Lakon

Lakon
Lakon berasal dari kata laku, artinya yang sedang berjalan atau suatu peristiwa, dan dapat dikatakan juga suatu gambaran sifat kehidupan manusia sehari-hari yang dibeberkan dan diwujudkan melalui sarana pertunjukan wayang. Dalam pertunjukkan wayang, lakon yang berbobot ialah yang dapat menarik dan mengikat perhatian, sehingga dapat memberi suri tauladan, pelajaran, dan bimbingan sikap kepada para penonton.

Berisi atau tidaknya lakon tergantung kepada kemampuan dalang dalam penguasaan lakon tersebut. Secara teknik penguasaan lakon tersebut diwujudkan dengan bermacam-macam keterampilan diantaranya ulah karawitan, ulah sastra, ulah vokal, maupun penguasaan mengenai pengetahuan umum dibidang- kemasyarakatan, contoh budi pekerti, ilmu jiwa dan ilmu lainnya.

Menurut beberapa kalangan pedalangan, berhasil atau tidaknya suatu pergelaran dan pendramaan sebuah lakon yang dipertunjukan dalang, tergantung kepada sanggit dalang. Sanggit di sini artinya, daya cipta dalang yang dicetuskannya dalam pakeliran agar menimbulkan efek tertentu dan melibatkan penonton. Maka sanggit ini dapat menunjukan kegiatan cipta, rasa, dan karsa dalang, yang disajikan dalam pakeliran secara improvisasi dan dipertimbangkan serta dipikirkan terlebih dahulu. Sanggit sangat mutlak yang harus dimiliki oleh dalang untuk keberhasilan suatu sajian pakeliran. Tanpa sanggit, pergelaran wayang akan hampa.