Ekonomi: Manusia dan Kebutuhan

Manusia setiap hari dihadapkan pada berbagai kebutuhan. Kebutuhanmu tentu berbeda dengan kebutuhan ibumu, begitu juga usaha untuk memenuhinya. Sebagai pelajar yang masih belajar, kamu mempunyai kebutuhan alat-alat tulis, buku pelajaran seperti fisika, kimia, biologi dan lain sebagainya, tas sekolah, dan sepatu. Di samping itu, mungkin kamu juga memerlukan komputer dan kendaraan bila sekolahmu jauh, serta hiburan atau bermain dengan teman-temanmu. Nah, betapa beragamnya kebutuhan tersebut. Itu baru kebutuhan dari pihak kamu, belum kebutuhan ibu, bapak, atau saudaramu yang lain.

Mini market merupakan salah satu lokasi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hariDari kenyataan di atas menunjukkan bahwa kebutuhan pada manusia beraneka ragam dan sifatnya tidak terbatas, baik kebutuhan secara fisik maupun secara rohani yang semuanya memerlukan pemenuhan. Akan tetapi, keragaman kebutuhan yang ada pada manusia tersebut tidak semuanya dapat dipenuhi dengan alat pemuas kebutuhan yang ada. Untuk itulah manusia perlu menyusun skala prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi agar tercapai kemakmuran.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa kebutuhan adalah keinginan manusia atas barang dan jasa yang beraneka ragam untuk dapat terpenuhi dengan alat atau sarana yang ada, sehingga tercapai kemakmuran.

Berdasarkan pengertian yang telah kamu dapatkan, maka kebutuhan dari manusia dapat dibagi menurut intensitas, sifat, waktu penggunaan, dan subjek atau konsumennya.

1. Kebutuhan Menurut Intensitasnya
Dilihat dari intensitasnya atau tingkat kepentingannya, kebutuhan manusia dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Kebutuhan primer, artinya sebuah kebutuhan pada manusia yang mutlak harus dipenuhi terlebih dahulu, misalnya makanan yang bisa didapat dari mengolah daging hewan dan tumbuh-tumbuhan, air minum (air mineral), pakaian, dan perumahan.

b. Kebutuhan sekunder, artinya bentuk kebutuhan yang sifatnya sebagai pelengkap setelah kebutuhan primer terpenuhi. Misalnya meja, kursi, lemari, peralatan atau perlengkapan rumah tangga.

c. Kebutuhan tersier, artinya jenis kebutuhan terhadap barang-barang mewah. Kebutuhan tersier dipenuhi setelah terpenuhinya kebutuhan primer dan sekunder. Misalnya rumah mewah dan pakaian hasil karya perancang luar negeri.

2. Kebutuhan Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya, kebutuhan dibedakan menjadi dua macam yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

a. Kebutuhan jasmani, artinya tipe kebutuhan yang berupa barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan jasmani atau fisik manusia. Misalnya makan, pakaian, dan olahraga.

b. Kebutuhan rohani, artinya macam kebutuhan dari manusia yang bersifat kejiwaan atau rohani. Misalnya hiburan, agama, pendidikan, rekreasi, keindahan, kenyamanan, dan keamanan.


3. Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhannya
Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan kebutuhan mendatang.

a. Kebutuhan sekarang, artinya kebutuhan yang harus dipenuhi pada saat dibutuhkan. Misalnya buku dan alat tulis bagi siswa, obat bagi orang sakit, makan, minum, berpakaian, dan sebagainya.

b. Kebutuhan mendatang, artinya suatu kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditangguhkan tetapi sekalipun demikian perlu dipersiapkan dari sekarang misalnya tabungan dan payung sebelum musim penghujan.

4. Kebutuhan Menurut Subjek atau Konsumennya
Dilihat dari subjek atau konsumen yang memerlukannya, kebutuhan dapat dibedakan menjadi kebutuhan perseorangan (individu) dan kebutuhan masyarakat (sosial).

a. Kebutuhan perseorangan (individu) artinya ragam kebutuhan yang langsung berhubungan dengan pribadi-pribadi manusia. Misalnya kacamata bagi orang yang membutuhkan kacamata, alat pertanian bagi petani, dan buku pelajaran bagi pelajar.

b. Kebutuhan masyarakat (sosial), artinya sebuah kebutuhan untuk umum atau masyarakat yang mempunyai kepentingan sama. Misalnya jalan, jembatan, sekolahan, pasar, waduk, dan bendungan.