstrak dari daun-daun tembakau yang terserang penyakit ini kemudian di coba untuk di semprotkan pada tanaman tembakau yang masih sehat, dan hasilnya tanaman yang disemprotpun akhirnya tertular penyakit. Begitu juga dengan pengamatan yang dilakukan oleh D. Ivanowsky dimana Ivan melakukan penyarimgan dari getah tembakau yang terserang penyakit dengan menggunakan filter yang bisa menyaring bakteri, akan tetapi saat getah hasil saringan tersebut dioleskan pada daun tembakau yang masih sehat hasilnya tanaman tembakau yang masih sehat tersebut ikut terjangkit penyakit juga. Dari sinilah Ivan menyimpulkan bahwa tanaman tembakau tersebut diserang oleh mikroorganisme yang sangat kecil atau patogen yang sangat kecil dan bisa lolos dari filter bakteri.

Penyakit yang menyerang daun tembakau ini-pun terus diteliti, seorang peneliti berkebangsaan belanda yang bernama Bejerink di tahun 1987 menguak fakta bahwa organisme yang menyerang daun tembakau ini tidak dapat mati meskipun dimasukkan di dalam alkohol dan tidak dapat berkembang dan tumbuh jika berada pada medium biakkan. Sehingga Bejerink menyimpulkan bahwa organisme yang menyerang daun tembakau ini hanya bisa hidup pada makhluk hidup yang diserangnnya dan mempunyai ukuran yang sangatlah kecil.

Organisme yang menyerang tembakau ini kemudian dinamai Tobacco Mozaik Virus atau biasa di singkat TMV oleh Windell Stanley di tahun 1935. Tidak hanya itu, Stanley juga berhasil mengkristal organisme tersebut.

Berikut ini Ciri-ciri umum dari virus:
  • Tidak memiliki bentuk sel (aseluler).
  • Berukuran antara (20 – 300) milimikron.
  • Hanya memiliki satu macam asam nukleat saja yaitu ADN (asam dioksiribo nukleat) atau ARN (asam ribo nukleat).
  • Berupa hablur atau kristal dengan bentuk yang bervariasi; oval, memanjang, silindris, kotak dan lain-lainnya.
  • Tubuhnya tersusun atas kepala, kulit selubung (kapsid) yang berisi ADN atau ARN saja dan serabut ekor.
Sementara jika dilihat dari bentuk fisiknya, umumnya virus terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, tubuh dan ekor. Ini bisa kita lihat pada fag atau bakteriofage (virus) yang biasanya dapat menyerang bakteri seperti Escherichia coli.

bagian-bagian tubuh pada virus
Bagian-bagian tubuh virus

  • Bagian kepala, Bagian ini dibungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid, sebagai pemberi bentuk tubuh virus. Kapsid berupa selubung yang terdiri dari monomer identik yang masing-masing terdiri rantai polipeptida. 
  • Isi tubuh, Tubuh virus tersusun atas materi genetik atau molekul pembawa sifat-sifat yang dapat diturunkan berupa ADN atau ARN saja. Virus yang isi tubuhnya berupa ADN antara lain: Papova virus, Herpes virus, Adeno virus, Pox virus. Adapun tubuhnya yang berisi ARN antara lain: Paramyxo virus, Rhabdo virus, Reovirus, Picorna virus, Toga virus. Di dalam tubuh, virus tidak memiliki organel-organel sel seperti mitokondria, ribosom dan lain-lainnya. 
  • Ekor,Ekor merupakan alat untuk kontak ke tubuh organisme yang diserangnya. Ekor terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi dengan serabut-serabut/benang-benang. Bentuk virus bervariasi, seperti gambar di samping.

Itulah tadi ciri-ciri beserta bentuk fisik virus pada umumnya yang bisa teman-teman pelajari pada postingan kali ini di situs pustaka online ini.
Read more »