Konsensus dan Kontravensi

Adanya lima proses dari interaksi-interaksi sosial tersebut (kerja sama, persaingan, konflik, akomodasi, dan asimilasi) mempunyai aspek-aspek yang beraneka ragam. Dari lima proses ini maka kerja sama, persaingan, dan konflik dipandang sebagai proses dasar. Selanjutnya ada dua lagi proses interaksi sosial yang hampir sama, yaitu konsensus dan kontravensi.
a. Konsensus sangat berdekatan dengan kooperasi (kerja sama), tetapi keduanya tetap berbeda.

Konsensus adalah suatu area dari persetujuan di mana istilah kooperasi diletakkan. Konsensus dapat dipandang sebagai suatu permainan yang sama, kedua belah pihak berusaha mendapat keuntungan maksimal, tetapi dipersiapkan untuk memberikan keuntungan-keuntungan kepada yang lain dalam batas-batas yang masuk akal, supaya menghasilkan kepuasan yang relatif. Contoh dari konsensus adalah aliansi di antara negara-negara. Bila anggota-anggota suatu grup berada dalam perbedaan kepentingan yang dapat menjurus kepada perpecahan dari konflik maka konsensus sangat dibutuhkan.

b. Kontravensi, dapat digambarkan sebagai suatu proses sosial yang bentuknya di antara persaingan dan konflik.
Menurut Drs. Achmadi, ada tiga tipe umum dari kontravensi, yaitu kontravensi yang menyangkut suatu generasi masyarakat, kontravensi yang menyangkut seks, dan kontravensi parlementer. Ia menunjuk pada grup-grup atau orang perorangan yang berusaha mencegah setiap orang atau grup yang lainnya dari usaha mencapai tujuan terlepas dari apakah ia ingin atau tidak ingin untuk mencapai tujuan itu untuk dirinya sendiri.

Macam-macam kontravensi sebagai berikut.
  1. Kontravensi yang menyangkut generasi yang terdapat dalam masyarakat, di mana perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. Contoh: Adanya pola-pola hubungan antara orang tua dengan anak-anaknya yang umumnya bersifat asosiatif, tetapi tidak jarang bahwa dengan meningkatnya usia dan kedewasaan si anak, terjadi suatu sikap keragu-raguan terhadap pendirian orang tua yang telah terikat pada tradisi.
  2. Kontravensi yang menyangkut bidang seks, pada umumnya menyangkut hubungan suami-istri dalam keluarga dan peranannya dalam masyarakat.
  3. Kontravensi parlementer, menyangkut hubungan antara golongan mayoritas dengan golongan minoritas dalam masyarakat, baik menyangkut dalam lembaga-lembaga legislatif, keagamaan, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain.