4/30/2013

Mengatur Format Paragraf

Pada bagian postingan sebelumnya, kamu telah mempelajari bagaimana menyeleksi teks atau dokumen. Seleksi akan digunakan sebelum kamu melakukan pengaturan format paragraf. Dalam arti lain, sebelum kamu melakukan pengaturan format paragraf, teks, atau kelompok teks yang akan diubah harus dalam keadaan terseleksi.

Untuk mengatur format paragraf, pilih Home pada Ribbon, lalu gunakan grup Paragraph. Melalui fungsi-fungsi yang terdapat pada grup ini, kamu dapat melakukan pengaturan-pengaturan yang berkaitan dengan paragraf yang diseleksi.

Grup paragraf pada tab Home.
Grup paragraf pada tab Home.
Selain melalui grup pada Ribbon, kamu dapat pula mengatur paragraf melalui dialog box Paragraph. Dialog Box tersebut dapat dipanggil dengan beberapa cara, sebagai berikut.

1) Menggunakan Paragraph Dialog Box Launcher (di ujung kanan bawah grup Paragraph pada tab Home Ribbon):

Paragraph Dialog Box Launcher.
Paragraph Dialog Box
Launcher.
2) Menggunakan pop-up menu dengan cara klik-kanan pada paragraf yang diseleksi, lalu pilih Paragraph:

Pop-up menu.
Pop-up menu.
3) Menggunakan akses kunci pemanggilan dialog box Paragraph, yaitu Alt+OP.

Ketiga cara tersebut akan sama-sama menampilkan dialog box Paragraph. Dialog box Paragraph yang akan muncul adalah seperti berikut.

Dialog box Paragraph.
Dialog box Paragraph.
Berikut beberapa fungsi yang digunakan dalam pengaturan format paragraf.

a. Perataan (Alignment)

Pada program MSWord terdapat 4 jenis aligment, seperti diperlihatkan pada tabel di bawah ini.

bentuk jenis aligment


Khusus untuk justify dikarenakan kalimat-kalimat dalam paragraf diatur menjadi rata kiri dan kanan, menyebabkan jarak antarkata tidak sama. Ini dikarenakan MSWord memberikan softspace (spasi lunak). Softspace spasi yang diberikan aplikasi di antara kata pada baris tersebut sedemikian rupa sehingga tepi kanan menjadi rata.

Softspace tersebut akan berkurang atau bertambah tergantung pada jumlah kata yang diketikkan dalam setiap barisnya. Hal ini diatur oleh MSWord sendiri. Adapun spasi yang diberikan melalui tombol Space Bar di keyboard dinamakan hardspace. Perhatikan tampilan berikut yang menampilkan kode-kode pemformatan yang default-nya hidden (dengan mengklik simbol berikut pada grup Paragraph)

simbol yang di klik pada grup Paragraph
simbol yang di klik pada grup Paragraph

Tampilan hasil ketikan pada layar
Tampilan hasil ketikan pada layar

b. Penjorokan atau Pelekukan (indentation)

Indentation adalah jarak yang diberikan antara teks ke margin kiri atau antara teks ke margin kanan. Terdapat 2 cara pemberian indentation, yaitu menambah (increase indent) dan mengurangi (decrease indent).

Contoh:
contoh indentation
Contoh indentation
Kamu dapat menggunakan icon berikut ini:

atau menggunakan tombol TAB keyboard (increase indent) atau Shift+TAB (decrease indent). Dengan penggunaan cara ini, lebar indentation yang diberikan akan mengikuti lebar Tab Stop Default dari MSWord (yaitu 0,5 in atau 1.27 cm saat MSWord baru diinstalasi).
Jika diinginkan, indentation dengan nilai default-nya tertentu maka dapat dilakukan penyetelan melalui dialog box Paragraph, yaitu dengan mengklik tombol Tabs.

Dialog box paragraph tombol tabs.
Dialog box paragraph
tombol tabs.
Pembahasan lebih lanjut mengenai tombol Tabs ini, dapat kamu pelajari pada bagian pembahasan Tab Stops.

Jika kamu menginginkan indentation dengan lebar yang bebas (ditentukan sendiri), kamu dapat melakukan pengaturannya melalui dialog box paragraph.

Pengaturan indentation melalui dialog box Paragraph.
Pengaturan indentation
melalui dialog box Paragraph.
Pengaturan indentation dapat juga dilakukan dengan menggunakan Ruler. Pengaturan indentation melalui Ruler dapat dilakukan dengan cara mengubah posisi penggeser (slider) Left Indent atau Right Indent seperti berikut.

Pengaturan indentation melalui Ruler.
Pengaturan indentation melalui Ruler.
Info:
Jika kamu menggunakan justify dan punya suatu baris yang berisi kata-kata yang cukup panjang, maka softspace antarkata menjadi banyak sekali. Dengan alasan estetika, untuk mengatasinya, biasanya orang akan mengaktifkan hyphenation (pemenggalan kata) yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

c. Jenis-jenis Penampilan Paragraf

Pada umumnya sebuah paragraf dituliskan tanpa indent (sama dengan margin kiri), ini diterapkan untuk dokumen surat. Adapun untuk karangan ilmiah maupun karangan sastra, paragraf biasanya dituliskan atau ditampilkan dengan indentation beberapa karakter untuk baris pertama saja (first line).
Contoh:


Pengaturan paragraf jenis ini dapat dilakukan melalui dialog box Paragraph, maupun melalui Ruler.

Pengaturan paragraf dengan indentation.
Pengaturan paragraf dengan
indentation.
Info:
Selama First Line Indent ini tidak diatur ulang, paragraf yang ditulis akan mengikuti penyetelan sebelumnya.
Untuk kebutuhan tertentu, kamu dapat menuliskan atau menampilkan paragraf yang baris pertamanya tanpa indentation, namun baris teks berikutnya dengan indentation. Jenis paragraf ini disebut sebagai paragraf gantung (hanging paragraph).

Contoh:


Pengaturan tersebut dapat dilakukan dengan cara memilih jenis paragraf "hanging":

Pengaturan jenis paragraf Hanging.
Pengaturan jenis paragraf
Hanging.
Info:
Penyetelan paragraf yang dilakukan melalui dialog box atau Ruler (dengan mengubah posisi Left Indent, Hanging Indent, maupun First Line Indent) sama saja, keduanya akan saling mempengaruhi. Pengaturan melalui dialog box akan mengubah Ruler, demikian juga sebaliknya.

d. Spasi Baris serta Spasi Sebelum dan Sesudah Teks

Pengaturan spasi (baris) dapat dilakukan dengan cara memilih Line Spacing pada dialog box Paragraph. Tampilannya adalah seperti berikut.

Line Spacing pada dialog box Paragraph.
Line Spacing pada dialog
box Paragraph.
Contoh:


Adapun fungsi Spacing Before dan After adalah untuk mengatur jarak teks dengan objek atau teks lain sebelumnya atau sesudahnya.
Contoh:

Pengaturan spasi.
Pengaturan spasi.

e. Penggunaan Tab Stops

Tab Stops digunakan untuk mengatur posisi penulisan teks pada jarak-jarak tertentu (format tabulasi non tabel). Contoh penggunaan Tab Stops seperti pada penulisan berikut.


Pada penulisan tersebut penulisan alamat dan kota tidak menggunakan space bar, namun menggunakan tombol TAB dari keyboard.
Posisi setiap Tab Stops memiliki nilai standar, yaitu setiap 0,5 in (1,27 cm). Nilai standar ini merupakan nilai pada saat MSWord baru diinstalasi. Hal ini ditunjukkan oleh Ruler seperti pada ilustrasi berikut.

Posisi Tab Stops pada Ruler.
Posisi Tab Stops pada Ruler.
Posisi dari Tab Stops dapat diubah atau dimodifikasi dengan dua cara. Kedua cara itu dijelaskan sebagai berikut.

1) Melalui Ruler, dengan Cara Mengklik pada Lokasi yang Diinginkan

Perhatikan ilustrasi berikut.

Memodifikasi posisi Tab Stops.
Memodifikasi posisi Tab Stops.
Tanda "tab" yang sudah dibuat dengan cara di atas dapat dibuang atau dihapus. Caranya adalah mengkliknya, kemudian drag keluar dari Ruler.

2) Menggunakan Dialog Box Paragraph > Tabs

Cara kedua dilakukan dengan menggunakan dialog box Paragraph kemudian, pilih tabs.

Dialog Tabs.
Dialog Tabs.
Jika nilai Tab Stops diubah dan jenis paragrafnya diatur pada jenis First Line maka nilai Tab Stops yang pertama dan menjadi nilai indentation baris pertama untuk setiap paragraf yang dibuat. Demikian pula jika jenis paragrafnya diatur pada jenis Hanging. Nilai Tab Stops yang pertama akan menjadi nilai indentation semua baris (kecuali baris pertama) setiap paragraf yang dibuat.

f. Leader

Leader merupakan karakter penghubung tertentu yang menghubungkan teks dengan setiap Tab Stops. Hal ini seperti ditunjukkan pada contoh berikut. 


Kamu dapat melakukan pengaturan leader melalui dialog box Tabs dengan memilih jenis leader-nya.

Pengaturan leader melalui dialog box Tabs.
Pengaturan leader melalui
dialog box Tabs.

 g. Alignment pada Tab Stops

Tipe alignment (perataan) dari Tab Stops defaultnya adalah rata kiri. Namun, kamu dapat mengubahnya sesuai kebutuhan. Tipe dicirikan dengan jenis Tab Stops berikut.

 Rata kiri: Tanda ini akan membuat setiap teks berada di sebelah kanan Tab Stops.


Tengah: Tanda ini menjadi acuan titik tengah dari teks yang berada pada Tab Stops.


Rata kanan: Tanda ini akan membuat setiap teks berada di sebelah kiri Tab Stops.


Desimal: Tanda ini menjadi posisi desimal angka yang diketikkan (jenis desimal koma atau titik tergantung penyetelan Regional & Language pada Control Panel).

Bar Tab Stops: Tanda ini tidak memposisikan teks, hanya memberikan batang vertikal pada Tab Stops.

Tipe Tab Stops ini akan muncul pada Ruler. Pemberian jenis Tab Stops tersebut dapat dilakukan langsung pada Ruler atau melalui dialog box. Tipe Tabs Stops ini dapat diubah atau diedit. Untuk mengubah atau mengeditnya dapat dilakukan dengan 2 cara sebagai berikut.

1) Melalui Dialog Box

Untuk mengubah atau mengedit Tabs Stops melalui dialog box, langkah pertama adalah pilih dulu Tabs Stops yang akan diubah jenis-nya. Hal ini dilakukan dengan menyorot atau klik pada Tabs Stops yang akan diubah pada dialog box Tabs. Kemudian, ganti jenis-nya.

Mengubah Tabs Stops melalui dialog box.
Mengubah Tabs Stops
melalui dialog box.

2) Melalui Ruler

Untuk mengubah atau mengedit Tabs Stops melalui Ruler, dilakukan dengan mengklik ganda pada tanda Tabs Stops yang akan diubah. Hal ini akan memunculkan dialog box seperti pada cara yang pertama.

Memunculkan dialog box melalui Ruler.
Memunculkan dialog box
melalui Ruler.
Contoh Bar tab stop dan Decimal tab stop adalah sebagai berikut.

Bar tab stop dan Decimal tab stop.
Bar tab stop dan Decimal
tab stop.

h. Bullets and Numbering

Bullets and Numbering merupakan fasilitas pada MSWord yang digunakan untuk menyatakan urutan atau hierarki penulisan pada suatu dokumen. Bentuk-bentuknya adalah sebagai berikut.

1) Bullets adalah itemik tak berurut (unordered list).

Contoh:

 

2) Numbering adalah itemik berurut (ordered list).

Contoh:

 

3) Bullets multilevel (bullets bertingkat).

Contoh:

4) Numbering multilevel (numbering bertingkat).

Contoh:





5) Bullet dan numbering multilevel (campuran).

Contoh:


Pemberian dan penghapusan bullets dan numbering dapat kamu lakukan melalui grup Paragraph pada Ribbon di Tab Home seperti berikut.

Bullets dan Numbering
Bullets dan Numbering
Selain itu, kamu dapat pula menggunakan cara lain seperti berikut.
1) Menunggu munculnya pop-up menu sesaat setelah melakukan seleksi kelompok teks.
2) Dengan klik kanan pada kelompok teks yang akan diberi atau akan diubah Bullets dan Numbering-nya.
Pada pop-menu yang muncul, pilih Bullets atau Numbering.
Bullets and Numbering yang sudah kamu buat, dapat kamu format dan berikan opsi lain sehingga terlihat lebih menarik. Beberapa format dan opsi yang dapat kamu lakukan, di antaranya sebagai berikut.

1) Mengganti warna bullets atau numbering. 

Caranya, klik pada Bullets atau Numbering sedemikian sehingga terseleksi. Lalu, lakukan seperti halnya mengganti warna Font.


2) Mengubah indentation bullets atau numbering.

Caranya klik kanan pada kelompok teks Bullets atau Numbering, pilih Adjust List Indents.

3) Menyetel nomor urut numbering.

Caranya klik kanan pada kelompok teks Bullets atau Numbering, pilih Set Numbering Value.

4) Reset penomoran atau melanjutkan penomoran pada numbering. 

Untuk mereset penomoran lakukan dengan cara klik kanan pada kelompok teks Bullets atau Numbering, pilih Restart at 1. Adapun untuk melanjutkan penomoran, caranya klik kanan pada kelompok teks Bullets atau Numbering, pilih Continue Numbering.


5) Mengganti level pada multilevel bullets atau numbering.

Untuk melakukannya klik kanan pada kelompok teks Bullets atau Numbering, pilih Bullets atau Numbering, lalu pilih Change List Level.


i. Penghalamanan (Pagination)

Pagination adalah penanganan suatu paragraf terkait dengan pergantian halaman (page break). Aspek-aspek pagination adalah sebagai berikut.

  1. Penyetelan agar suatu baris pertama paragraf tidak berdiri sendiri di suatu halaman dan baris lainnya ada di halaman berikutnya (widow control).
  2. Penyetelan agar suatu baris terakhir paragraf tidak berdiri sendiri di suatu halaman dan baris lainnya ada di halaman sebelumnya (orphan control).
  3. Tidak membiarkan suatu baris (biasanya judul/subjudul) berdiri sendiri, sementara deskripsinya ada di halaman berikutnya (keep with next).
  4. Tidak mengijinkan ada page break di tengah paragraf (keep lines together).
  5. Menyetel agar diberi page break pada awal baris. Ini biasa diterapkan pada subjudul yang diinginkan seperti itu (page break before).
Untuk menggunakan aspek-aspek Pagination, klik tab Line and Page Breaks pada dialog box Paragraph, seperti berikut.

Menggunakan aspek-aspek pagination.
Menggunakan aspek-aspek
pagination.

No comments: