Cara Menghemat Energi Listrik

Ada beberapa contoh sumber daya alam yang dapat digunakan sebagai sumber energi, misalnya minyak tanah dan bensin. Jika bahan bakar ini terus digunakan, suatu saat akan habis atau disebut tidak dapat diperbarui. Sedang energi listrik tidak langsung diambil dari alam, melainkan dihasilkan oleh stasiun pembangkit listrik. Ada stasiun pembangkit listrik yang memakai energi air, angin, uap, dan matahari.

Bahan bakar alam jumlahnya terbatas. Proses pembentukan kembali memerlukan waktu yang sangat lama. Jika kita tidak menghemat penggunaannya, bahan bakar akan habis sebelum bahan bakar baru terbentuk.

Oleh karena itu, kita harus menghemat energi. Melakukan penghematan energi tidak hanya menguntungkan diri sendiri, tetapi juga menguntungkan masyarakat, negara, dan generasi yang akan datang. Penghematan pemakaian listrik berarti akan memperkecil biaya rekening listrik. Masyarakat juga diuntungkan karena terdapat cadangan energi listrik.

Energi listrik yang digunakan di rumah-rumah, misalnya untuk menyalakan lampu, menonton televisi, menyetrika pakaian, dan sebagainya berasal dari sumber misalnya PLTA. Energi listrik yang dihasilkan PLTA ini tidak dapat melayani penambahan permintaan yang baru dari masyarakat, untuk itu perlu dibuat PLTA yang baru. Untuk membuat PLTA yang baru bukan merupakan hal yang mudah karena membutuhkan biaya dan prasarana yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, langkah yang tepat untuk menghemat energi listrik adalah mengendalikan pemakaian energi listrik. Adapun cara-cara penghematan energi listrik di antaranya sebagai berikut.
  1. Mematikan lampu atau alat-alat listrik yang lain bila tidak digunakan.
  2. Memilih alat-alat listrik yang hemat daya listriknya.
  3. Menggunakan sumber energi alternatif untuk menghasilkan energi listrik, misalnya: energi angin.
Info Sains
Konservasi Energi

Konservasi energi adalah penghematan dan penggunaan energi disertai usaha-usaha mencari teknologi baru dengan memanfaatkan sumber energi yang dapat diperbarui dengan lebih efisien.

Sumber energi yang dapat diperbarui, misalnya sinar matahari, tenaga air, dan panas bumi. Konservasi energi untuk jangka panjang berarti menggunakan energi sedemikian rupa sehingga dapat menekan kerugian energi sekecil mungkin yang dilakukan melalui penggunaan energi alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Konservasi energi untuk jangka pendek berarti melakukan penghematan energi. Jadi hemat energi merupakan bagian dari konservasi energi.