7/31/2014

Konduktor dan Isolator

Ketika benda mendapat panas, ada benda yang cepat menjadi panas, namun ada benda yang tidak cepat menjadi panas atau tidak panas.

Benda yang cepat panas berarti benda itu menghantarkan panas dengan baik. Benda yang tidak cepat menjadi panas atau tidak panas, berarti benda itu tidak menghantarkan panas dengan baik.

Berdasarkan sifat benda yang berhubungan dengan panas yang diterima, benda dibedakan menjadi 2 macam, yaitu konduktor dan isolator.

Daya hantar panas masingmasing benda berbeda
Daya hantar panas masingmasing
benda berbeda

Konduktor panas adalah benda-benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik atau cepat menghantarkan panas. Isolator panas adalah benda-benda yang tidak dapat atau tidak cepat menghantarkan panas. Benda apa saja yang tergolong konduktor? Benda apa yang tergolong isolator? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, mari kita lakukan kegiatan berikut!

Tujuan
Membedakan benda yang bersifat konduktor dan isolator panas.

Alat dan Bahan
- gelas berisi air panas
- 4 macam sendok dengan ukuran yang sama, terdiri atas:
  1. sendok dari bahan stainless steel
  2. sendok dari bahan kayu
  3. sendok dari bahan plastik
  4. sendok dari bahan aluminium
- Mentega padat
- Kacang hijau secukupnya
- Stop watch atau jam tangan

Langkah Kerja 
  1. Tempelkan mentega pada ujung masing-masing sendok. Banyaknya mentega yang ditempelkan harus sama.
  2. Tempelkan satu kacang hijau pada mentega di masing-masing ujung sendok.
  3. Masukkan semua sendok secara bersamaan ke dalam gelas yang berisi air panas. Panas akan berpindah dari air melalui sendok dan sampai ke mentega secara konduksi.
  4. Amatilah waktu yang dibutuhkan sehingga kacang hijau jatuh dari ujung sendok.
  5. Catatlah hasil pengamatanmu pada tabel seperti berikut.
Tabel Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas
Mengapa kacang hijau dapat jatuh dari ujung sendok?

Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
  • Kacang hijau akan jatuh jika mentega mencair.
  • Mentega dapat mencair jika sendok menjadi panas.
  • Semakin cepat sendok menjadi panas, semakin sedikit waktu yang diperlukan kacang hijau untuk jatuh.
  • Semakin cepat kacang hijau jatuh, semakin kuat sifat konduktor sendok.
Setelah kamu melihat tabel pengamatanmu, cobalah menggolongkan sendok mana yang merupakan konduktor dan sendok mana yang merupakan isolator. Kemudian catatlah penggolongan tersebut dalam tabel seperti berikut.

Penggolongan Konduktor dan Isolator
Penggolongan Konduktor dan Isolator
Sekarang kamu sudah tahu bahwa benda-benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik atau sebagai konduktor adalah bendabenda dari bahan logam. Jenis-jenis logam yang ada di sekitar kita banyak sekali, antara lain besi, baja, aluminium, kuningan, tembaga, seng, dan sebagainya.

Samakah kemampuan untuk menghantarkan panas dari bermacam-macam logam tersebut? Dan bagaimana dengan kaca, dapatkah kaca berfungsi sebagai konduktor?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lakukan kegiatan berikut ini!

Tujuan :
Mengetahui kemampuan logam menghantarkan panas.

Alat dan Bahan: 
  • Macam-macam batangan atau lempengan logam antara lain: besi, baja, aluminium, seng, dan tembaga. Dan juga lempengan kaca dengan ukuran yang sama.
  • Plastisin 6 potong yang beratnya sama.
  • Lilin 6 buah yang tingginya sama
  • Balok kayu dan korek api.

Langkah Kerja: 
  1. Susunlah batangan lempengan macam-macam logam dan kaca di atas balok seperti gambar.
  2. Tempelkan plastisin pada ujung-ujung logam dan di bawah ujung logam yang lain dipasang lilin.
  3. Nyalakan lilin.
  4. Amati pada batangan, manakah plastisin mencair lebih dulu, dan pada batangan apa plastisin mencair paling akhir.
Pembahasan: 
  • Plastisin yang mencair paling cepat menandakan logam perantaranya bersifat konduktor yang terbaik.
  • Dari hasil pengamatan kalian, coba urutkan benda-benda konduktor dari yang terbaik berdasarkan kecepatannya dalam menghantarkan panas.

Urutannya adalah ...., ..., ... , ..., ..., ....

Berikut ini contoh-contoh bahan dan sifatnya dalam menghantarkan panas. Perhatikan tabel di bawah ini.

Bahan dan Sifatnya dalam Menghantarkan Panas
Bahan dan Sifatnya dalam Menghantarkan Panas

7/30/2014

Konduksi

Jika kamu memanaskan salah satu ujung sebatang besi dan ujung yang lainnya kamu pegang seperti pada Gambar dibawah ini, apa yang terjadi dan apa yang terasa?

Konduksi pada besi yang dipanaskan
Konduksi
pada besi yang dipanaskan

Ujung besi yang kamu pegang semakin lama terasa semakin panas. Hal ini berarti ada panas yang berpindah dari ujung yang dipanasi ke ujung yang dipegang. Perpindahan panas seperti ini dinamakan konduksi.

Konduksi adalah peristiwa perpindahan panas dari zat yang bersuhu tinggi ke zat yang bersuhu rendah melalui suatu bahan penghantar.

Apakah setiap benda dapat menghantarkan panas? Untuk mengetahuinya, mari kita lakukan kegiatan berikut ini!

Tujuan: mengetahui benda-benda yang dapat menghantarkan panas.

Alat dan Bahan:
  • lilin 
  • sendok logam
  • korek api 
  • sendok plastik
  • potongan kawat + 20 cm 
  • sendok kayu
  • ranting kayu + 20 cm 
  • batangan kaca
  • lidi + 20 cm
Langkah Kerja
  1. Nyalakan lilin dengan korek api.
  2. Dekatkan ujung kawat ke api. Jika tangan kalian mulai terasa panas, jauhkan kawat dari lilin.
  3. Dekatkan juga ranting kayu, lidi, sendok logam, sendok plastik, dan lain-lain.
  4. Catatlah ke dalam tabel, apa yang kalian rasakan.
  • Jika tangan kalian terasa panas, berilah tanda (4) pada kolom panas.
  • Jika tangan kalian tidak terasa panas, berilah tanda (4) pada kolom tidak panas
Tabel Benda-Benda yang Dapat Menghantarkan Panas dan Tidak Dapat
Menghantarkan Panas
Pertanyaan
  1. Dari hasil percobaanmu, benda-benda apa saja yang dapat menghantarkan panas dari api ke tanganmu?
  2. Benda-benda apa yang tidak menghantarkan panas?

7/25/2014

Pelestarian Hewan dan Tumbuhan

Seperti yang kita ketahui bahwa bumi dihuni oleh manusia, hewan, dan tumbuhan. Adanya hewan dan tumbuhan sebetulnya dapat menjaga keseimbangan alam, di mana makhluk yang satu membutuhkan makhluk yang lain. Manusia dan hewan membutuhkan tumbuhan sebagai produsen. Sedangkan manusia memerlukan sebagian hewan, meskipun hewan bukan termasuk produsen sehingga pelestarian hewan dan tumbuhan sangat di butuhkan.

Tumbuhan akan tumbuh subur jika mendapat zat hara atau zat kimia sebagai pupuk buatan. Ada beberapa jenis tumbuhan yang digunakan manusia sebagai obat-obatan. Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan, para ahli semakin banyak menemukan obat berbagai penyakit, di mana bahan pembuat obat ini banyak diambil dari tumbuhan. Oleh karena itu, manusia harus dapat menjaga agar jenis tumbuhan yang sangat dibutuhkan untuk obat-obatan ini tidak menjadi punah.

Mengingat arti penting hewan dan tumbuhan, manusia perlu memikirkan cara melindungi hewan dan tumbuhan agar tidak punah. Beberapa cara yang dilakukan untuk melindungi hewan dan tumbuhan adalah sebagai berikut.

1. Melindungi Tempat Hidupnya
Banyak negara yang sudah memiliki peraturan yang melindungi hewan dan tumbuhan. Bentuk perlindungan itu antara lain menjaga agar jenis hewan dapat hidup bebas di tempat hidupnya. Misalnya orang utan dan harimau adalah hewan yang hidup di hutan. Agar dapat berkembang biak, maka harus dijaga kehidupan dalam hutan sehingga mereka bisa merasakan hidup yang aman dan nyaman. Hewan juga dilindungi dari perburuan liar.

Di Indonesia, pemerintah baru menetapkan beberapa daerah menjadi kawasan yang dilindungi. Kawasan ini berupa cagar alam dan suaka margasatwa. Cagar alam adalah daerah yang jenis hewan dan tumbuhannya dilindungi dengan undang-undang dari bahaya kepunahan. Suaka margasatwa adalah cagar alam yang secara khusus digunakan untuk melindungi hewan liar di dalamnya. Contoh cagar alam antara lain cagar alam Pangandaran di Jawa Barat, cagar alam Gunung Lorentz di Papua. Contoh suaka margasatwa adalah suaka margasatwa Danau Sentarum di Kalimantan Barat.

Taman Nasional Ujung Kulon di Banten
Taman Nasional Ujung Kulon di Banten
Kecuali itu pemerintah juga membuat taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam. Taman nasional adalah daerah yang digunakan untuk melestarikan alam yang biasa digunakan untuk penelitian yang berhubungan dengan ilmu pendidikan, untuk pelatihan, tempat rekreasi dan pariwisata. Contoh Taman Nasional Ujung Kulon di Banten.

Taman hutan raya adalah daerah pelestarian alam yang dapat digunakan untuk koleksi jenis hewan dan tumbuhan alami maupun buatan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan, pelatihan, serta pariwisata. Contoh Taman Hutan Ir. H. Juanda di Jawa Barat.

Taman wisata alam adalah hutan wisata yang memiliki keindahan alam, baik hewan maupun tumbuhan. Keindahan alam dari taman wisata alam memiliki corak yang khas dan dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan kebudayaan. Contoh taman wisata alam Pangandaran di Jawa Barat.

Antara taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam dapat dibedakan berdasarkan luas wilayah, jenis flora dan fauna, dan fungsinya. Taman hutan raya dan taman wisata alam melindungi lingkungan beserta flora dan faunanya di mana wisatawan boleh mengunjunginya.

Taman nasional wilayahnya lebih luas, menjadi tempat rekreasi bagi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Cagar alam adalah daerah yang tidak boleh dikunjungi oleh masyarakat umum. Apabila akan mengunjungi perlu izin terlebih dahulu.

Semua tempat perlindungan hewan dan tumbuhan seperti yang disebutkan di atas dikelola dan diawasi oleh Departemen Kehutanan.

2. Mengembangbiakkan
Manusia turut bertanggung jawab atas kelangkaan atau kepunahan dari beberapa jenis tumbuhan atau hewan yang ada di permukaan bumi. Karena perbuatan manusia, banyak jenis hewan mati diburu dan berbagai jenis tumbuhan mati dalam kebakaran hutan.

Banyak kegiatan manusia yang dimaksudkan untuk menyelamatkan dan melestarikan jenis hewan dan tumbuhan yang ada di permukaan bumi ini, misalnya mengembangbiakkan secara buatan. Manusia membuat tempat khusus untuk perkembangbiakan hewan, misalnya penangkaran buaya. Dengan mengadakan penangkaran sendiri, manusia dapat mendapatkan kulit buaya dengan tidak mengurangi jumlah buaya yang hidup di alam. Ada pula penangkaran orang utan di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Penangkaran orang utan bertujuan untuk memperbanyak jumlah orang utan di alam bebas. Jadi hasil penangkaran orang utan dikembalikan ke habitatnya.

Para pecinta tumbuhan, terutama tumbuhan langka, banyak melakukan pembibitan, kemudian mengadakan pameran tanaman langka agar pengunjung pameran tertarik untuk melestarikannya.

3. Melarang Kepemilikan Satwa yang Dilindungi
Manusia pada masa lalu banyak mengambil jenis hewan tertentu di alam bebas untuk dipelihara di rumahnya. Hal ini mengakibatkan perkembangbiakan hewan menjadi terganggu sehingga jumlah hewan menjadi berkurang. Oleh sebab itu, sekarang sudah ada pelarangan memelihara jenis hewan yang dilindungi oleh pemerintah, misalnya orang utan, harimau, simpanse, dan sebagainya.

7/16/2014

Tumbuhan yang Mendekati Kepunahan (Langka)

Ada beberapa jenis tumbuhan yang mulai sulit dijumpai saat ini, baik tumbuhan yang ada di kebun maupun yang ada di hutan. Termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang sudah langka di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Cendana
Cendana adalah tumbuhan berbatang kayu. Kulit batangnya berwarna cokelat tua. Kayu dari pohon cendana berwarna putih kekuningan. Dalam keadaan kering, kayu ini memiliki bau yang harum, sehingga banyak digunakan oleh manusia sebagai bahan membuat kerajinan. Selain itu cendana dapat diolah menjadi minyak cendana yang harum baunya.

Cendana terdapat di hutan Sumba, Sulawesi, dan Jawa Timur. Cendana merupakan tumbuhan yang sudah langka.

Kayu dari pohon cendana yang berbau harum
Kayu dari pohon
cendana yang berbau harum
2. Bunga Bangkai
Bunga bangkai pada saat mekar tingginya bisa mencapai kurang lebih 2 meter dengan lebar mahkota bunga kurang lebih 1,5 meter. Bunga bangkai berwarna merah. Pada saat mekar, bunga bangkai mengeluarkan bau busuk. Secara alami bunga bangkai hidup atau tumbuh di hutan Sumatra. Bunga bangkai termasuk tumbuhan langka dan dilindungi.

Pada saat mekar, bunga bangkai mengeluarkan bau busuk
Pada saat mekar,
bunga bangkai mengeluarkan bau busuk

3. Bunga Raflesia
Bunga Eaflesia juga memiliki ukuran yang besar dan mengeluarkan bau busuk, meskipun sebenarnya bunga ini memiliki warna yang indah. Bunga Raflesia banyak hidup di hutan Sumatra dan Kalimantan. Garis tengah bunga Raflesia antara 30 cm sampai 50 cm. Bunga Raflesia biasanya berwarna merah dengan bintik-bintik putih. Dinding bagian dalam dari bunga ini terdapat rambut-rambut halus yang disebut ramenta.

Bunga Raflesia termasuk bunga langka dan dilindungi
Bunga Raflesia
termasuk bunga langka dan dilindungi

Bunga Raflesia bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat. Bunga ini termasuk bunga langka dan dilindungi.

4. Buah Jamblang
Buah Jamblang di Jawa Tengah disebut duwet. Apabila masak, buah jamblang berwarna hitam dan bila belum masak berwarna merah. Di beberapa daerah, buah ini mungkin masih banyak dibudidayakan, tetapi secara luas sudah sulit ditemukan.

Buah jamblang atau di Jawa Tengah disebut duwet
Buah jamblang
atau di Jawa Tengah disebut duwet

5. Buah Kesemek
Bagian luar bauh kesemek sering ditaburi dengan kapur yang dihaluskan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa sepet. Bentuk kesemek seperti buah apel. Buah ini semakin sulit didapatkan. Manusia kurang berminat mengembangbiakkan tumbuhan ini karena rasanya yang kurang enak bila dibandingkan dengan apel.

Kesemek, langka karena kurang dibudidayakan manusia
Kesemek, langka
karena kurang dibudidayakan manusia

7/10/2014

Hewan yang Mendekati Kepunahan (Langka)

Berbagai jenis hewan langka tiap tahun mengalami penurunan dalam hal jumlah. Apabila hal ini dibiarkan, tentunya keberadaan hewan-hewan langka tersebut bisa mengalami kepunahan. Banyak hal yang membuat hewan-hewan tersebut mengalami kepunahan. Tahukah kamu apa saja sebab-sebab tersebut? Faktor terbesar yang menyebabkan kepunahan hewan-hewan tersebut antara lain perilaku manusia yang sembarangan, sehingga membuat jumlah makanan hewan dan lahan tempat tinggal hewan yang semakin menipis. Kepunahan hewan juga disebabkan oleh peristiwa alam yang terjadi, seperti bencana dan sebagainya.

Berikut ini beberapa jenis hewan yang terancam mengalami kepunahan.

1. Orang Utan
Orang utan adalah sejenis kera dengan rambut panjang berwarna cokelat kemerahan. Orang utan termasuk hewan yang dilindungi. Orang utan hidup di hutan Sumatra dan Kalimantan. Kepunahan orang utan disebabkan hewan ini banyak diburu manusia untuk dijadikan hewan peliharaan. Peristiwa kebakaran hutan juga turut menyebabkan jumlah orang utan semakin menipis.
 
Orang utan hidup di hutan Sumatra dan Kalimantan
Orang utan hidup di
hutan Sumatra dan Kalimantan
2. Burung Cenderawasih
Burung cenderawasih hidup di Papua (Irian Jaya). Burung cenderawasih sering disebut juga sebagai burung surga, karena memiliki bulu yang sangat indah. Manusia banyak memburu burung cenderawasih untuk dijual atau dijadikan koleksi.
 
Cenderawasih hidup di Irian Jaya, banyak diburu manusia karena keindahannya
Cenderawasih hidup di Irian Jaya, banyak diburu
manusia karena keindahannya
 
3. Burung Jalak Bali
Burung ini banyak terdapat di Pulau Bali, sehingga disebut burung jalak bali. Burung jalak bali memiliki bulu putih dan di kepalanya terdapat jambul dengan bulu yang cukup panjang. Mata burung ini dikelilingi kulit berwarna biru. Pada sayap dan ekornya terdapat bulu berwarna hitam. Populasi burung ini semakin berkurang karena keelokannya, sehingga membuat manusia rakus untuk memburunya.

Burung jalak bali mempunyai bulu yang putih dan berjambul
Burung jalak bali mempunyai bulu yang putih dan
berjambul

4. Harimau Sumatra
Jenis harimau Sumatra memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil bila dibandingkan dengan jenis harimau pada umumnya. Jenis harimau sumatra memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. Bila ulit harimau Sumatra bercorak loreng. Jumlah harimau ini semakin berkurang karena diburu manusia untuk diambil kulitnya. Manusia banyak menjadikan kulit harimau sumatra sebagai bahan untuk membuat jaket, tas, atau untuk hiasan dinding.

Harimau sumatra diburu manusia untuk diambil kulitnya
Harimau sumatra diburu manusia untuk
diambil kulitnya

5. Komodo
Komodo mempunyai bentuk yang hampir menyerupai kadal. Akan tetapi ukuran komodo jauh lebih besar daripada kadal. Pada awalnya, komodo hanya terdapat di Pulau Komodo yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Komodo termasuk ke dalam hewan pemakan daging atau karnivora.

Komodo berasal dari Pulau Komodo di wilayah Nusa Tenggara Timur
Komodo berasal dari Pulau Komodo di wilayah
Nusa Tenggara Timur

6. Badak Bercula Satu
Badak bercula satu hidup di Ujung Kulon, sebuah daerah yang terletak di ujung barat Banten. Sesuai dengan namanya, hewan ini hanya memiliki satu cula yang terdapat di atas hidungnya. Tahukah kamu apa itu cula? Cula merupakan kumpulan rambut yang menyatu dan mengeras. Hewan ini terancam musnah, karena sering diburu manusia untuk diambil culanya.

Badak bercula satu, culanya yang sangat langka banyak diburu manusia
Badak bercula satu, culanya yang sangat
langka banyak diburu manusia

7. Paus Biru
Paus biru juga termasuk ke dalam kelompok binatang yang terancam punah. Ketamakan manusia benar-benar telah menghancurkan semua. Meskipun terdapat di lautan lepas, tapi karena keserakahan manusia tetap memburunya. Paus biru banyak diburu karena minyak paus ini bisa membuat badan manusia menjadi sehat. Ironis bukan? Untuk menyehatkan tubuh manusia, hewan ini banyak diburu untuk dibinasakan.

Ikan paus biru, hampir punah karena perburuan manusia
Ikan paus biru, hampir punah
karena perburuan manusia

7/08/2014

Pemanfaatan Bagian Tumbuhan dan Hewan yang Mengarah pada Ketidakseimbangan Lingkungan

Akibat perburuan liar dan penebangan hutan untuk kebutuhan manusia, keberadaan beberapa hewan dan tumbuhan yang hidup di hutan terancam punah. Ada beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang sudah mengalami kepunahan sebagai akibat kegiatan manusia. Tujuan manusia dari kegiatan-kegiatan itu di antaranya akan dijelaskan pada materi berikut ini.

1. Pemanfaatan Kayu Jati, Pohon Gaharu, dan Anggrek
Pohon jati, pohon gaharu, dan tanaman anggrek sudah disebut tanaman langka. Pohon jati dan pohon gaharu banyak ditebang manusia untuk diambil kayunya. Batang pohon jati yang kokoh banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk membuat perlengkapan rumah tangga, misalnya lemari, meja, dan kursi. Kayu jati juga banyak digunakan untuk membuat rumah. Rumah dari bahan kayu jati lebih kuat daripada kayu jenis lain. Batang gaharu yang memiliki bau harum banyak digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri. Tanaman anggrek banyak diburu manusia untuk hiasan rumah, karena anggrek memiliki bunga yang indah.

Apabila di hutan, jumlah pohon jati, pohon gaharu, tanaman anggrek, dan jenis tanaman yang lain banyak berkurang, maka banyak hewan yang meninggalkan hutan dan dapat mengganggu kehidupan manusia di sekitarnya. Kecuali itu, penyerapan air oleh hutan menjadi berkurang sehingga dapat menyebabkan erosi dan tanah longsor serta banjir di pemukiman penduduk sekitar hutan. Semua itu menyebabkan keseimbangan alam menjadi terganggu.

2. Pemanfaatan Gading Gajah, Kulit Harimau, Kulit Ular, dan Kulit Buaya
Gajah mempunyai gading yang digunakan untuk mencari makan. Gading gajah banyak dimanfaatkan untuk perhiasan rumah. Ular dimanfaatkan kulitnya. Kulit ular biasanya digunakan untuk membuat tas, sepatu dan ikat pinggang. Bahkan ada beberapa jenis ular yang dapat dimanfaatkan dagingnya untuk dimakan manusia. Kulit buaya dan kulit harimau juga banyak dicari manusia untuk perhiasan rumah atau pembuatan tas, sepatu, dan sebagainya.

Pemanfaatan kulit hewan untuk kebutuhan manusia
Pemanfaatan kulit hewan
untuk kebutuhan manusia

Apabila harimau, gajah, ular, dan buaya banyak diburu manusia, maka jumlahnya menjadi berkurang. Hewan atau tumbuhan yang harusnya dimakan gajah, harimau, buaya, ular jumlahnya menjadi lebih banyak. Akhirnya ketidakseimbangan lingkungan akan terjadi dan akan merugikan manusia sendiri.

Untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan lingkungan, maka manusia dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut.
  1. Membuat rumah atau perabot rumah tangga sebagian dari besi atau plastik.
  2. Menebang pohon juga diikuti penanaman kembali.
  3. Membuat gading gajah tiruan.
  4. Kulit ular, kulit harimau, atau kulit buaya dapat diganti dengan kulit kambing, sapi, atau hewan yang mudah diternakkan oleh manusia.
  5. Membuat peternakan hewan yang akan dimanfaatkan.

7/03/2014

Berbagai Kegiatan Manusia yang Dapat Memengaruhi Keseimbangan Ekosistem

Beberapa kegiatan manusia yang langsung maupun tak langsung dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem. Kegiatan manusia itu antara lain adalah pembakaran hutan, penebangan hutan, perburuan liar, penggunaan pestisida yang berlebihan, perusakan terumbu karang, dan pembangunan kawasan industri.

1. Penebangan dan Pembakaran Hutan
Hutan merupakan daerah luas yang sebagian besar ditutupi oleh pepohonan dan tumbuhan. Di dalam hutan terdapat beberapa jenis hewan, di mana hutan menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan bagi beberapa jenis hewan tersebut.

Penebangan dan pembakaran hutan mengganggu ekosistem hutan
Penebangan dan pembakaran hutan
mengganggu ekosistem hutan

Manusia banyak menggunakan kayu di hutan untuk keperluan hidupnya, sehingga manusia melakukan penebangan pohon-pohon yang ada di hutan. Kayu itu dimanfaatkan manusia antara lain untuk membuat rumah, kapal, kursi, lemari, dan sebagainya. Manusia sering melakukan pembakaran di hutan-hutan dengan tujuan dijadikan lahan pertanian atau perumahan. Kegiatan manusia ini dapat mengganggu ekosistem, terutama makhluk hidup yang ada di dalamnya. Seperti yang telah kamu ketahui bahwa pohon dapat menahan air hujan, sehingga bila hutan memiliki banyak pepohonan, maka dalam hutan akan banyak air yang disimpan oleh pohon-pohon tersebut. Jika banyak terjadi penebangan pohon-pohon dan pembakaran hutan, maka tanah bagian atas dari hutan itu dapat terbawa air hujan. Dan perlu diketahui bahwa tanah bagian atas merupakan tanah yang subur, sehingga bila tanah subur itu terbawa air hujan, maka daerah itu menjadi tandus.

Air hujan yang deras dan diterima oleh hutan yang tidak memiliki pepohonan karena penebangan yang dilakukan manusia, dapat menyebabkan tanah longsor dan banjir.

Perusakan hutan ini juga dapat menyebabkan hewan-hewan di hutan menjadi kehilangan makanan serta tempat tinggalnya. Kadang-kadang hewan-hewan ini untuk mencari makanan dapat keluar dari hutan dan masuk ke desa-desa dan merusak tanaman pertanian atau peternakan yang ada.

2. Perburuan Liar
Sudah sejak zaman dahulu manusia senang memburu hewan di hutan dengan tujuan untuk diambali kulitnya, dagingnya, atau untuk dipelihara di rumah. Perburuan liar menyebabkan jumlah hewan-hewan yang hidup di hutan menjadi lebih sedikit jumlahnya dan dapat menyebabkan terjadinya kepunahan. Musnahnya beberapa jenis hewan akan mengganggu keseimbangan alam. Misalnya jika harimau punah, maka hewan yang dimakan harimau menjadi lebih banyak jumlahnya, mengakibatkan rumput dan daun-daun yang dimakan rusa habis dan dapat menyebabkan rusa menjadi mati karena kelaparan.

3. Penggunaan Pupuk dan Pestisida secara Berlebihan
Pupuk dan pestisida sering digunakan oleh para petani agar tanamannya tumbuh dengan baik. Pemupukan bertujuan memperoleh tambahan mineral-mineral yang diperlukan oleh tanaman. Pestisida digunakan untuk membunuh hama dan penyakit yang dapat merusak atau mematikan tanaman.

Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat mengganggu ekosistem
Penggunaan pestisida yang
berlebihan dapat mengganggu ekosistem
 Pupuk dapat juga menggunakan kotoran dari ternak yang disebut pupuk kandang atau disebut pupuk organik. Selain itu pupuk buatan manusia (pupuk buatan) atau pupuk anorganik merupakan bahan kimia yang diproduksi oleh pabrik. Penggunaan bahan-bahan kimia tersebut dapat memengaruhi kehidupan makluk hidup yang lain. Contoh DDT (pembasmi serangga) yang disemprotkan pada tanaman menyebabkan sebagian akan termakan oleh hewan pemakan tanaman. Misalnya tikus, maka tikus akan mati. Jika tikus dimakan oleh elang, elang juga dapat mati dan jumlah elang juga akan berkurang. Jika jumlah elang berkurang, maka jumlah tikus menjadi bertambah, sehingga petani dapat berkurang hasil panennya karena diserang oleh tikus-tikus. Selain itu, pupuk anorganik dan pestisida kimia yang diberikan pada tanaman juga dapat terbawa oleh air hujan ke sungai. Di sungai, zat-zat kimia ini dapat membunuh segala kehidupan di air.

4. Pembuangan Limbah
Bertambahnya jumlah manusia menyebabkan kebutuhan manusia semakin bertambah. Untuk memenuhi kebutuhannya, banyak didirikan industri atau pabrik. Pabrik dapat menghasilkan berbagai produk dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang singkat. Akan tetapi pabrikpabrik tersebut sering kali menghasilkan limbah. Ada pabrik yang mengolah limbahnya dan ada yang langsung membuangnya tanpa diolah terlebih dahulu.

Limbah pabrik bila tidak ditangani dengan baik dapat merusak ekosistem
Limbah pabrik bila tidak
ditangani dengan baik dapat merusak ekosistem

Limbah pabrik kebanyakan mengandung racun yang dapat mencemari air sungai atau tanah di sekitar pabrik. Racun ini dapat membunuh ikan dan tanaman. Bila limbah ini mengalir sampai ke laut, maka laut juga tercemar dan dapat mengganggu kehidupan di laut.

7/01/2014

Keseimbangan Ekosistem

Dalam hidupnya, makhluk hidup berhubungan dengan makhluk hidup yang lain dan benda-benda mati yang ada di sekitarnya. Makhluk hidup juga membutuhkan tempat untuk hidup. Tempat hidup dari makhluk hidup untuk melakukan segala kegiatan hidupnya disebut habitat.

Makhluk hidup beserta segala sesuatu yang berada di sekitarnya dapat membentuk ekosistem. Komponen penyusun ekosistem terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik.

Keseimbangan Ekosistem Hutan
Keseimbangan Ekosistem Hutan

Ekosistem merupakan kesatuan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dengan demikian, sebuah ekosistem terdiri atas beberapa bagian, di mana tiap bagian saling berhubungan sehingga membentuk suatu kesatuan. Suatu ekosistem dapat berukuran kecil, misalnya kolam dan berukuran besar, misalnya hutan dan laut. Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami (hutan) dan ekosistem buatan (kolam). Berdasarkan tempatnya, ekosistem dibagi menjadi dua yaitu ekosistem darat dan ekosistem air. Di dalam ekosistem, makhluk hidup dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila di dalam ekosistem terjadi perubahan, maka seluruh makhluk hidup yang berada dalam ekosistem itu juga ikut berubah. Dapat dikatakan bahwa keseimbangan ekosistem tersebut telah terganggu.

Keseimbangan Ekosistem Laut
Keseimbangan Ekosistem Laut

Ada beberapa faktor yang memengaruhi keseimbangan ekosistem. Perubahan keseimbangan ekosistem ini sebagian besar disebabkan oleh kegiatan yang dilakukan manusia. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang akan menyebabkan terjadinya perubahan keseimbangan ekosistem. Kegiatan-kegiatan tersebut akan dibahas pada postingan berikutnya.

6/30/2014

Perkembangbiakan Manusia

Untuk melestarikan jenisnya, manusia berkembangbiak. Perkembangbiakan manusia dilakukan melalui perkawinan dan dengan cara melahirkan. Perkembangbiakan manusia diawali dengan peleburan antara sel kelamin jantan (spermatozoa) yang dihasilkan dari laki-laki (ayah) dengan sel telur (ovum) yang dihasilkan dari perempuan (ibu).

Peleburan (bersatunya) sel telur dan sel sperma disebut pembuahan. Dari hasil pembuahan terbentuklah zigot. Zigot berkembang menjadi embrio yang tertanam di dalam rahim ibu. Di dalam rahim, embrio berkembang menjadi janin (calon bayi). Janin memperoleh makanan dan oksigen dari tubuh ibu melalui plasenta (ari-ari) yang dihubungkan melalui tali pusar.

Perkembangan janin dalam kandungan
Perkembangan janin dalam kandungan
Selama terjadi perkembangan embrio di dalam rahim, wanita mengalami masa kehamilan. Semakin hari pertumbuhan janin semakin besar sehingga perut ibu hamil terlihat makin besar. Setelah perkembangan janin sempurna, bayi siap dilahirkan. Masa kehamilan seorang perempuan kurang lebih 9 bulan (40 minggu).

Setelah dilahirkan bayi, mendapat makanan utama berupa air susu ibu (ASI). ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh sehat.

6/24/2014

Perkembangbiakan Tumbuhan secara Generatif

Perkembangbiakan tumbuhan secara generatif adalah perkembangbiakan melalui perkawinan. Perkembangbiakan generatif terjadi pada tumbuhan berbiji. Alat perkembangbiakan (perkawinan) tumbuhan adalah bunga.

Bunga yang lengkap mempunyai alat perhiasan bunga yang terdiri atas kelopak bunga dan mahkota bunga; alat kelamin bunga yang terdiri atas benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina).

Bagian-bagian bunga
Bagian-bagian bunga
Benang sari merupakan alat kelamin jantan yang terdiri atas tangkai sari dan kepala sari. Di dalam kepala sari terdapat butir-butir serbuk sari.

Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada bunga
Benang sari merupakan alat kelamin jantan
pada bunga
Putik merupakan alat kelamin betina yang terdiri atas kepala putik, tangkai putik, bakal buah, bakal biji, sel telur.

Putik merupakan alat kelamin betina pada bunga
Putik merupakan alat
kelamin betina pada bunga
Perkembangbiakan tumbuhan melalui perkawinan selalu diawali dengan penyerbukan. Penyerbukan (persarian) adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Serbuk sari yang merupakan sel kelamin jantan masuk melalui tangkai putik menuju ke dalam bakal buah, dan terjadilah pembuahan.

a. Penyerbukan
Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi beberapa cara, yaitu sebagai berikut.
  1. Penyerbukan sendiri, yaitu bila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga.
  2. Penyerbukan tetangga, yaitu bila serbuk sari jatuh di kepala putik bunga lain yang satu tanaman.
  3. Penyerbukan silang, yaitu bila serbuk sari jatuh di kepala putik bunga tanaman lain yang masih satu jenis.
  4. Penyerbukan bastar, yaitu bila serbuk sari jatuh di kepala putik bunga lain yang sejenis, tetapi berbeda varietas.
Beberapa cara penyerbukan pada tanaman
Beberapa cara penyerbukan pada tanaman
Serbuk sari jatuh ke kepala putih melalui beberapa perantara, yaitu hewan, angin, air, dan manusia.

1) Penyerbukan oleh Hewan
Penyerbukan oleh hewan dapat dilakukan oleh serangga, kelelawar, burung, dan bekicot. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dilakukan oleh serangga adalah:
  • mahkota bunga besar dan berwarna mencolok,
  • memiliki bau yang khas,
  • menghasilkan kelenjar madu (nektar),
  • serbuk sarinya lengket.
 2) Penyerbukan oleh Angin
Angin dapat membantu penyerbukan. Serbuk sari yang diterbangkan oleh angin jatuh ke kepala putih bunga lain. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dilakukan oleh angin adalah:
  • mahkota kecil dan tidak berwarna mencolok,
  • serbuk sari banyak, kecil, dan ringan,
  • tangkai sari panjang,
  • kepala putik besar dan berbulu,
  • tidak memiliki kelenjar madu.
3) Penyerbukan oleh Air
Air dapat membantu penyerbukan. Pada saat hujan, air yang jatuh dapat mengenai serbuk sari. Serbuk sari yang jatuh dapat mengenai kepala putik, sehingga terjadilah pembuahan.

4) Penyerbukan oleh Manusia
Manusia dapat menghantarkan serbuk sari ke kepala putik. Contohnya pada tanaman vanili.

b. Pembuahan
Setelah terjadi penyerbukan, serbuk sari akan menuju ke dalam bakal biji, maka terjadilah pembuahan. Pembuahan adalah peristiwa peleburan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina dan terbentuklah zigot. Zigot akan berkembang menjadi biji yang merupakan calon tumbuhan baru.

6/23/2014

Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif

Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif adalah perkembangbiakan tanpa melalui perkawinan. Perkembangbiakan cara ini dilakukan dengan cara menggunakan bagian tubuh induknya. Perkembangbiakan vegetatif hanya melibatkan satu induk saja, sehingga sifat anaknya sama dengan sifat induknya.

Terdapat 2 macam perkembangbiakan secara vegetatif pada tumbuhan, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.

a. Perkembangbiakan secara Vegetatif Alami
Cara perkembangbiakan vegetatif alami antara lain dengan cara:
  • membelah diri,
  • spora,
  • rizoma,
  • umbi lapis,
  • umbi batang,
  • umbi akar,
  • tunas, dan
  • geragih (stolon).
1) Membelah Diri
Perkembangbiakan dengan cara membelah diri terjadi pada tumbuhan tingkat rendah, yaitu tumbuhan yang bersel satu.

Volvox, tumbuhan yang berkembang biak dengan membelah diri (Sumber: Microscopy-uk.org)
Volvox, tumbuhan yang
berkembang biak dengan membelah diri (Sumber: Microscopy-uk.org)

Tumbuhan yang membelah diri akan membagi tubuhnya menjadi dua bagian yang sama secara langsung. Sel anaknya ada yang segera memisahkan diri dari induknya, dan ada yang tetap menempel pada tubuh induknya hingga membentuk kelompok. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan membelah diri adalah volvox.

2) Spora
Spora adalah inti sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan. Pada tumbuhan paku, spora dibentuk pada daun. Spora terletak di dalam kotak spora (sporangium) yang berkumpul di dalam sorus. Sorus adalah kumpulan kotak spora. Sorus terletak di bagian tepi di bawah daun, berupa bintik-bintik kecoklatan. Daun yang dapat menghasilkan spora disebut daun fertil (subur).

Jika sporangium pecah, spora keluar dan jatuh di tempat yang cocok. Spora tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan paku baru.

Tumbuhan paku (Sporangium)
Tumbuhan paku (Sporangium)
3) Rizoma (Akar Tinggal)
Tahukah kamu apa jenis tumbuhan yang ditunjukkan oleh gambar di samping? Bagaimana pula cara perkembangbiakannya? Tumbuhan pada gambar di samping berkembang biak dengan rizoma (akar tinggal).

Tumbuhan jahe-jahean berkembang biak dengan rizhoma
Tumbuhan jahe-jahean
berkembang biak dengan rizhoma

Rizoma (akar tinggal) adalah batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah yang menyerupai akar. Ciri-ciri rizoma (akar tinggal) adalah sebagai berikut.
  • Bentuk seperti akar, beruas-ruas seperti batang.
  • Pada setiap ruas terdapat daun yang berubah menjadi sisik.
  • Pada setiap ketiak sisik (daun) terdapat mata tunas.
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan rizoma (akar tinggal) adalah jenis jahe-jahean (jahe, kunyit, kunci, kencur, temu lawak).

4) Umbi Lapis
Umbi lapis adalah bagian dari pelepah daun yang berfungsi sebagai cadangan makanan dan bentuknya berlapis-lapis. Di bagian pangkalnya terdapat batang berbentuk cakram dan beruasruas. Pada bagian ketiak daun terdapat tunas sebagai calon individu baru yang disebut siung. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah bawang merah dan bawang putih.

Bawang putih berkembang biak dengan umbi lapis
Bawang putih
berkembang biak dengan umbi lapis
5) Umbi Batang
Pernahkah kamu melihat umbi ketela rambat seperti yang terlihat pada Gambar berikut? Tahukah kamu apakah fungsi dari bagian tanaman tersebut?


Ketela rambat berkembang
biak dengan umbi batang



Kentang dan ketela rambat merupakan tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang. Umbi batang adalah bagian batang yang tumbuh di dalam tanah dan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, terutama berupa zat tepung. Pada kulit umbi terdapat mata tunas dan jika lingkungan sesuai akan tumbuh menjadi tunas baru.

6) Umbi Akar
Umbi akar adalah akar yang berubah fungsi untuk menyimpan cadangan makanan terutama zat tepung. Ciri-ciri umbi akar adalah:
  • umbi tidak berbuku-buku,
  • umbi tidak memiliki mata tunas,
  • umbi tidak memiliki kuncup dan daun.

Wortel berkembang biak dengan umbi akar
Wortel berkembang biak
dengan umbi akar
Jika umbi akar ditanam, maka akan tumbuh tunas baru dari bagian yang merupakan sisa batang. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar adalah ketela pohon, wortel, dan bunga dahlia.

7) Tunas
Tunas adalah kuncup yang tumbuh pada ujung batang atau ketiak daun. Tumbuhan dikatakan berkembang biak dengan tunas apabila tunas dari tumbuhan induk tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas adalah bambu dan pisang.

Bambu berkembang biak dengan tunas
Bambu berkembang biak
dengan tunas


8) Tunas Daun (tunas adventif)
Tunas yang tumbuh pada daun disebut tunas adventif. Pada tepi daun terdapat tunas yang dapat tumbuh bila diletakkan di tanah gembur. Contoh tumbuhan yang dapat berkembang biak dengan tunas daun adalah cocor bebek dan begonia.

Cocor bebek berkembang biak dengan tunas adventif
Cocor bebek berkembang biak dengan
tunas adventif


9) Geragih (Stolon)
Pernahkah kamu melihat tanaman stroberi? Bagaimana cara berkembang biaknya? Stroberi merupakan salah satu tanaman yang berkembang biak dengan geragih. Geragih adalah batang beruas yang tumbuh menjalar di atas atau di bawah permukaan tanah. Ruas tanaman bila menyentuh tanah akan tumbuh akar dan tunas baru sehingga menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan bergeragih di atas permukaan tanah adalah stroberi, pegagan, dan semanggi. Contoh tumbuhan bergeragih di bawah permukaan tanah adalah rumput teki.

b. Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif Buatan
Cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan antara lain dilakukan dengan cara mencangkok, setek, merunduk, okulasi (menempel), dan kopulasi (menyambung).

1) Cangkok
Pernahkah kamu melihat tumbuhan yang sedang dicangkok? Apakah semua tumbuhan bisa dicangkok?

Mencangkok merupakan usaha untuk memperbanyak (mengembangbiakkan) tumbuhan dengan cara membuat akar baru pada bagian batang. Batang yang telah tumbuh akarnya dapat dipotong dan ditanam menjadi tanaman baru.

Pada umumnya jenis-jenis tumbuhan yang biasa dicangkok adalah tanaman buah-buahan, seperti jambu, mangga, jeruk, dan belimbing. Selain itu tanaman hias juga ada yang dapat dicangkok, misalnya bunga nusa indah, melati, dan soka.

Tanaman yang dicangkok
Tanaman yang dicangkok


Syarat tumbuhan yang akan dicangkok antara lain:
  1. tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda,
  2. ukurannya tidak terlalu besar,
  3. batangnya lurus,
  4. cabang berwarna cokelat muda dan kulitnya mulus.
Kerjakanlah secara berkelompok!
Tujuan: mengetahui cara mencangkok yang benar.

Mari Mencangkok
  • Lakukan kegiatan mencangkok.
  • Pilihlah atau tentukan tanaman yang akan dicangkok.
  • Perhatikan langkah-langkah mencangkok berikut ini.

1. Membuat keratan
Buatlah keratan melingkar pada cabang yang telah ditentukan. Jarak antara keratan ± 5 – 10 cm. Cabang tanaman yang dapat dikerat adalah di bawah kuncup daun.


Buatlah keratan melingkar pada cabang yang telah ditentukan. Jarak antara keratan ± 5 – 10 cm. Cabang tanaman yang dapat dikerat adalah di bawah kuncup daun.

2. Mengupas kulit batang dan membersihkan kambium
Kupaslah kulit yang telah dikerat sehingga kelihatan kayu yang berlendir (berkambium). Bersihkan lapisan kambiumnya dengan cara dikerok. Setelah bersih, biarkan sampai kering.

Kupaslah kulit yang telah dikerat sehingga kelihatan kayu yang berlendir (berkambium). Bersihkan lapisan kambiumnya dengan cara dikerok. Setelah bersih, biarkan sampai kering.

3. Membungkus/menutup cangkokan
Bagian kayu yang telah dikelupas dan dibersihkan, ditutup dengan tanah yang telah diberi pupuk. Kemudian bungkus/balut dengan sabut kelapa atau plastik dan ujung-ujungnya diikat. Bila pembungkusnya menggunakan plastik, jangan lupa untuk melubangi plastik tersebut agar air dapat masuk.
Bagian kayu yang telah dikelupas dan dibersihkan, ditutup dengan tanah yang telah diberi pupuk. Kemudian bungkus/balut dengan sabut kelapa atau plastik dan ujung-ujungnya diikat. Bila pembungkusnya menggunakan plastik, jangan lupa untuk melubangi plastik tersebut agar air dapat masuk.

Agar cangkokan tidak kering dan dapat cepat tumbuh akar, cangkokan hendaknya selalu disiram dengan air. Jika cangkokan sudah berakar cukup banyak, cangkokan sudah bisa dipotong dan ditanam di tanah yang subur.
Agar cangkokan tidak kering dan dapat cepat tumbuh akar, cangkokan hendaknya selalu disiram dengan air. Jika cangkokan sudah berakar cukup banyak, cangkokan sudah bisa dipotong dan ditanam di tanah yang subur.

Meskipun terkesan praktis dan mudah, cangkokan juga mempunyai kerugian. Berikut keuntungan dan kerugian dari mencangkok.

Keuntungan dan Kerugian Mencangkok
Keuntungan dan Kerugian Mencangkok

2) Setek
Setek merupakan cara memperbanyak tanaman dengan menanam potongan bagian tertentu dari tanaman. Terdapat 3 macam setek, yaitu setek batang, setek daun, dan setek akar.

a) Setek Batang
Setek batang yaitu memperbanyak tanaman dengan cara menanam potongan-potongan batang atau ranting yang ada mata tunasnya. Contoh setek batang yaitu pada tanaman ketela pohon, tebu, sirih, dan bunga sepatu.
Setek batang pada ketela pohon
Setek batang pada ketela pohon
b) Setek Daun
Setek daun yaitu memperbanyak tanaman dengan cara menanam potongan atau helaian daun. Contoh tanaman yang dapat disetek daunnya adalah: cocor bebek, begonia, dan sania.

Setek daun tumbuhan begonia
Setek daun tumbuhan begonia
c) Setek Akar
Setek akar yaitu memperbanyak tanaman dengan cara menanam potongan-potongan akar. Contoh setek akar yaitu pada tumbuhan sukun dan kersen.

Kerjakanlah secara berkelompok!
Tujuan: mempraktikkan cara menyetek tanaman yang ada di sekitar kita.

Alat dan Bahan:
1. Pilih salah satu tanaman berikut.
- cocor bebek
- begonia
- sania
- sri rejeki
- ketela pohon

2. Pot berisi tanah yang subur
3. Pisau yang tajam

Langkah Kerja:
1. Jika kalian memilih setek daun:
  • pilihlah daun yang segar dan tidak sobek,
  • potonglah daun beserta tangkainya,
  • letakkan daun di pot yang berisi tanah.


cara melakukan steak daun pada cocor bebek

Jika kalian memilih setek batang:
  • pilihlah batang yang lurus dan ada mata tunasnya,
  • potonglah batang sepanjang ± 10 – 15 cm,
  • ambil daunnya dan tancapkan batangnya pada pot yang berisi tanah.
cara melakukan steak batang


2. Catatlah tanggal berapa kalian mulai menanam.
3. Sirami setiap hari dan rawat dengan baik.
4. Amati dan catatlah berapa lama tunas mulai tumbuh.

3) Merunduk
Merunduk adalah memperbanyak tanaman dengan cara membengkokkan sebagian batang atau ranting dan memendamkannya ke dalam tanah. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara merunduk adalah apel dan bugenvil.
Tanaman yang perkembangbiakan dengan merunduk
Tanaman yang perkembangbiakan
dengan merunduk

4) Okulasi (Menempel)
Okulasi atau menempel adalah cara memperbanyak tanaman dengan menempelkan tunas muda pada ranting atau batang tanaman induk. Tujuan okulasi adalah menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda sehingga mendapatkan tanaman yang sifatnya lebih baik dari induknya. Contoh tanaman yang biasa diokulasi adalah jeruk, rambutan, dan durian.
Perkembangbiakan dengan okulasi dilakukan untuk menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda
Perkembangbiakan dengan okulasi dilakukan untuk menggabungkan
dua sifat tanaman yang berbeda

 5) Kopulasi (Menyambung atau Mengenten)
Kopulasi disebut juga mengenten atau menyambung yaitu menggabungkan batang bawah dan batang atas dari tanaman yang berbeda sehingga diperoleh tanaman baru.

Perkembangbiakan tumbuhan dengan kopulasi menghasilkan jenis tanaman baru
Perkembangbiakan
tumbuhan dengan kopulasi menghasilkan
jenis tanaman baru


Tujuan kopulasi sama dengan okulasi yaitu menggabungkan dua sifat tanaman yang berbeda tetapi masih satu keluarga. Contoh kopulasi antara lain tanaman terung disambung dengan tomat. Contoh buah-buahan yang biasa dikopulasi adalah mangga dan durian.