Bentuk Sayap dan Alat Pendeteksi Kelelawar

Pernahkah kamu melihat kelelawar? Bagaimana bentuknya? Apakah kelelawar bisa terbang? Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang. Sayap kelelawar berbeda dengan sayap burung. Sayap kelelawar terbuat dari selaput tipis yang membentang antara tulang-tulang jari dan tulang lengannya. Pada bagian atas tiap-tiap sayap terdapat cakar yang digunakan untuk melekat pada batuan saat menggantung di dinding gua.


Cakar yang terletak di sayap kelelawar berfungsi untuk menggantung
Cakar yang terletak di sayap
kelelawar berfungsi untuk menggantung
Ada yang unik dari pola hidup kelelawar. Tidak seperti binatang lain pada umumnya, kelelawar mencari makanan di malam hari dan tidur di siang hari. Kebanyakan kelelawar adalah pemakan serangga seperti ngengat, nyamuk, lalat, dan hewan lain yang keluar pada malam hari. Ada juga beberapa kelelawar yang memakan buah, madu, dan darah.

Kelelawar tidak memiliki penglihatan yang tajam. Dengan demikian, bagaimana kelelawar dapat mencari makanan pada malam hari yang gelap gulita? Kelelawar memancarkan bunyi yang sangat tinggi (ultrasonik) dari mulutnya. Bunyi tersebut kemudian dipantulkan ke telinga kelelawar dalam bentuk gema oleh benda atau makhluk yang berada di sekitar kelelawar. Dengan mendengar bunyi pantulan inilah, kelelawar dapat memperkirakan jarak rintangan atau makanan yang berada di sekitarnya.
Gelombang ultrasonik pada kelelawar
Gelombang ultrasonik pada
kelelawar

Kemampuan kelelawar untuk memperkirakan jarak suatu benda dengan mendengar kembali bunyi frekuensi tinggi yang dikeluarkan disebut ekolokasi. Dengan kemampuan ekolokasi ini, kelelawar dapat terbang di kegelapan malam untuk mencari makanan tanpa menabrak apapun. Mengagumkan bukan?

Penglihatan kelelawar terbatas, tapi dengan mengandalkan pantulan ini, kelelawar bisa menerobos malam dan mencari makan di malam hari. Sungguh besar kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Dia memberikan kemampuan khusus pada kelelawar yang tidak dimiliki oleh binatang lain.