Prasasti Kebon Kopi

Di Indonesia terdapat 2-prasasti kebon kopi yang letaknya tidak berjauhan yaitu Prasasti dari Kebon Kopi I atau Prasasti-Tapak Gajah dan Prasasti dari Kebon Kopi II atau dikenal dengan prasasti-Pasir Muara. Namun sayang sekali-prasasti dari Kebon Kopi II (prasati Pasir Muara) sudah hilang dicuri sekitar tahun 1940-an. Pakar F. D. K. Bosch, yang sempat mempelajarinya, menulis bahwa prasasti ini ditulis dalam bahasa Melayu Kuno, menyatakan seorang "Raja Sunda menduduki kembali tahtanya" dan menafsirkan angka tahun peristiwa ini bertarikh 932 Masehi.

Prasasti-prasasti ini diberinama kebon kopi dikarenakan sesuai waktu ditemukannnya yaitu saat pembukaan lahan yang akan dipergunakan sebagai kebon / kebun tanaman kopi. Pada saat pembukaan lahan kopi inilah prasasti-prasasti ini ditemukan.

Prasasti pada Kebon kopi II ditemukan di Kampung Pasir Muara, desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada abad ke-19 ketika dilakukan penebangan hutan untuk lahan perkebunan kopi. Prasasti ini terletak kira-kira 1 km dari batu prasasti pada Kebon kopi I (Tapak Gajah).

Isi Kebon Kopi II (prasati Pasir Muara) :

"Ini sabdakalanda rakryang juru pengambat I kawihaji panyaca pasagi marsandeca ~ berpulihkan hajiri Sunda"

artinya:

"Batu peringatan ini adalah ucapan Rakryan Juru Pangambat, pada tahun 458 Saka (932 Masehi), bahwa tatanan pemerintah dikembalikan kepada kekuasaan raja Sunda"

Sedangkan Prasasti pada Kebon kopi I ditemukan di Kampung Muara, desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor, pada abad ke-19 ketika dilakukan penebangan hutan untuk lahan perkebunan kopi. Prasasti dari Kebon kopi pertama kali dilaporkan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864 yang kemudian disusul pendeta J.F.G. Brumun (1868), A.B. Cohen Stuart (l875), P.J. Veth (l878, 1896), H. Kern (1884, 1885, 1910), R.D.M. Verbeek (1891) dan J.Ph. Vogel (1925). Prasasti dari Kebon kopi ini dipahatkan pada salah satu bidang permukaan batu yang “batunya” cukup besar. Prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta yang disusun ke dalam bentuk seloka metrum Anustubh yang diapit sepasang pahatan gambar telapak kaki gajah.

Prasati kebon kopi I


Isi Prasasti ini:
"~ ~ jayavisalasya Tarumendrasya hastinah ~ ~
Airwavatabhasya vibhatidam ~ padadvayam"

Artinya:
"Di sini nampak tergambar sepasang telapak kaki…yang seperti Airawata, gajah penguasa Taruma yang agung dalam….dan (?) kejayaan" 

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kolom diskusi ini maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah dengan bijak.