Revolusi Bulan

Kali ini plengdut.com akan mengulas mengenai revolusi bulan. Bulan merupakan satelit bumi yang beredar mengelilingi bumi dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari. Mengapa pada malam hari bulan terlihat sangat terang? Selain jaraknya yang relatif dekat dengan bumi, bulan memantulkan sinar matahari yang mengenainya. Jarak ratarata bulan dari bumi hanya 384.403 km. Bulan mengedari bumi satu kali tiap 27,3 hari.

Dalam peredarannya, bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi bulan, revolusi bulan, dan bersama-sama dengan bumi mengitari matahari. Periode rotasinya sama dengan bumi mengitari matahari. Periode rotasinya sama dengan periode revolusinya. Akibatnya, muka bulan yang menghadap bumi selalu sama yakni separuh bagian dan bagian lain tidak pernah menghadap bumi.

Untuk satu kali bergerak berputar mengelilingi bumi, bulan memerlukan waktu selama 27⅓ hari yang disebut satu bulan sideris. Sebenarnya, pada saat tersebut bumi telah bergerak mengitari matahari sejauh 27ยบ. Jadi, bulan harus menempuh selisih jarak tersebut agar kembali ke posisi semula relatif terhadap matahari. Dengan demikian, selang waktu satu kali revolusi bulan adalah 29½ hari yang disebut satu bulan sinodis (komariah).

Dari kedudukan bulan yang berbeda-beda menghasilkan bentuk bulan yang berbeda pula yang disebut dengan fase bulan. Perhatikan gambar proses terjadinya fase-fase bulan berikut ini!

Penampakan bulan atau fase bulan
Penampakan bulan atau fase bulan
Keterangan:
  1. Pada kedudukan A, yakni pada saat kedudukan matahari, bulan, dan bumi terletak satu garis lurus dan bulan di antara matahari dan bumi. Bagian bulan yang tidak terkena sinar matahari sedang menghadap bumi sehingga kita tidak melihat bulan. Pada kedudukan bulan mulai berevolusi disebut bulan baru atau bulan mati.
  2. Pada kedudukan B, separuh bagian bulan yang menghadap bumi kirakira hanya seperempatnya yang terkena sinar matahari. Akibatnya kita melihat bulan sabit.
  3. Pada kedudukan C, separuh bulan yang menghadap bumi kira-kira hanya seperempatnya yang terkena sinar matahari. Akibatnya kita melihat setengah bulatan yang disebut kuartir pertama atau bulan separuh.
  4. Pada kedudukan D, separuh bagian bulan yang menghadap bumi kirakira tiga per empatnya terkena sinar matahari. Akibatnya, kita melihat bulan cembung.
  5. Pada kedudukan E, separuh bagian bulan yang menghadap bumi seluruhnya terkena sinar matahari. Akibatnya, kita melihat bulan purnama.
Dari 8 kedudukan bulan seperti gambar terdapat 4 fase utama bulan yang berbeda yaitu tidak tampak, sabit, cembung, dan bulat. Itulah tadi pembahasan tentang revolusi bulan semoga bermanfaat bagi kita semua dan bisa menambah wawasan pembaca.