4/09/2013

Merangkum Isi Wawancara

Kamu tentu pernah mendengar sebuah wawancara dari radio, televisi, atau secara langsung dari seorang wartawan, bukan? Wawancara yang kamu dengarkan akan lebih bermakna apabila kamu dapat memahami isi pokok wawancara tersebut.

1. Pengertian Wawancara

Wawancara merupakan salah satu kegiatan berbahasa dalam bentuk tanya jawab untuk mencari informasi atau data-data kepada narasumber secara lisan. Narasumber adalah orang yang dipilih karena keahliannya, kepandaiannya, dan lebih paham mengenai topik yang diangkat dalam wawancara. Kali ini, kamu akan berlatih untuk mendengarkan sebuah wawancara, kemudian merangkum isi dan informasinya. Lantas bagaimana caranya? Mari kita pelajari bersama!
 

2. Merangkum Hasil Wawancara

Hasil laporan wawancara dapat kamu rangkum dengan baik, asalkan kamu memahami langkah-langkahnya. Langkah-langkah merangkum hasil wawancara antara lain sebagai berikut.
  • Tulislah dahulu identitas narasumber dan si pewawancara.
  • Simaklah dengan saksama penjelasan narasumber.
  • Pahamilah pokok-pokok informasi yang penting dari narasumber. Biasanya informasi pokok tersebut diucapkan narasumber dengan tekanan lambat namun jelas. Oleh karena itu, kamu harus jeli ketika menyimak.
  • Buatlah pokok-pokok garis besar informasi wawancara menjadi kerangka uraian informasi.
  • Dari kerangka tersebut kembangkan menjadi bentuk rangkuman wawancara yang informatif, jelas, dan mudah dipahami orang lain.

3. Bentuk-Bentuk Laporan Wawancara

Bentuk penulisan laporan hasil wawancara ada tiga macam. Bentuk tersebut adalah bentuk penulisan dialog, bentuk uraian, dan bentuk gabungan (dialog dan uraian). Bentuk dialog adalah bentuk yang mempertahankan keaslian dari kalimat pertanyaan dan kalimat jawaban dari narasumber. Bentuk uraian adalah bentuk yang berupa naratif dari narasumber. Penulis harus pandai mendeskripsikan seluruh jalannya wawancara. Bentuk gabungan (dialog dan uraian) merupakan bentuk yang sering digunakan dalam laporan berita. Bentuk laporan jenis ini, penulis menampilkan sesuai keadaan asli dalam bentuk langsung.

Tutuplah buku pelajaranmu, dengarkanlah dari VCD tentang wawancara yang diputarkan oleh guru. Namun, jika tidak ada dengarkanlah pembacaan teks wawancara berikut yang akan dibacakan oleh dua orang temanmu!

Lely Tobing
Air Putih dan Senam Otak (Brain Gym)

Sukses menerapkan brain gym (senam otak) pada Marco anaknya, Lely lalu menerapkannya di Twinkly Stars sejak 2005. ‘’Waktu saya terapkan ke anak saya dan ternyata jalan, saya pikir, untuk anak-anak usia dini mungkin akan sangat membantu, saya bilang sama guru-guru, yuk kita coba,’’ ujar pemilik nama lengkap Lely Aromawati Tobing ini.

Leli Tobing pakar
Brain Gym.

 
Anda telah berkeliling ke banyak kota di Indonesia memberikan pelatihan brain gym. Bagaimana pengalaman Anda? 
Pengalaman saya, yang pasti ibu-ibu kelihatannya antusias. Memang pesertanya ibu-ibu usia 28-35 tahun. Ada yang lebih muda, tapi tidak banyak. Ada juga beberapa peserta yang ikut terus. Ini kan berpindahpindah, itu datang terus. Saya senang. Tapi, saya selalu katakan di akhir acara, karena keterbatasan waktu, saya bilang, ada kok bukunya. Yang penting saya bagikan kepada mereka tipsnya. Lakukan berulang-ulang, jangan dipaksakan. Lakukan dengan nyaman, dengan rileks. Toh, intinya lebih pada waktu yang berkualitas dengan anak. Dan, itu sudah saya terapkan ke anak saya. 
 
Anda belajar brain gym di mana?
Teman saya yang menganjurkan saya memakai brain gym untuk anak saya Marco, sekolahnya juga baru menerapkan brain gym. Akhirnya saya ikut workshop- nya. Kebetulan workshop itu dilakukan di Jakarta, tapi di-organisir oleh institusi dari luar negeri. Ini pun tidak selalu ada. Kadang-kadang, kalau kita mau memperdalam ilmu kita, harus ke Australia, ke Singapura, untuk mendukung brain gym ini. Terus, saya terapkan ke anak saya. Pokoknya sebelum belajar kita lakukan dulu, habis itu belajar.

Saat diterapkan ke anak Anda, bagaimana hasilnya?
Instan, langsung saya lihat. Fokusnya membaik, terus untuk hafalan saya tanya, dia bisa jawab. Tapi, tidak bisa dua jam. Saya lihat mulai blank lagi, saya lakukan lagi. Saya ulang lagi proses itu. Nanti dia akan membaik untuk jangka waktu tertentu.

Tapi, kan lewat dua jam anak Anda tak bisa fokus lagi?

Tidak sampai dua jam. Kadang-kadang kurang, kalau dia lagi capek atau tidak terlalu suka dengan pelajarannya. Tapi, kan tidak ada pilihan. Pelajaran itu semua harus dihadapi. Jadi, saya harus ulang lagi, mungkin 3-4 kali dalam waktu dua jam itu. Saya selalu siapkan air putih, karena dua per tiga dari tubuh kita mengandung air kan. Jadi, air putih itu bisa menambah energi, paling tidak bisa mengantar energi lebih cepat ke anak, jadi rileks. Itu saya biasakan. Tidak boleh minum teh manis, teh botol. Air putih, selama dia belajar.

Anda sudah memiliki berapa gerakan brain gym ini?
Brain gym ini sebenarnya juga ilmu terapan dari beberapa bidang ilmu, salah satunya dari Jin Shia Tsu. Itu ilmu pengobatan Timur. Mulanya lebih concern membantu anak-anak yang kesulitan dalam belajar. Misalnya, kenapa anak tidak bisa fokus, tidak bisa konsentrasi. Dari situlah baru dikembangkan metode ini. Nah, di Twinkly Stars Early Childhood Centre, kami kembangkan lagi. Jadi, kami tidak menyebutnya hanya brain.

Setelah menerapkannya di Twinkly Stars, bagaimana respons para orang tua siswa?
Karena brain gym ini kita terapkan di sekolah dari tahun 2005, semenjak saya mengambil kursus, mereka sendiri bisa melihat bahwa anak-anaknya yang usia 4-6 tahun enjoy melakukannya. Ada yang mengajari orang tuanya. Sementara booming senam otak ini di Indonesia kan 2007.

Setelah mengelola Twinkly Stars ini, apa lagi yang akan Anda lakukan?
Saya ingin memperdalam lagi pengetahuan saya dalam ilmu pendidikan dasar. Saya ingin buat SD, kelanjutan dari sekolah ini, menanggapi keinginan orang tua, dengan pendidikan yang terjangkau. Kalau seandainya semuanya baik, kalau Tuhan memberikan saya semuanya dengan baik, mudah-mudahan 2009 saya bisa punya SD.
Sumber: Republika, 3 Februari 2008

Coba kerjakan latihan berikut ini berdasarkan hasil simakanmu!
1. Siapakah narasumber dalam kegiatan wawancara di atas?
2. Tuliskan kelebihan atau keistimewaan dari narasumber di atas!
3. Apa yang kamu ketahui tentang brain gym?
4. Coba kamu tulis beberapa daftar pertanyaan yang diajukan si pewawancara terhadap narasumber!
5. Menurutmu, bagaimana jika di sekolahmu diadakan pelatihan brain gym? Berikan penjelasanmu!

Tugas Berikutnya:
1. Coba kamu tulis informasi yang terdapat dalam hasil wawancara di atas.
2. Tulis dengan langkah-langkah yang telah kamu pelajari.
3. Susun menjadi bentuk laporan berupa rangkuman informasi wawancara secara jelas dan sistematis.
4. Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.
5. Bandingkan dengan aslinya! Apakah pokok-pokok isinya hampir sama?