Menguraikan Topik Cerita

Kemampuan menguraikan topik dari cerita, baik yang didengar maupun yang dibaca, merupakan salah satu indikator tercapainya kegiatan membaca atau mendengarkan yang telah dilakukan sebelumnya. Pada pelajaran kali ini kamu akan belajar untuk menguraikan topik cerita baik yang telah kamu dengar atau yang telah kamu baca.

Berbicara merupakan salah satu kegiatan berbahasa yang mengungkapkan secara langsung berbagai ide, gagasan, pikiran, cerita, sampai informasi pada pihak lain. Setidaknya kegiatan berbicara ini akan berlangsung jika ada pembicara dengan pendengar.Menguraikan topik cerita yang telah didengar atau dibaca merupakan kegiatan mengekspresikan kembali isi pesan yang didengarkan dari orang lain maupun yang telah dibaca. Agar kegiatan menguraikan topik cerita berhasil dilaksanakan, lakukan persiapan baik dari segi substansi penceritaan maupun dalam proses pengungkapan. Dari segi substansi penceritaan, hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah kelengkapan informasi serta urutan dari proses atau kejadian dalam cerita. Dari segi kebahasaan, ungkapkan sesuai dengan kondisi pendengar yang menyerap cerita yang kamu uraikan. Dari segi substansi penceritaan, terdapat beberapa strategi yang bisa dilakukan agar informasi atau cerita yang disampaikan tetap lengkap, adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:

a. masalah tema cerita,
b. waktu, tempat, dan tujuan cerita,
c. bagian-bagian isi cerita,
d. peristiwa-peristiwa dalam cerita,
e. simpulan cerita, dan
f. penilaian terhadap isi cerita.

Menguraikan topik cerita tidak terbatas pada topik cerita yang bersifat fiksi, tetapi juga yang bersifat nonfiksi, nyata, benar-benar terjadi, atau empirik. Contoh, kamu dapat bercerita pengalaman yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi tertentu, yang terkait dengan pengalaman hidup sehari-hari, yang terkait dengan peristiwa atau kejadian tertentu, dan sebagainya. Jadi, topik cerita yang dapat diuraikan tidak terbatas pada topik cerita fiksi, tetapi juga nonfiksi.

Kegiatan menguraikan berlawanan makna dengan kegiatan memadukan.
Kegiatan menguraikan berlawanan makna dengan kegiatan memadukan. Menguraikan sama dengan memotong-motong, membagi-bagi, membuat rincian, atau mencerai-beraikan atas unsur, komponen, atau sub bagiannya. Kegiatan ini bersifat deduktif, yaitu bertitik tolak dari sesuatu yang bersifat umum untuk mendapatkan bagian-bagiannya yang bersifat spesifik atau khusus. Pola ini berlawanan dengan kegiatan yang bersifat induktif, yaitu bertitik tolak dari unsur-unsur yang bersifat spesifik atau khusus untuk mendapatkan gambaran, konsep, simpulan yang bersifat umum.

Dalam menguraikan sebuah topik dibutuhkan pengalaman dan atau pengetahuan yang memadai yang berkaitan dengan topik yang bersangkutan serta kemampuan untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang merupakan unsur atau komponennya. Sebagai contoh, perhatikan sebuah topik cerita pengalaman tentang iptek berikut dan perhatikan pula dengan cermat rincian bagian-bagian yang merupakan unsur atau komponennya.

Topik cerita : Budidaya dan Pengolahan Kedelai di Amerika

Uraian : 
1. Pandangan masyarakat Amerika terhadap kedelai
a. Pandangan masyarakat Amerika terhadap nilai gizi kedelai.
b. Pandangan masyarakat Amerika terhadap nilai rasa kedelai.
c. Pandangan masyarakat Amerika terhadap nilai ekonomi kedelai.
2. Budi daya kedelai di Amerika
a. Penyediaan anggaran untuk penelitian bibit dan lahan.
b. Penemuan varietas unggul yang cocok lingkungan.
c. Produktivitas kedelai di Amerika.
3. Pengolahan makanan berbahan baku kedelai
a. Pengolahan kedelai untuk makanan (misalnya daging dari kedelai yang berasa daging babi, daging sapi, atau daging ayam, serta es krim yang dibuat dari kedelai).
b. Pengolahan kedelai untuk bahan bakar minyak nabati.

(Sumber: Cerita Pengalaman Prof Dr Achmad Baihaki: “Kedelai dan Kontrak Hidup Miskin”, Yenti Aprianti, Kompas, 31 Januari 2008)


Dapat dicontohkan pula, topik cerita itu berkenaan dengan peristiwa atau kejadian yang dialami seseorang atau kamu alami sendiri. Misalnya, tentang gagap teknologi komputer, gagap teknologi internet, gagap teknologi telepon seluler, gagap pengetahuan budaya, gagap demokrasi, dan sebagainya. Topik cerita itu dapat kamu uraikan menjadi beberapa subtopik secara rinci dan dapat kamu kembangkan menjadi sebuah cerita teknologi yang menarik, lucu, dan bermanfaat.

Latihan 
1. Dengarkan pembacaan teks berikut! Perhatikan dan konsentrasikan dirimu saat mendengarkan pembacaan dan upayakan buku teksmu dalam keadaan tertutup! Catat poin-poin penting yang berkaitan dengan kegiatan menguraikan isi dan topik penceritaan yang kamu dengarkan!

Men-download Musik Tak Populer di Jepang

Meski 30 persen rumah di Jepang memiliki fasilitas internet berkecepatan tinggi, hanya 13 persen yang pernah menarik atau men-download musik dari internet. Kondisi ini tak seperti di AS dan Eropa.

Menarik lagu dari internet kini menjadi hal yang lazim di berbagai belahan dunia. Tapi, itu ternyata tak populer di Jepang, salah satu negara dengan teknologi paling maju di dunia. Meski 30 persen rumah di sana memiliki fasilitas internet berkecepatan tinggi, hanya 13 persen di antaranya yang pernah menarik musik dari internet.

Berdasarkan penelitian, baru-baru ini, banyak remaja di Negeri Matahari Terbit yang lebih menyukai pemutar cakram mini dan bukan MP3. Bagi kalangan berusia di bawah 30 tahun, secara umum menarik musik dilakukan dari situs-situs telepon selular untuk digunakan sebagai nada dering. Apalagi, toko musik online yang menyediakan fasilitas demikian belum tersedia di sana. Namun, perusahaan komputer dunia, Apple, dikabarkan meluncurkan toko musik online untuk pasar Jepang, Maret mendatang.

Jika itu terwujud, konsumen kelak dapat membeli lagu-lagu dari toko virtual, menarik lagu ke komputer mereka, dan mengirimnya ke pemutar ipod serta ipod shuffle. Tapi, terlepas dari kesuksesan ipod dan ishuffle di dunia, Apple masih menghadapi kompetisi dari sedikitnya sembilan jasa pelayanan penarikan musik. Tak heran, secara kasat mata pasar di Jepang tetap kecil mengingat mahalnya harga yang dikenakan menutup besar royalti yang harus dibayarkan kepada perusahaan-perusahaan rekaman.

Harga jasa pelayanan tarik lagu di Jepang saat ini mencapai 400 yen atau sekitar Rp 38 ribu per lagu.
Harga jasa pelayanan tarik lagu di Jepang saat ini mencapai 400 yen atau sekitar Rp 38 ribu per lagu. Ini jauh lebih mahal dari tarif Itunes di Amerika Serikat, yaitu 99 sen atau kurang dari Rp 10 ribu. Namun, menurut Sony Music Entertainment, pasar di Jepang berbeda dari AS atau Eropa. Satu hal yang pasti, Jepang adalah pasar yang sangat menguntungkan dengan penjualan sebesar 388 miliar yen per tahun atau US$ 3,6 miliar lebih dari sepersepuluh penjualan musik global.

Lain Jepang, lain AS. Di AS dan Inggris, penjualan musik yang di-download melalui internet justru mengalahkan penjualan compact disk dan kaset. Bahkan, penjualan musik secara virtual di Inggris pada tahun lalu naik sepuluh kali lipat. Fenomena itu terjadi karena kehadiran jasa pelayanan seperti Itunes dari Apple Computers dan Napster. Sukses ini membuat Apple membuka toko musik online di Inggris, Perancis, dan Jerman.

Di AS, Itunes Apple juga laris. Tapi, di Eropa sukses mereka belum terlihat karena sempat terjegal oleh birokrat lisensi. Para pemain bisnis ini yakin upaya untuk menghalau konsumen dari menarik musik secara ilegal yang merugikan banyak perusahaan rekaman dapat dihindari. Caranya, dengan menerapkan standar musik yang tidak kompatibel. Misalnya, lagu-lagu yang dibeli dari Itunes Apple dapat diputar di komputer atau ipod.

Keuntungan industri musik virtual juga diakui banyak musisi papan atas dunia, seperti pada acara Grammy Awards di Los Angeles, AS, 13 Februari silam. Banyak penyanyi yang hadir mengatakan, pasar musik virtual adalah teknologi yang harus disambut dengan sukacita. Tentu saja selama itu dilakukan secara legal.

(Sumber: dikutip dari Liputan6.com, 19 Februari 2005)

2. Uraikan isi dan topik teks yang telah kamu dengarkan di depan teman-temanmu!

3. Ajukan pertanyaan dan berikan tanggapan dan komentar atas pengungkapan uraian yang dilakukan oleh temanmu, baik dari segi substansi maupun dari segi kebahasaan! Sertakan bukti dan alasan yang mendukung tanggapan dan komentarmu! Berikan tanggapan balikan atas pertanyaan, tanggapan dan komentar yang diungkapkan tersebut sehingga terjadi diskusi kelas!
4. Cari teks di media cetak yang bertema iptek! Selanjutnya baca dan pahami isi teks tersebut!
5. Ungkapkan uraian isi dan topik dari teks yang telah kamu pahami dari proses pembacaan! Berikan tanggapan dan komentar atas pengungkapkan uraian yang dilakukan oleh temanmu, baik dari segi kelengkapan isi maupun dari kebahasaan serta penyampaian! Sertakan bukti dan alasan yang mendukung tanggapan serta alasanmu!

0 komentar:

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kotak diskusi berikut maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah secara bijak.

Note: Only a member of this blog may post a comment.