Konsep Esensial Geografi sebagai Pedoman Geografi

Dalam mempelajari geografi, selain prinsip geografi yang pernah kita ulas ada juga 10 konsep esensial geografi yang akan menjadi pedoman kita dalam mempelajari geografi itu sendiri. 10 Konsep esensial ilmu geografi mencakup konsep lokasi, jarak, keterjangkauan, morfologi, aglomerasi, nilai kegunaan, pola, deferensiasi areal, interaksi, serta keterkaitan keruangan.

10 Konsep Esensial Geografi
Berikut ini akan plengdut.com ulas 10 konsep esensial geografi seperti sudah disebutkan diatas satu persatu.

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu pengetahuan geografi. Secara pokok, konsep lokasi dibedakan menjadi dua, sebagai berikut.
a. Lokasi Absolut
Konsep esensial geografi lokasi absolut ini menunjukkan letak tetap terhadap sistem grid atau koordinat. Untuk menentukan lokasi ini, harus menggunakan letak secara astronomis, yaitu berdasarkan garis lintang & garis bujur. Letak absolut bersifat tetap dan tidak berubah. Contoh konsep lokasi absolut pada esensial geografi  adalah suatu titik berlokasi pada 3 °LS dan 130 °BT terdapat di Papua. Selama standar penghitungan astronomis masih digunakan, maka titik lokasi tersebut tidak akan berubah.
Contoh konsep lokasi absolut pada geografi yaitu peta
Contoh konsep lokasi absolut pada geografi yaitu peta, (gambar: Peta Pulau Irian)
b. Lokasi Relatif
Konsep esensial geografi lokasi relatif sering disebut dengan letak geografis. Lokasi relatif atau letak geografis sifatnya berubah-ubah & sangat berkaitan dengan keadaan sekitarnya. Contoh esensial geografi konsep lokasi relatif adalah suatu daerah terpencil dan sangat jarang penduduknya, tetapi setelah bertahun-tahun ternyata di daerah itu kaya akan tambang, sehingga menyebabkan daerah tersebut menjadi ramai penduduk.

Contoh lokasi relatif adalah daerah pertambangan yang mula-mula sepi menjadi ramai.
Contoh konsep lokasi relatif geografi adalah daerah
pertambangan yang mula-mula sepi menjadi ramai.
2. Konsep Jarak
Jarak dalam geografi berkaitan erat dengan lokasi, dan dinyatakan dengan ukuran jarak lurus di udara yang mudah diukur pada peta. Jarak dapat juga dinyatakan sebagai jarak tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang diperlukan maupun dengan satuan biaya angkutan. Jarak sebagai pemisah antara dua tempat bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Jarak pada hakikatnya adalah pemisah antarwilayah atau tempat, tetapi pengertian pemisah sekarang ini berubah sejalan dengan kemajuan-kemajuan antara lain di bidang teknologi (khususnya sarana transportasi) dan komunikasi.

Dengan berbagai teknologi transportasi (pesawat terbang & kereta api express) dan teknologi komunikasi mutakhir (telepon seluler, mesin faksimili, dan internet) orang dapat dengan mudah dan cepat dalam berhubungan dengan orang lain, sehingga dewasa ini jarak bukan merupakan suatu faktor pemisah atau penghambat dalam kehidupan manusia.

3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan pada ilmu geografi tidak selalu berhubungan dengan jarak. Keterjangkauan lebih berhubungan dengan kondisi medan yang berkaitan dengan sarana angkutan dan transportasi yang digunakan. Suatu tempat dimana tidak memiliki jaringan transportasi & komunikasi yang memadai maka dapat dikatakan daerah tersebut terisolasi atau terpencil. Ada beberapa penyebab suatu daerah mempunyai aksesibilitas atau keterjangkauan yang rendah, di antaranya kondisi topografi daerah tersebut yang bergunung, berhutan lebat, rawa-rawa, atau berupa gurun pasir.

Keterjangkauan atau aksesibilitas suatu daerah yang masih rendah lama kelamaan akan berubah menjadi lebih baik seiring dengan perkembangan kemajuan perekonomian & teknologi. Sebagai contoh kondisi fisik di wilayah Pulau Jawa yang relatif datar mempunyai aksesibilitas yang tinggi, dibandingkan dengan Pulau Irian (Papua) yang aksesibilitasnya rendah karena wilayahnya berupa pegunungan dengan lerengnya yang terjal.

Contoh esensial geografi konsep keterjangkauan: Kota dengan aksesibilitas yang tinggi.
Contoh esensial geografi konsep keterjangkauan: Kota dengan aksesibilitas yang tinggi.
4. Konsep Morfologi
Konsep esensial geografi berikutnya yaitu morfologi. Morfologi merupakan perwujudan bentuk daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan wilayah seperti erosi dan pengendapan atau sedimentasi. Melihat peristiwa tersebut ada wilayah yang berbentuk pulau, pegunungan, dataran, lereng, lembah, dan dataran aluvial. Morfologi dataran adalah perwujudan wilayah yang biasanya digunakan manusia sebagai tempat bermukim, untuk usaha pertanian, dan perekonomian. Pada umumnya, penduduk terpusat pada daerah-daerah lembah sungai besar dan tanah datar yang subur. Wilayah pegunungan dengan lereng terjal sangat jarang digunakan sebagai permukiman. 

5. Konsep Aglomerasi
Konsep Aglomerasi atau pemusatan pada esensial geografi adalah kecenderungan persebaran penduduk yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit & bersifat menguntungkan, karena kesamaan gejala ataupun faktor-faktor umum yang menguntungkan. Penduduk di perkotaan cenderung tinggal secara mengelompok pada tingkat sosial yang sejenis seperti permukiman elit atau mewah, permukiman khusus pedagang, kompleks perumahan pegawai negeri, atau permukiman kumuh. Di daerah pedesaan, pada umumnya penduduk mengelompok di daerah dataran yang subur.

Salah satu keuntungan yang didapat dengan adanya aglomerasi (pemusatan) penduduk dengan tingkat kepadatan tinggi adalah dimungkinkannya suatu sistem ekonomi yang memanfaatkan jumlah penduduk yang besar sebagai daerah pemasaran atau pelayanan, namun meliputi wilayah yang sempit. Dari sini dimungkinkan suatu efisiensi yang tinggi dalam produksi pengangkutan barang maupun pengadaan sarana pelayanan umum.

Contoh konsep aglomerasi pada esensial geografi: Pemukiman padat dan kumuh, salah satu bentuk aglomerasi di perkotaan
Contoh konsep aglomerasi pada esensial geografi: Pemukiman padat dan kumuh, salah satu
bentuk aglomerasi di perkotaan
6. Konsep Nilai Kegunaan
Geografi juga mempelajari konsep nilai kegunaan. Nilai kegunaan suatu fenomena di muka bumi bersifat relatif, artinya nilai kegunaan itu tidak sama, tergantung dari kebutuhan penduduk yang bersangkutan. Misalnya, penduduk yang tinggal di daerah pegunungan, mereka menganggap daerah pegunungan tidak memiliki nilai kegunaan karena mereka berorientasi pada sumber-sumber pertanian di daerah dataran subur di bagian bawah (kaki gunung).

Sebaliknya, penduduk kota menganggap pegunungan memiliki nilai kegunaan tinggi untuk rekreasi, karena suasana alami pegunungan dapat menghilangkan penat akan hiruk pikuk suasana perkotaan.

Pegunungan yang mempunyai nilai kegunaan sebagai sarana rekreasi bagi orang kota.
Contok konsep nilai kegunaan esensial geografi: Pegunungan yang mempunyai nilai
kegunaan sebagai sarana rekreasi bagi orang kota.
7. Konsep Pola
Konsep pola esensial geografi ini mempelajari pola-pola, bentuk, dan persebaran fenomena di permukaan bumi. Geografi juga berusaha memahami makna dari konsep pola tersebut serta berusaha untuk memanfaatkannya. Pola berkaitan dengan susunan, bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang muka bumi. Fenomena yang dipelajari geografi adalah fenomena alami & fenomena sosial.

Fenomena alami seperti aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, & curah hujan. Fenomena sosial misalnya, persebaran penduduk, mata pencaharian, permukiman, dan lain-lain. Contoh Penerapan konsep pola di kawasan perkotaan yaitu, manusia membangun kawasan permukiman dengan pola sedemikain rupa agar memudahkan masyarakat mencapai tempat kerja, sekolah, pasar, sehingga mudah menciptakan kehidupan sehari-hari yang nyaman & sejahtera.

8. Konsep Deferensiasi Areal
Konsep deferensiasi areal pada esensial geografi atau wilayah pada hakikatnya adalah suatu perpaduan antara berbagai unsur, baik unsur lingkungan alam ataupun kehidupan. Hasil perpaduan ini akan menghasilkan ciri khas bagi suatu wilayah (region). Misalnya, wilayah pedesaan dengan corak khas area persawahan sangat berbeda dengan wilayah perkotaan yang terdiri atas area permukiman, pusat-pusat perdagangan & terkonsentrasinya berbagai utilitas kehidupan.

Wilayah pedesaan & perkotaan ini secara bersama-sama dan terus-menerus mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis). Deferensiasai areal juga berakibat terjadinya interaksi penduduk antarwilayah, misalnya mobilisasi penduduk (transmigrasi, urbanisasi, imigrasi dan emigrasi), dan pertukaran barang & jasa.

9. Konsep Interaksi/ Interdependensi
Konsep geografi Interaksi adalah kegiatan saling memengaruhi daya, objek, atau tempat yang satu dengan tempat lainnya. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber daya alamnya dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan tempat lain. Perbedaan tersebut mengakibatkan terjadinya interaksi dan interdependensi antarwilayah. Interaksi antara daerah pedesaan & perkotaan sangat penting peranannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup di antara keduanya.

Bentuk interaksi tersebut misalnya proses pengangkutan hasil pertanian dari desa ke kota, dan proses pengangkutan mesin pertanian dari kota ke desa. Interaksi juga terjadi antara kota yang satu dengan kota yang lain baik dalam bentuk pertukaran barang dan jasa, maupun perpindahan penduduk. Interaksi keruangan terjadi antara unsur atau fenomena setempat dengan fenomena alam ataupun kehidupan.

Contoh esensial geografi konsep interaksi: Proses pengangkutan hasil pertanian sayur mayur dari desa ke kota bentuk interaksi yang terjadi antara desa dan kota.
Contoh esensial geografi konsep interaksi: Proses pengangkutan hasil pertanian
sayur mayur dari desa ke kota bentuk interaksi yang
terjadi antara desa dan kota.


10. Konsep Keterkaitan Keruangan

Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan geografi adalah derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat atau ruang. Fenomena yang dimaksud adalah fenomena alam & fenomena kehidupan sosial. Contoh esensial geografi konsep keterkaitan ruangan adalah keterkaitan antara tingkat erosi dengan kesuburan tanah. Semakin besar tingkat erosi maka kesuburan tanah semakin berkurang.

Itulah tadi 10 konsep esensial geografi yang nantinya akan kita gunakan dalam ilmu geografi maupun saat melakukan penelitian geografi.

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kolom diskusi ini maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah dengan bijak.