Teori Atom Thomson

Setelah tahun 1897 Joseph John Thomson berhasil membuktikan dengan tabung sinar katode bahwa sinar katode adalah berkas partikel yang bermuatan negatif (berkas elektron) yang ada pada setiap materi maka tahun 1898 J.J.Thomson membuat suatu teori atom. Menurut Thomson, atom berbentuk bulat di mana muatan listrik positif yang tersebar merata dalam atom dinetralkan oleh elektron-elektron yang berada di antara muatan positif. Elektron-elektron dalam atom diumpamakan seperti butiran kismis dalam roti, maka Teori Atom Thomson juga sering dikenal Teori Atom Roti Kismis.



Teori atom Thomson (Sumber: Encyclopedia Britannica,inc)
Tabung sinar katode dengan
medan listrik yang tegak lurus dengan arah sinar
katode dan medan magnetik luar. Lambang U dan S menandakan
kutub utara dan selatan magnet. Sinar katode akan menumbuk ujung tabung
di A dengan adanya medan listrik, di C dengan adanya medan listrik, dan di
B di mana tidak ada medan luar atau ketika pengaruh medan listrik dan
medan magnetik saling menghilangkan.