Korawaçrama

pandawa 5
Dalam kitab ini menyebutkan sang Hyang Taya yang ditempatkan di atas Sang Hyang Parameçwara (Batara Çiwa atau Batara Guru). Dalam bahasa Jawa kata Taya berarti kosong atau tidak kelihatan, tidak bisa diraba, bersifat gaib. Sang Hyang Taya adalah nama untuk menyebut Tuhan orang Jawa-asli. Percaya kepada Sang Hyang Taya disebut Kapitayan. Di Jawa Sang Hyang Taya sama dengan Sang Hyang Tunggal atau Sang Hyang Wenang, itulah Tuhan orang Jawa asli dan masih ada nama lain.
Isi Kitab Korawaçrama juga beraneka ragam. Tetapi pokok isinya adalah para Korawa akan dilakonkan membalas dendam kepada Pandawa.

Bagawan Abiyasa diminta untuk menghidupkan kembali para Korawa dan para sekutunya. Merekapun hidup atas kehendak Sang Begawan. Kemudian mereka merencanakan untuk mengadakan pembalasan terhadap saudara-saudaranya yaitu Pandawa. Sudah barang tentu dengan wataknya yang sombong itu mereka akan membuat sakit dan siksa serta susah bagi orang-orang Pandawa, biarlah hidupnya tidak tenteram. Tetapi apa mau dikata, belum lagi sampai kepada pembalasan, habislah cerita itu.