Ciri Khusus Hewan Daerah Dingin

Dari penjelasan mengenai ciri-ciri khusus makhluk hidup pada postingan sebelumnya, kita menjadi tahu bahwa setiap makhluk hidup mempunyai ciri-ciri khusus untuk bisa bertahan hidup. Sama seperti hewan-hewan di daerah lain, hewan di daerah dingin juga tidak mau ketinggalan dalam ciri khusus ini. Kali ini kita akan mempelajari ciri-ciri khusus hewan daerah dingin, yaitu penguin dan rubah artik.


Penguin mampu bertahan hidup di daerah kutub es yang dingin
Penguin mampu bertahan hidup di
daerah kutub es yang dingin

Kamu tentunya sudah pernah melihat gambar penguin, bukan? Bentuk dan gerak-gerik penguin benar-benar menggemaskan. Penguin adalah hewan yang hidup di daerah dingin. Meskipun demikian, penguin tidak akan menggigil kedinginan. Penguin memiliki bulu tebal dan di bawah kulitnya terdapat banyak lemak. Tumpukan lemak ini membuat penguin seperti memakai baju yang berlapis-lapis. Akibatnya penguin tidak merasa dingin meski hidup di daerah dingin. Penguin juga mempunyai selaput pada sayap dan kakinya. Tahukah kamu apa kegunaan selaput itu?

Rubah artik, bulu tebal putih yang dimilikinya menjaga suhu tubuh tetap hangat
Rubah artik, bulu tebal putih yang
dimilikinya menjaga suhu tubuh tetap hangat

Selain penguin, hewan lain yang dapat bertahan hidup di tengah-tengah dinginnya kutub utara adalah rubah artik. Rubah artik mempunyai bulu tebal berwarna putih. Bulu tebal ini melindungi rubah artik dari serangan hawa dingin. Apabila kamu perhatikan, rubah artik mempunyai telinga yang sangat kecil.
Tahukah kamu mengapa demikian? Telinga berukuran kecil itu bertujuan agar panas yang ada di dalam tubuh rubah artik tidak mengalir keluar. Panas yang tetap berada di dalam tubuh rubah artik, akan membuat tubuh rubah artik tetap terjaga dalam keadaan hangat.