Prinsip Prinsip Geografi

Secara teoritis dalam mempelajari geografi perlu dijiwai oleh prinsip prinsip geografi. Kegunaan kita mempelajari prinsip dalam ilmu pengetahuan geografi ini sebagai batasan dalam mempelajari geografi.

Begitu juga jika kita akan melakukan pengkajian geografi, melakukan uraian, pengungkapan faktor, gejala, variabel dalam geografi, kita membutuhkan prinsip prinsip ini untuk melakukan pengamatan. Lalu apa sajakah prinsip geografi itu?

Prinsip prinsip geografi ini meliputi prinsip distribusi, prinsip interrelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi. Berikut ini akan plengdut.com uraikan prinsip prinsip geografi yang sudah kita sebutkan diatas agar kita lebih memahami apa saja yang akan dipelajari pada ilmu geografi.

1. Prinsip Distribusi Geografi
Prinsip distribusi ini pada hakikatnya adalah terjadi persebaran gejala-gejala geosfer yang ada di permukaan bumi, di mana prinsip distribusi (penyebarannya) berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Gejala geografi baik yang menyangkut kondisi fisik maupun sosial tersebar luas di permukaan bumi, tetapi penyebarannya tidaklah merata antara wilayah satu dengan wilayah lainnya.

Cara menerapkan prinsip distribusi ini dengan jalan menggambarkan dan memerhatikan persebaran gejala-gejala geografi di permukaan bumi maka dapat diungkapkan masalah-masalah yang berkaitan dengan gejala dan fakta tersebut, bahkan selanjutnya dapat digunakan untuk meramalkan keadaan pada masa yang akan datang. Prinsip prinsip geografi distribusi dalam ruang ini menjadi kunci pertama dalam studi geografi. Berdasarkan pada prinsip geografi distribusi ini, selanjutnya dapat ditetapkan prinsip geografi yang lain.

Contoh prinsip distribusi:
Sebagai contoh prinsip geografi distribusi adalah persebaran kandungan minyak bumi dan gas di wilayah Indonesia tidaklah merata, lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak mengandung bahan mineral.

Peta persebaran hasil tambang di Indonesia
Contoh prinsip distribusi: Peta persebaran hasil tambang di Indonesia
2. Prinsip Geografi Interrelasi
Prinsip geografi interrelasi ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara gejala geografi yang satu dengan gejala geografi yang lain di muka bumi. Oleh karena itu setelah dilihat persebaran gejala geografi dalam satu ruang atau wilayah tertentu maka dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala geografi satu dengan gejala geografi lainnya. Selain itu dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala-gejala yang ada di permukaan bumi. Misalnya hubungan antara gejala fisik dengan gejala fisik, antara gejala fisik dengan gejala sosial dan antara gejala sosial dengan gejala sosial. Dari prinsip geografi interrelasi tersebut dapat diungkapkan karakteristik geografi dari suatu wilayah.

Contoh prinsip interrelasi:
Sebagai contoh prinsip Interrelasi, usaha pembukaan lahan di hutan untuk keperluan area pertambangan akan menyebabkan terjadinya penebangan hutan dan berubahnya ekosistem satwa dan tumbuhan di area hutan tersebut.

Penebangan hutan untuk pembukaan lahan
Contoh prinsip interrelasi: Penebangan hutan untuk pembukaan lahan
3. Prinsip Geografi Deskripsi
Prinsip geografi deskripsi ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang karakteristik yang spesifik pada gejala geografi. Prinsip ini berdasarkan gejala geografi berdimensi titik, garis, bidang, dan ruang. Prinsip geografi deskripsi ini tidak saja dilaksanakan dengan menggunakan uraian dan peta melainkan juga dapat dilakukan dengan menggunakan diagram, grafik, maupun tabel.

Bentuk-bentuk prinsip deskripsi harus dapat memberikan penjelasan kepada para pembaca agar dapat memahami tentang makna yang dibahas. Prinsip geografi deskripsi digunakan untuk menjelaskan karakteristik gejala geografi yang dipelajari, hubungan antargejala, dan distribusi keruangannya. Dalam geografi urutan kegiatannya antara lain pengumpulan data, klasifikasi data, pemetaan, deskripsi tiap satuan pemetaan. Jadi prinsip deskripsi baru dapat dibuat setelah dilakukan pemetaan tentang kajian geografi yang dimaksud.

Peta curah hujan contoh bentuk penerapan prinsip deskripsi.
Contoh prinsip deskripsi: Peta curah hujan contoh bentuk penerapan
prinsip deskripsi. (Sumber: BMKG)
4. Prinsip Geografi Korologi
Prinsip geografi korologi ini melihat permasalahan geografi dari sudut pandang persebaran, interelasi dan interaksinya dalam suatu wilayah (region) dan ruang tertentu. Ruang ini menunjukkan karakteristik kesatuan gejala geografi, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk. Misal kita melihat definisi bumi, tidak hanya meliputi bagian luar dari kerak bumi tetapi mencakup pula lapisan atmosfer yang mengelilinginya, termasuk air yang ada di bumi, baik air yang ada di permukaan bumi maupun air tanah, serta makhluk hidup yang ada di dalamnya merupakan prinsip korologi.

Contoh prinsip korologi:
Secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa dalam mengkaji gejala geografi pada suatu wilayah baik sempit maupun luas harus ditunjukkan mengenai persebaran gejala geografi, interrelasi antargejala, deskripsi masing-masing gejala dan hubungan keruangannya untuk menerapkan prinsip ini.

Bumi dengan segala isinya dipandang dari prinsip korologi.
Contoh prinip korologi: Bumi dengan segala isinya dipandang
dari prinsip korologi.
Dari prinsip geografi yang sudah dijabarkan diatas, sekarang kita sudah mengerti dan paham apa saja yang akan dipelajari pada ilmu pengetahuan geografi nantinya dan kapan harus menggunakan prinsip ini. Prinsip ini juga nantinya akan menjadi ruang lingkup kita dalam belajar geografi.

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kolom diskusi ini maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah dengan bijak.