4/09/2013

Memerankan Tokoh Drama

Pernahkah kamu menonton sebuah pementasan drama atau teater ? Apakah saat menyaksikan pementasan drama tersebut, kamu turut menjiwai para pelaku dalam membawakan cerita? Bagaimana perasaanmu? Apakah turut sedih, gembira, bahagia, kecewa, atau yang lain? Mampukah kamu bermain drama dan memerankan tokoh sesuai dengan karakternya? Untuk itu, mari kita pelajari materi ini bersama!
 

1. Berlatih Pemeranan

Memerankan suatu tokoh drama memerlukan keahlian, keberanian, dan keterampilan. Jadi, jika kamu ingin bermain bagus, syaratnya kamu harus mampu menguasai teknik pemeranan. Sebelum bermain, berlatihlah untuk memahami Olah vokal atau suara dalam dialog, gerakan, mimik, watak, dan sifat dari tokoh yang akan kamu perankan.

Dialog adalah percakapan atau kata-kata yang diucapkan oleh pemain dalam pementasan drama. Contoh:

Dialog yang baik ialah dialog yang terdengar jelas artikulasinya, dimengerti penonton, dan menjiwai karakter tokohnya. Mimik adalah peniruan dengan gerak-gerik raut muka disertai anggota badan dalam mementaskan sebuah drama. Contoh:

Lelaki: (Terkejut bangun memandang kepala yang baru datang itu dengan mata yang berkunang-kunang). “ Kau...kau ?”

Dalam dialog di atas diperankan dengan mimik wajah yang terkejut, agak sedih, mata berkaca-kaca seolah akan menangis)

Mimik yang baik diperankan sesuai dengan petunjuk naskah drama, dijiwai dan dihayati, jelas, dan tidak ragu-ragu. Jadi, jika kamu memerankan tokoh yang sedang marah, raut mukamu hendaknya menunjukkan orang yang sedang benar-benar menampilkan ekspresi marah, muka merah, mata melotot, berkacak pinggang, alis mata dinaikkan.
 
Demikian juga untuk peran orang yang sedih, ekspresimu harus menunjukkan orang yang benar-benar sedih. Mimik menunjukkan muka yang cemberut, mata berkaca-kaca, dan keluarkan air matamu.
 

2. Berlatih Peran sesuai Dialog Naskah Drama

Agar kamu dapat bermain drama dengan bagus, maka perhatikanlah hal-hal berikut ini.
a. Hafalkan dan pahami teks drama yang akan kamu perankan.
b. Perhatikan wawancang, kramagung, dan dialognya.
  • Wawancang adalah dialog atau percakapan yang harus diucapkan oleh tokoh cerita.
  • Kramagung adalah petunjuk, perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh. Dalam naskah drama, kramagung biasanya ditulis dengan cetak miring dan berada di dalam kurung.
c. Ucapkan dialog secara ekspresif sesuai dengan jenis tokoh dan karakter yang diperankan.
d. Lakukan gerak-gerik (gesture) anggota tubuh/pantomimik sesuai dengan penghayatan perannya.
e. Lakukan gerakan mimik (roman) muka yang sesuai dengan naskah drama.