Busana Wayang

Busana yang dikenakan oleh berbagai tokoh wayang memiliki ragam nama dan bagian yang berbeda-beda dari tiap-tiap tokoh yang menunjukkan tingkat kehidupan sosial dan karakter yang dimiliki oleh masing-masing tokoh wayang, dan dari masing-masing bagian busana tersebut memiliki jenis yang beragam pula, yaitu :

1. Busana Bagian Atas hingga Pinggang.
Busana bagian atas ini meliputi tutup kepala, sanggul, jamang, sumping, kalung, kelat bahu, sabuk. Tutup kepala, jenis-jenisnya adalah Mahkota (Makutha), Topong (raja muda/adipati), Kethu, Kopyah mekena, Serban, Kopyah, dan Kethu depak.

Makutha (Mahkota)
Makutha (Mahkota)
Topong
Topong
Batara Narada dengan mengunakan Serban
Batara Narada dengan mengunakan Serban
Serban Pendeta
Serban Pendeta
Kopyah Panakawan
Kopyah Panakawan
Kopyah Mekena tanpa jamang
Kopyah Mekena tanpa jamang
Kopyah berjamang sembuliyan dan menggunakan garuda mungkur.
Kopyah berjamang sembuliyan dan menggunakan
garuda mungkur.
Jenis-jenis Sanggul (gelung) yaitu Sanggul Supit Urang (gelung lengkung). Yang dimaksud dengan sanggul supit urang atau gelung lengkung, ialah bentuk gelung yang melingkar dan melengkung ke atas seperti bentuk capit udang. Sanggul jenis ini terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu Supit Urang polos tanpa hiasan seperti yang dikenakan oleh tokoh wayang Anoman, Bima, Arjuna, Nakula-Sadewa, dan lain-lain yang sejenis.

Gelung Supit Urang Polos
Gelung Supit Urang Polos
Supit Urang garuda mungkur, ialah bentuk gelung yang pada bagian belakangnya menggunakan hiasan garuda mungkur seperti yang dikenakan oleh tokoh wayang Setyaki, Samba, Abimanyu, dan lain-lain yang sejenis.

Gelung supit urang dengan garuda mungkur.
Gelung supit urang dengan garuda mungkur.
Supit Urang Sanggan, ialah bentuk gelung yang bersumping seperti yang terlihat pada wayang Nakula dan Sadewa.

Gelung supit urang sanggan.
Gelung supit urang sanggan.
Sanggul Keling terdapat 2 macam bentuk dari sanggul keling, yaitu Gelung keling putri (putren) seperti yang dikenakan oleh tokoh wayang Dewi Drupadi, Sumbadra, Supraba, dan kuntinalibrata. Gelung keling putra seperti yang dikenakan oleh tokoh wayang Prabu Puntadewa, prabu Drupada, Raaden Jayajrata, dan lain-lain yang sejenis.

Gelung keling pada wayang putri
Gelung keling pada wayang putri
Gelung keling tanpa jamang, pada wayang putra
Gelung keling tanpa jamang, pada wayang putra
Sanggul Keling menggunakan jamang dan garuda mungkur
Sanggul Keling menggunakan jamang dan garuda
mungkur
Sanggul gembel menggunakan jamang dan garuda mungkur
Sanggul gembel menggunakan jamang dan garuda
mungkur
sanggul bundel dengan garuda mungkur
sanggul bundel dengan garuda mungkur
Sanggul ukel pada wayang putri
Sanggul ukel pada wayang putri
Jamang sebenarnya merupakan ikat kepala apabila tokoh wayang tersebut tidak mengenakan mahkota. Penggunaan jamang pada mahkota untuk menandakan bahwa tokoh wayang tesebut memiliki jabatan, misalnya wayang raja dan atau satria.

Jamang memiliki beberapa bentuk yaitu Jamang bersusun 2 (dua). Jumlah susunan tersebut berdasarkan tingkat keagungan tokoh wayang raja. Jamang bersusun tiga atau bersusun dua tetapi menggunakan hiasan garuda mungkur. Bentuk jamang dengan ragam hias tanaman rambat, biasanya dekenakan oleh wayang satria berwajah luruh. Jamang pancaran cahaya, ialah bentuk jamang dengan motif cahaya yang sedang memancar.

Mahkota (makutha) dengan jamang bersusun tiga
Mahkota (makutha) dengan jamang bersusun tiga
Jamang bersusun tiga dengan garuda mungkur
Jamang bersusun tiga dengan garuda mungkur
bentuk jamang dengan ragam hias tanaman rambat
bentuk jamang dengan ragam hias tanaman rambat
Kilat/kelat Bahu ialah jenis hiasan yang dikenakan pada bagian lengan yang menunjukkan tingkat jabatan atau harkat dan martabat dari tokoh wayang. Ada 4 (empat) macam bentuk kelat bahu, yaitu Kelat bahu Naga mangsa, Kelat bahu Garuda mangsa, Kelat bahu Calumpringan, Kelat bahu Candrakirana.

Kelat bahu Nagamangsa
Kelat bahu Nagamangsa
Kelatbahu Candrakirana
Kelatbahu Candrakirana
Kelat bahu Calumpringan
Kelat bahu Calumpringan
Sumping merupakan hiasan pada daun telinga yang difungsikan sebagai penjepit mahkota atau jamang. Jenis-jenisnya adalah Sumping Surengpati, Sumping waderan, Sumping bunga kluwih, Sumping pudak sinumpet, Sumping gajah oling, Sumping bunga pacar, Sumping bunga telekan.

Sumping Surengpati
Sumping Surengpati
Sumping Waderan
Sumping Waderan
Sumping Sekar Kluwih
Sumping Sekar Kluwih
Sumping Pudak Sinumpet
Sumping Pudak Sinumpet
Kalung merupakan hiasan pada leher, yang apabila ditilik dari bentuknya dapat menunjukkan tingkat jabatan, harkat dan martabat dati tokoh wayang tersebut. Terdapat beberapa jenis kalung yaitu Kalung kebomengah atau kalung makara, Kalung tanggalan atau kalung roda, Kalung ulur-ulur naga karangrang, Kalung saputangan, Kalung selendang, Kalung genta.

Kalung makara/kebo mengah
Kalung makara/kebo mengah
Ulur-ulur Naga karangrang
Ulur-ulur Naga karangrang
Kalung Saputangan
Kalung Saputangan
Kalung Selendang
Kalung Selendang
Adapun jenis-jenis ikat pinggang adalah Sembuliyan tunggal, Sembuliyan rangkap, Lipatan kain (Suwelan), Sabuk setagen, Sabuk pending, Sabuk kain (kemben), Sabuk rangkap, Sabuk sembung.

Sembuliyan Tunggal
Sembuliyan Tunggal
Sembuliyan Rangkap
Sembuliyan Rangkap
Lipatan Kain (suwelan)
Lipatan Kain (suwelan)
Sabuk Kain (kemben)
Sabuk Kain (kemben)
Sabuk Sembung
Sabuk Sembung
Sabuk Stagen
Sabuk Stagen
2. Busana Bagian Bawah
Busana bagian bawah dapat dibedakan dari tingkat sosial, jabatan dari tokoh wayang tersebut, misalnya raja, satria, pendeta, punggawa, panakawan. Selain dibedakan dari kedudukan atau jabatan masing-masing tokoh wayang dapat juga dilihat dari golongan wayang yaitu wayang bokongan (bokong = pantat), wayang jangkahan dan wayang raksasa.

Wayang Bokongan dengan tepi kain alusan (halus), sarung keris jenis manggaran dengan untaian bunga. Tokoh wayang yang menggunakan busana jenis ini yaitu golongan satria dengan bentuk mata gabahan (gabah = padi), misalnya Arjuna dan Basukarna, golongan satria dengan bentik mata kedelai misalnya Narasoma,dan Matswapati, golongan satria dengan bentuk mata bulat misalnya Kurupati.

Tatahan Manggaran
Tatahan Manggaran
Wayang bokongan bertepi kain halus dalam bentuk tatahan. Tokoh wayang yang menggunakan busana jenis ini memiliki watak dan karakter yang lembut dan sederhana, misalnya Arjuna sepuh (tua). Wayang bokongan dengan sembuliyan adalah busana bagi tokoh wayang golongan satria muda, misalnya Permadi, Samba, Abimanyu, dan sebagainya. Wayang bokongan bertepi sembuliyan, keris manggaran dengan untaian bunga serta uncal.

Wayang Bokongan tepi kain halus
Wayang Bokongan tepi kain halus
Wayang Bokongan dengan sembuliyan
Wayang Bokongan dengan sembuliyan
Wayang bokongan bertepi sembuliyan, keris manggaran dengan untaian bunga serta uncal. Busana jenis ini pada umumnya merupakan busana yang dikenakan oleh para raja atau satria putra raja, misalnya Pandudewanata, Prabu Sentanu, dan sebagainya. Wayang bokongan miring atau lonjong. Busana jenis ini biasanya dikenakan oleh raja, misalnya Prabu Drupada, Puntadewa, dan sebagainya.

Wayang Bokong Miring
Wayang Bokong Miring
Wayang Jangkahan dengan busana bagian bawah menggunakan uncal kencana. Biasanya dikenakan oleh tokoh wayang golongan putra raja atau satria, misalnya Abimanyu, Rama, dan sebagainya.

Uncal Kencana
Uncal Kencana
Uncal Wastra
Uncal Wastra
Wayang jangkahan dengan busana bagian bawah menggunakan uncal wastra dan uncal kencana. Biasanya dikenakan oleh golongan raja, misalnya prabu Baladewa, Prabu Boma Narakasura, dan lain-lain. Wayang jangkahan dengan busana bagian bawah menggunakan jubah, bersepatu, keris tersisip (yothe) di depan. Busana jenis ini biasa dikenakan untuk tokoh wayang golongan dewa dan pendeta, misalnya Resi Abiyasa, Brama, Wisnu, dan lain-lain.

Uncal merupakan kelengkapan busana bagian bawah yang terdiri dari 2 (dua) macam, yaitu uncal kencana dan uncal wastra (wastra = selendang). Uncal kencana biasa dikenakan oleh golongan wayang satria dan golongan wayang putran (putera raja, putera pendeta, patih, dan sebagainya), serta wayang golongan raja.

Wayang golongan raja jenis bokongan hanya mengenakan uncal kencana, sedangkan wayang golongan raja jenis jangkahan mengenakan uncal kencana dan uncal wastra.

Uncal Wastra dan Uncal Kencana
Uncal Wastra dan Uncal Kencana