8/01/2014

Penggunaan Konduktor dan Isolator Panas

Di manakah sering kamu jumpai peralatan seperti pada Gambar dibawah ini? Coba sebutkan nama dari alat-alat tersebut! Dan tahukah kamu, terbuat dari bahan apakah masing-masing alat itu?

Alat-alat yang ditunjukkan pada Gambar dibawah adalah peralatan dapur yang umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti logam, kayu, plastik, dan kaca. Bahan-bahan itu terutama digunakan untuk membuat panci, wajan, sendok, talenan, dan gelas.

Alat-alat terbuat dari bahan yang berbeda disesuaikan dengan kegunaannya
Alat-alat terbuat dari bahan yang berbeda disesuaikan dengan kegunaannya
Benda-benda seperti panci wajan, sendok, garpu, pisau terbuat dari bahan logam. Benda-benda seperti talenan, meja, lemari terbuat dari bahan kayu. Benda-benda seperti piring, gelas, terbuat dari kaca. Benda-benda seperti ember, piring, dan gelas plastik terbuat dari bahan plastik.

Tujuan: mengetahui pemanfaatan sifat suatu bahan dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah Kerja: 
  1. Buatlah daftar alat-alat dapur dan alat-alat rumah tangga yang memanfaatkan sifat konduktor dan sifat isolator yang ada di rumahmu.
  2. Data alat-alat tersebut, paling sedikit 5 macam alat yang memanfaatkan sifat konduktor, alat memanfaatkan sifat isolator, dan 5 alat memanfaatkan sifat konduktor dan sifat isolator.
  3. Buatlah daftar dalam tabel dengan contoh seperti berikut.
Tabel Penggunaan Alat Dapur dan Alat Rumah Tangga dengan Memanfaatkan Sifat Konduktor dan Sifat Isolator Panas
Tabel Penggunaan Alat Dapur dan Alat Rumah Tangga dengan Memanfaatkan Sifat
Konduktor dan Sifat Isolator Panas
Dari alat-alat yang telah kalian daftar, diskusikan dengan temanmu, mungkin antara jawabanmu dengan jawaban temanmu ada perbedaan, karena peralatan dapur atau peralatan rumah tangga banyak macamnya.

Mari kita bahas bahan-bahan yang biasa digunakan untuk alat-alat dapur atau alat-alat rumah tangga!

1. Logam
Logam memiliki sifat mudah menghantarkan panas, maka logam merupakan konduktor panas yang baik. Logam banyak digunakan untuk alat-alat masak seperti wajan, panci, dan cerek. Alat-alat tersebut dapat menghantarkan panas yang berasal dari api ke minyak, makanan, atau air yang sedang dimasak dengan cepat.

Penggunaan bahan logam dalam peralatan dapur
Penggunaan bahan logam dalam peralatan dapur
2. Kayu dan Plastik / Ebonit
Kayu dan plastik/ebonit merupakan bahan-bahan yang lambat menghantarkan panas, maka kayu dan plastik / ebonit adalah isolator panas. Kayu dan plastik / ebonit banyak digunakan untuk membuat pegangan atau gagang wajan, gagang sodet, gagang panci, dan gagang setrika.

Plastik/ebonit yang bersifat isolator panas sebagai pegangan panci dan alat dapur lainnya
Plastik/ebonit yang bersifat isolator panas sebagai pegangan panci dan
alat dapur lainnya
Penggunaan bahan konduktor dan isolator biasanya digabungkan untuk membuat alat-alat dapur seperti: wajan (penggorengan) terbuat dari aluminium (bersifat konduktor) agar panas dari api cepat berpindah ke wajan sehingga makanan cepat matang. Tangkai atau pegangan wajan terbuat dari bahan ebonit yang bersifat isolator agar panas dari api tidak cepat berpindah ke tangkai, sehingga tangan tidak kepanasan saat memasak dan memegang tangkai wajan.

Pegangan sodet terbuat dari bahan kayu, ebonit atau plastik tahan panas yang merupakan bahan isolator, sehingga ketika memasak tangan tidak kepanasan memegang sodet.

Setrika listrik merupakan alat yang mengubah energi listrik menjadi energi panas. Di dalam setrika listrik ada bagian yang mengubah energi listrik menjadi energi panas. Panas dari bagian tersebut dirambatkan ke bagian luar setrika yang terbuat dari logam yang kemudian digunakan untuk menyetrika pakaian. Gagang setrika listrik menggunakan bahan isolator, sehingga tangan kita tidak merasakan panas.

Setrika terbuat dari bahan isolator (Pegangannya) dan konduktor (bagian bawahnya)
Setrika terbuat dari bahan isolator (Pegangannya) dan
konduktor (bagian bawahnya)


Cerek terbuat dari bahan aluminium yang bersifat konduktor sehingga air cepat mendidih ketika dipanaskan. Pegangan cerek dibuat dari bahan ebonit (bersifat isolator), sehingga air panas dalam cerek dapat kita tuang dengan mudah dengan cara mengangkat pegangannya dan tangan kita tidak kepanasan.

3. Kaca
Kaca tergolong bahan konduktor panas karena mudah menghantarkan panas walaupun tidak sebaik logam. Kaca ada yang mudah pecah jika terkena suhu tinggi dan juga ada yang tahan panas. Kaca yang tahan panas digunakan untuk peralatan masak, misalnya panci, tutup panci, tutup oven.

Sifat kaca yang banyak dimanfaatkan adalah sifat tembus pandang (bening) dan keras. Kedua sifat itu digunakan pada pembuatan pintu dan jendela.

Kaca tahan panas pada tutup wajan
Kaca tahan panas pada tutup wajan
Pemanfaatan sifat kaca yang tembus pandang pada jendela
Pemanfaatan sifat kaca
yang tembus pandang pada jendela
4. Kain (Bahan Sandang)
Kain merupakan isolator panas, karena sulit menghantarkan panas. Bahan ini digunakan untuk membuat campel, yaitu pelapis atau pelindung tangan saat mengangkat panci atau wajan panas, sehingga panas dari panci dapat ditahan oleh kain dan tidak berpindah ke tangan, maka tangan tidak kepanasan.

Kain digunakan sebagai pelindung tangan saat mengangkat panci panas
Kain digunakan sebagai pelindung tangan saat
mengangkat panci panas
Selain alat-alat yang tersebut, masih ada alat yang memanfaatkan sifat konduktor dan sifat isolator panas, yaitu termos. Tahukah kamu bagaimana termos dapat menjaga panas air tetap hangat?

5. Termos
Termos adalah alat untuk menyimpan benda agar suhunya tidak cepat berubah. Yang disimpan dalam termos biasanya adalah air. Termos dirancang dengan menggunakan sifat konduktor dan isolator panas. Suhu air yang terdapat di dalam termos akan bertahan lama karena energi panas tidak dapat merambat keluar.

Umumnya termos terbuat dari kaca berdinding dua lapis. Di antara kedua dinding kaca terdapat ruang hampa udara (vakum). Ruang hampa udara berfungsi sebagai isolator karena panas tidak dapat merambat di dalam ruang hampa udara.

Bagian-bagian termos
Bagian-bagian termos


Dinding bagian dalam termos terbuat dari bahan kaca yang mengkilap. Panas air tidak diserap bahan kaca melainkan dipantulkan kembali sehingga energi panas tetap berada di dalam termos.

Termos dilengkapi dengan tutup gabus dan bahan pelapis luar yang bersifat isolator. Dengan demikian energi panas tidak dapat keluar dari termos, akibatnya suhu air yang disimpan tetap panas seperti semula.

Tujuan: membuat termos sederhana.

Alat dan Bahan:
 
  • 2 buah botol kaca (bekas minuman atau kecap) yang bersih.
  • Stoples plastik yang cukup dimasuki botol tadi.
  • Beberapa saputangan, handuk, atau kain bekas.
  • Gabus untuk tutup botol 2 buah.
  • Air panas secukupnya.

Langkah Kerja: 
  1. Berilah nama masing-masing botol dengan huruf A dan B.
  2. Masukkan botol A ke dalams toples.
  3. Masukkan saputangan, handuk, atau kain bekas pada ruang berongga di antara botol A dan stoples.
  4. Isi botol A dan botol B dengan air panas sampai penuh.
  5. Tutuplah kedua botol dengan gabus.
  6. Bandingkan panas air pada botol A dan botol B setelah 2 jam.
  7. Tulislah hasil pengamatanmu dan buatlah kesimpulan.
membuat termos sederhana
membuat termos sederhana

Info Sains
Angsa Mengajarkan tentang Isolator Panas Kepada Manusia 

Pernahkah kamu melihat dan memerhatikan angsa yang berenang dan mengapung di atas air dingin? Terlihat ia tidak kedinginan, bahkan kelihatan merasa hangat di air yang dingin.

Saat itulah angsa mengajarkan kepada kita tentang sesuatu yang ada pada tubuhnya, sehingga membuatnya tetap hangat.

Manusia yang mau berpikir dan menyelidiki, akhirnya menemukan jawaban bahwa bulu kapas lah yang membuat angsa menjadi hangat.

Angsa Mengajarkan tentang Isolator Panas Kepada Manusia
Kemudian manusia membuat bulu kapas buatan dan digunakan sebagai bahan membuat jaket pelindung tubuh dari udara dingin.

Bagaimana jaket bulu kapas dapat membuat tubuh tetap hangat di udara dingin? Kapas membentuk jaringan yang menyebabkan udara tidak dapat beredar. Apabila udara tidak beredar, berarti udara tidak memindahkan panas dari tubuh kita, sehingga kita merasa hangat. Jadi, bulu kapas adalah isolator panas yang baik.

0 komentar:

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kotak diskusi berikut maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah secara bijak.