Potensi Dalam Kegiatan Bentuk Ekonomi Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Potensi dalam kegiatan bentuk ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam atau SDA akan menjadi ulasan materi artikel belajar plengdut.com pada postingan kali ini. Seperti sudah kita ketahui bahwa pemanfaatan SDA haruslah secara optimal dan bukan maksimal. Hal ini berarti pemanfaatan SDA sebagai potensi kegiatan dalam ekonomi harus tetap menjaga SDA itu sendiri.

Pengertian Potensi dalam Kegiatan dari Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu sosial dimana ilmu ini mempelajari aktivitas dari manusia dimana berhubungan erat pada aktivitas produksi, aktivitas distribusi, dan aktivitas konsumsi terhadap penggunaan barang & jasa. Ekonomi sendiri diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara itu yang dimaksud atau diartikan dengan ahli ekonomi / ekonom yaitu orang yang menggunakan konsep-konsep ekonomi & data ekonomi dalam pekerjaannya.

Terdapat beberapa definisi ekonomi menurut para ahli :
  1. Ekonomi menurut Adam Smith yaitu: Ekonomi diartikan sebagai penyelidikan mengenai keadaan & sebab adanya kekayaan Negara.
  2. Ekonomi menurut Abraham Maslow; Ekonomi merupakan salah satu dari bidang pengkajian yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas kehidupan manusia melalui penggemblengan segala sumber ekonomi dengan berasaskan prinsip serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi dimana dianggap efektif dan efisien.
Ekonomi merupakan ilmu yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena pada kehidupan sehari-hari ekonomi sangat kita perlukan, contohnya saat kita melakukan transaksi jual-beli barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi contoh salah satu kegiatan dalam bentuk ekonomi sehari-hari. Ekonomi adalah sebagai pengukur tingkat kemajuan suatu Negara, apakah Negara tersebut ekonomi -nya dapat berkembang dengan baik atau keadaan ekonomi -nya semakin memburuk.

Potensi dalam kegiatan bidang ekonomi berarti memiliki arti pengertian sesuatu yg dapat dikembangkan atau dapat ditingkatkan pemanfaatan nilainya. Jika kata ini dikaitkan dengan sumber daya alam, maka berarti menggali nilai manfaat SDA yg lebih mengarah kepada kegiatan bentuk ekonomi. Sebagai contohnya potensi dalam kegiatan bentuk ekonomi sumber daya perairan, berarti kata potensi disini memiliki arti bahwa kita berusaha meningkatkan atau mengembangkan potensi sumber daya perairan agar memiliki nilai guna pada bidang ekonomi.

Untuk menggali potensi ini maka dibutuhkan aktivitas atau kegiatan dalam bentuk ekonomi yg bisa menggali & meningkatkannya. Sebagai contoh yaitu untuk meningkatkan poteni sumber daya perairan maka harus ada kegiatan yg kita lakukan untuk meningkatkan nilai manfaatnya. Misalnya dengan melakukan kegiatan budidaya ikan kerambah, kegiatan budidaya rumput laut serta kegiatan lainnya dimana bia meningkatkan nilai ekonomi dari SDA tersebut.

Sumber daya alam merupakan pemberian & anugerah dari Tuhan untuk diolah & dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sumber daya alam yg berlimpah jika tidak dikelola dengan baik belum tentu memberikan manfaat besar pada dunia ekonomi. Fakta menunjukkan, negara-negara dimana memiliki sumber daya alam berlimpah justru keadaan ekenomi -nya lebih rendah dibandingkan dengan ekonomi negara-negara yg cadangan sumber daya alamnya terbatas.

Sebagai contoh, Jepang memiliki wilayah daerah terbatas, demikian pula dengan kekayaan sumber daya alamnya. Meskipun demikian, Jepang dapat menjadi negara dengan ekonomi maju di dunia. Oleh karena itu, kekayaan sumber daya alam yg dimiliki oleh negara kita hendaknya dapat memacu roda ekonomi sehingga kehidupan ekonomi kita menjadi lebih makmur & sejahtera.

1. Kegiatan Ekonomi
Kegiatan dalam ekonomi merupakan kegiatan dimana bertujuan menghasilkan barang & jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam kegiatan. Macam kegiatan dalam ekonomi, yaitu:
2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Pemanfaatan sumber daya alam telah dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan dan disesuaikan dengan sumber daya alam yang dimiliki. Kegiatan pemanfaatan potensi sumber daya alam untuk meningkatkan roda ekonomi ini dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk, antara lain :
Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam & dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya atau untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. Sumber daya alam dapat dikelompokkan menjadi berbagai golongan berdasarkan kemungkinan pemulihan, materi, & macam habitatnya.

3. Potensi di Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan alam yg sangat berlimpah. Kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak hanya berupa bahan tambang, tetapi juga hutan, air, tanah yg subur & laut yg luas.

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan kekayaan akan bahan tambang. Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Namun demikian, karena kegiatan pengambilan yg terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan kegiatan dari ekonomi menyebabkan sebagian sumber daya alam tersebut sudah sangat berkurang.

Indonesia memiliki kekayaan potensi laut cukup luas & garis pantai yg sangat panjang. Selain itu ada juga potensi ikan yg berlimpah, ada juga potensi berbagai jenis bahan tambang pada dasar laut yang bernilai tinggi. Di sepanjang pesisir juga terdapat kekayaan potensi alam berupa potensi hutan mangrove, potensi terumbu karang, potensi rumput laut, & tentu saja potensi keindahan alam juga dapat dikembangkan untuk kepentingan pariwisata.

Kekayaan potensi dari sumber daya ikan Indonesia sangat berlimpah. Laut Indonesia memiliki angka lestari yang sangat besar sehingga peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan juga masih sangat besar.

Potensi hutan mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga fungsi ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat atau tempat hidup binatang laut untuk berlindung, mencari makan atau berkembang biak serta melindungi pantai dari abrasi air laut. Fungsi hutan mangrove berupa nilai jual dari kayu & makhluk hidup di dalamnya, misalnya udang & jenis ikan lainnya.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi terumbu karang terluas di dunia. Kekayaan potensi terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, tetapi juga keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.

Pemanfaatan potensi dari sumber daya pada alam di Indonesia bersifat dinamis karena banyaknya kegiatan dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi sumber daya dari alam seperti halnya kegiatan meningkatkan potensi pertanian, potensi perkebunan, potensi perikanan, potensi pertambangan, dan potensi kehutanan. Pemanfaatan potensi dalam sumber daya alam haruslah dioptimalkan untuk mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Kegiatan sari ekonomi produksi adalah usaha manusia untuk menghasilkan atau mengubah barang atau jasa menjadi bernilai lebih tinggi. Kegiatan distribusi adalah kegiatan dari ekonomi untuk menyalurkan barang/jasa dari produsen kepada konsumen. Kegiatan konsumsi adalah aktivitas dimana bersifat mengurangi, atau menghabiskan manfaat & kegunaan hasil dari produksi (barang atau jasa) untuk memenuhi kebutuhan.

Indonesia merupakan Negara wilayah sangat luas & kaya. Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, tetapi juga kebudayaan beraneka ragam. Dari segi geografis, negeri Indonesia kita ini memiliki wilayah laut terluas (5,8 juta km2) & jumlah pulau terbanyak (17.508 pulau).

Panjang kepulauan Indonesia dari ujung ke ujungnya sama dengan jarak Dublin, Irlandia hingga Moskow, Rusia. Panjang pantainya mencakup 81.000 km & merupakan panjang pantai kedua di dunia setelah Kanada, namun merupakan pantai tropis terpanjang di dunia. Bahkan, lautan Indonesiapun luasnya lebih besar daripada daratan Indonesia sendiri. Hal ini merupakan salah satu potensi dalam bidang wisata dimana bisa dikembangkan dari Indonesia

Penduduk yang tinggal di Indonesia pun sangat banyak. Bank Dunia memberikan keterangan bahwa di tahun 2009, penduduk Indonesia mencapai 230 juta jiwa. Dengan begitu banyak keberlimpahan yang ada di Negeri ini, sungguh sangat ironis bila Indonesia masih memenuhi kebutuhan penduduknya dengan makanan atau barang-barang impor. Dengan banyaknya penduduk Indonesia tersebut, Indonesia sering menjadi sasaran berbagai produk asing.

Indonesia memiliki keanekaragaman berupa flora & fauna, lebih banyak jumlah spesiesnya dibandingkan dengan benua Afrika. Sepuluh persen (10%) dari seluruh spesies tumbuhan berbunga ada di Indonesia (+/- 27.500 spesies ada pada Indonesia), 12% jenis mamalia di dunia, 16% jenis reptilia dan amphibia di dunia (+/- 1.539 spesies), 25% jenis ikan di dunia & 17% jenis burung di dunia.

Diantara spesies tersebut terdapat 430 spesies burung dan 200 mamalia yang tidak terdapat di tempat lain & hanya ada di Indonesia misalnya orangutan, biawak komodo, harimau sumatera, badak jawa, badak sumatera dan beberapa jenis burung (birds of paradise). (Sumber : BAPPENAS. Biodiversity Action Plan for Indonesia, 1993 & World Conservation Monitoring Committee, 1994).

Indonesia memiliki Kawasan hutan yang sangat luas (120,35 juta Ha), setara dengan luas 4 negara besar di Eropa (Inggris, Jerman, Perancis dan Finlandia).Keanekaragaman fauna di Indonesia sangat tinggi ini didukung dengan keadaan tanah, letak geografi serta keadaan iklim. Hal ini ditambah dengan keanekaragaman tumbuh-tumbuhannya sebagai habitat satwa. Hutan hujan tropika di Indonesia terdiri dari banyak pohon.

Lebih kurang 4000 jenis yang tumbuh pada berbagai formasi hutan dan tipe hutan telah diketahui dan sekitar 400 jenis pohon telah diketahui nilai komersial kayunya. Hutan rakyat yang dimiliki sebanyak 262.929.193 batang atau setara dengan 65.732.298 m3 (rata-rata per batang/pohon mempunyai volume 0,25 m3), yg terdiri dari jenis pohon jati, sengon, mahoni, bambu, akasia, pinus, dan sonokeling. Jumlah pohon yg siap ditebang sebanyak 74.806.038 batang atau 18.701.509 m3.

Seperti yg semua orang ketahui, dahulu, rempah-rempahlah yg membuat bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain, hal ini dikarenakan nilai manfaat rempah-rempah yang cukup tinggi. Banyak jamu yang dijual oleh ibu-ibu, obat nenek moyang yang masih belum diketahui kandungan apa yang terdapat di dalamnya. Resep nenek moyang seperti menjadikan bawang merah, bawang putih sebagai obat sakit gigi dan resep lainnya dapat menjadi salah satu dari berbagai potensi kekayaan yang ada pada bangsa ini.

Tidak hanya potensi-sumber daya alam yg terbarukan, potensi sumber-daya alam yg tidak terbarukanpun jumlahnya melimpah di negeri ini. Kekayaan sumberdaya batubara di Indonesia sangat melimpah. Sumber daya tersebut terutama berada di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan nilai untuk pengembangannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua dan Sulawesi. Trend produksi, penjualan dalam negeri dan penjualan luar negeri batubara 1999-2005.

Walaupun Indonesia menempati urutan ketujuh dalam produsen terbesar batubara, tetapi Indonesia menempati posisi kedua dalam urutan eksportir batubara dunia. Tidak hanya potensi batubara, Negara ini kaya akan  potensi minyak bumi, potensi gas bumi & berbagai potensi hasil penambangan lainnya.

4. Contoh Pemanfaatan SDA

1. Bidang Pertanian
Kegiatan dalam bentuk ekonomi pada bidang pertanian merupakan kegiatan yang hingga saat ini masih dilakukan sebagian besar penduduk Indonesia terutama pada daerah pedesaan. Dengan di dukung keadaan alam dimana memiliki kondisi tanah yang subur & iklim yang mendukung membuat penduduk Indonesia banyak yang menggantungkan hidupnya pada potensi pertanian ini.

Kegiatan dari ekonomi pertanian di Indonesia secara garis besar dikelompokkan menjadi dua kelompok potensi pertanian, yaitu potensi berupa pertanian lahan basah & potensi pertanian lahan kering. Kegiatan dari ekonomi pertanian lahan basah ini disebut pula bidang pertanian sawah.

Ada beberapa ciri SDA yang bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan bentuk ekonomi daerah persawahan. Daerah yang memiliki kriteria sebagai potensi daerah untuk kegiatan dalam ekonomi pertanian lahan basah yaitu daerah dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 300 meter.

Daerah dengan kriteria tersebut umumnya memiliki kelebihan untuk dijadikan daerah pertanian. Hal ini disebabkan karena pada daerah tersebut umumnya memiliki persediaan air yg cukup dari sungai maupun saluran irigasi yg ada di sekitarnya. Sedangkan tanaman yg cocok untuk daerah ini adalah tanaman padi.

Sedangkan potensi untuk daerah pertanian lahan kering yaitu daerah yg tidak digenangi air atau istilahnya tanpa penggenangan lahan. Daerah tanpa penggenangan lahan ini sangat cocok untuk kegiatan dari ekonomi pertanian lahan kering. Sedangkan tanaman yg berpotensi tumbuh di daerah ini umumnya tanaman seperti palawija, padigogo, sayuran, bunga dan buah-buahan.

2. Bidang Perkebunan
Kegiatan dalam ekonomi perkebunan umumnya merupakan kegiatan dari ekonomi budidaya yg menghasilkan manfaat atau nilai guna. Lahan dengan ukuran cukup luas merupakan daerah yg digunakan untuk dijadikan daerah perkebunan.

Kegiatan bentuk ekonomi dalam bidang perkebunan ditujukan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam jumlah yg besar. Biasanya, kegiatan dalam ekonomi perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yg sengaja dibangun di area perkebunan. Komoditas yang dihasilkan diolah & dikemas terlebih dahulu sebelum dijual ke konsumen sehingga menambah nilai komoditas tersebut. Potensi komoditas perkebunan yg dikembangkan di Indonesia di antaranya adalah teh, karet, kelapa, kopi, cokelat, & kelapa sawit.

Indonesia telah lama dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas perkebunan. Kepulauan Indonesia merupakan daerah yg terkenal sebagai potensi penghasil rempah-rempah terbesar di dunia yang bernilai tinggi. Hal ini membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah yg akan dijual kembali ke daerah asal mereka, termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Bangsa Eropa juga datang ke Indonesia dengan tujuan mencari rempah-rempah. Perjalanan mereka sangat jauh untuk memperoleh rempah-rempah yang mereka butuhkan.

Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, di antaranya kelapa sawit, cengkih, tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa, pala, vanili, karet, lada, dan cokelat. Sebagian dari lokasi penghasil komoditas perkebunan tersebut adalah sebagai berikut.

3. Bidang Perikanan
Kegiatan dalam ekonomi perikanan budi daya di Indonesia umumnya berupa udang & bandeng. Namun demikian, banyak penduduk yang juga mengembangkan jenis budi daya perikanan lain secara mandiri & skalanya sangat kecil berupa budidaya ikan air tawar, misalnya ikan lele, patin, nila, mas, dan lain-lain. Di samping itu, potensi hasil perikanan juga dipasok dari hasil tangkapan laut oleh nelayan. Beberapa sentra perikanan dan daerah tangkapan ikan antara lain seperti berikut.
  • Potensi budi daya udang & bandeng, banyak dikembangkan di pantai utara Jawa, Sumatra, &Sulawesi.
  • Potensi budi daya ikan darat, banyak dikembangkan di kolam-kolam penduduk, terutama di Jawa Barat, bendungan/waduk (misalnya keramba terapung di Waduk Jatiluhur), danau, sawah, & sungai.
  • Potensi daerah penangkapan ikan laut biasanya tersebar di Sumatra Timur (Bagan Siapi-api) & Bengkalis (ikan terubuk). Kepulauan Maluku banyak menghasilkan tongkol, tiram, mutiara. Laut Jawa, Selat Sunda, Pantai Cilacap, Selat Makassar, Selat Flores, & Kepulauan Maluku banyak menghasilkan cumi, udang & rumput laut.
Kegiatan dari ekonomi bidang perikanan merupakan usaha menangkap ikan baik dari laut maupun dari sungai & danau. Jenis ikan laut misalnya bandeng, pari, serta teri. Sedangkan ikan air tawar contohnya tawas, lele, nila, & mas. Kegiatan perikanan diIndonesia cukup besar. Mengingat wilayah Indonesia sebagian besar adalah perairan. Ikan selain untuk dikonsumsi juga dimanfaatkan sebagai hiasan. Contohnya ikan arwana, mas koki & dorang. Ikan juga dapat dibudidayakan atau dipelihara di kolam, empang atau tambak.

4. Bidang Peternakan
Kegiatan dalam bidang peternakan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan bahan pangan protein hewani. Hasil kegiatan dalam ekonomi peternakan di Indonesia dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri, karena hasil ternak tersebut belum mencukupi bagi konsumsi seluruh penduduk secara merata.

Oleh sebab itu pemerintah terus berusaha menggali potensi dari kegiatan dalam ekonomi bidang peternakan ini dengan memberikan bimbingan & penyuluhan, meningkatkan jumlah tenaga medis ternak, menyediakan bibit unggul, memberantas penyakit ternak, & memperluas daerah peternakan.

Dalam usaha meningkatkan kegiatan peternakan ini sangat berhubungan dengan :
  • Lingkungan alam, yang meliputi: iklim, tempat, tersedianya bahan makanan ternak & sumber air.
  • Sosial budaya, di negara kita agama & adat istiadat penduduk bermacam-macam. Agama & adat-istiadat itu mempengaruhi usaha peternakan. Misalnya dikalangan masyarakat beragama Islam, ternak yang diusahakan adalah kerbau, sapi, kuda, ayam, & sebagainya. Sedangkan ternak babi jarang kita temukan pada suatu daerah yang memiliki mayoritas penduduk muslim.
  • Ekonomi, penduduk Indonesia memelihara ternak untuk mengambil manfaat dari daging, tenaga, kotoran, dan susu sebagai tambahannya.
Kegiatan dari ekonomi peternakan di Indonesia dapat dibedakan atas :
  • Ternak besar, yaitu sapi, kerbau, kuda.
  • Ternak sedang, kambing, domba, babi
  • Ternak unggas, yaitu ayam, itik, burung.
Dilihat dari jenisnya, pengembangan dalam kegiatan dari ekonomi peternakan dapat dikelompokan menjadi ternak hewan besar, ternak hewan kecil, dan ternak unggas.

a. Jenis-jenis hewan besar adalah sebagai berikut :
  • Sapi, manfaat yang diambil dari ternak ini adalah tenaga, daging, dan susunya. Peternakan sapi/lembu banyak diusahakan di Jawa, Madura, dan Nusa Tenggara.
  • Kerbau, ternak ini dapat dimanfaatkan tenaga dan daginnya. Ternak ini tersebar di seluruh Indonesia, misalnya di Jawa, Sumatera Barat, Aceh, Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Flores.
  • Kuda, manfaat yang dapat diambil adalah tenaganya. Jenis-jenis kuda yang terkenal di tanah air kita, yaitu kuda Batak, terdapat di Tapanuli, kuda Makasar, banyak terdapat di Sulawesi, kuda Sandel dan kuda Bima, bandyak terdapat di Nusa Tenggara (Sumba, Sumbawa, Sawu, Roti, dan Timor).

b. Jenis-jenis hewan sedang atau kecil adalah sebagai berikut :
  • Kambing & biri-biri, dari ternak ini dapat diambil manfaatnya yaitu daging, susu, & bulunya (untuk bahan wol). Kambing & biri-biri di Indonesia merupakan ternak keluarga. Oleh karena itu hanya diambil dagingnya saja atau sebagai ternak simpanan yang sewaktu-waktu dapat dijual. Ternak ini banyak dijumpai di daerah pedesaan Jawa.
  • Kelinci, ternak ini terutama diambil dangingnya. Pada umumnya merupakan ternak keluarga. Ternak kelinci sering pula diambil kulitnya untuk membuat topi dan berbagai kerajinan lainnya.
  • Ternak unggas yang meliputi : Ayam, Itik atau bebek, Burung Puyuh
Hampir setiap keluarga di pedesaan Indonesia memelihara ayam dan itik atau bebek, dikarenakan beternak ayam dan itik tidak memerlukan syarat pemeliharan khusus. Kegiatan dari ekonomi yang diambil dari ternak unggas adalah daging dan telurnya. Selain itu sering juga diambil bulunya untuk  pembuatan kemucing (sulak) yaitu alat pembersih meja dan sebagainya. Khususnya itik atau bebek dan angsa bulunya dapat digunakan untuk pembuatan suttlekock (bola bulu tangkis).

5. Bidang Pertambangan
Kegiatan dalam ekonomi industri pertambangan di Indonesia saat ini masih menggunakan banyak perusahaan dan pekerja asing. Keuntungannya tentu saja juga dinikmati oleh perusahaan asing tersebut. Kondisi ini tentunya akan mengurangi pemasukan yang merupakan potensi pendapatan bagi negara & berdampak pada kegiatan dari ekonomi pembangunan. Harapannya adalah kegiatan potensi pertambangan dikelola oleh putra & putri Indonesia agar dapat memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat.

6. Bidang Kehutanan
Kegiatan dalam ekonomi atau aktivitas penebangan hutan terus dilakukan untuk diambil kayunya & atau dijadikan lahan pertanian & perkebunan. Akibatnya, luas hutan Indonesia makin berkurang & banyak kerusakannya akibat aktivitas ini. Tidak sedikit spesies yg terancam punah bahkan telah punah oleh kegiatan ini.

Kayu merupakan hasil hutan yg banyak dimanfaatkan penduduk Indonesia dalam kegiatan dari ekonomi, misalnya untuk bahan bangunan furniture, bahan bakar, dan lain-lain. Oleh karena itu, agar hutan tidak rusak dalam pemanfaatannya, pemerintah menjadikan kawasan untuk dikembangkan sebagai hutan produksi atau hutan yg sengaja ditanam untuk diambil kayunya. Industri kehutanan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan dari ekonomi yg terus meningkat.

Pertumbuhan ekonomi yg dialami indonesia terlihat begitu membaik dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 6,1 persen, lebih besar dari yang ditargetkan sebesar 5,5 %, terhitung pada penutupan akhir tahun 2010. Pertumbuhan ekonomi ini juga akan memberikan harapan besar & pandangan yg baik bagi dunia ekonomi.

Banyaknya penduduk yg ada di Indonesia memberikan peluang pasar yg sangat besar. Indonesia memiliki luas laut yg lebih besar dari luas daratannya. Hal ini juga dapat memberikan peluang bangsa Indonesia sebagai penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia. Jumlah lahan hutan yg besar akan membuat bangsa ini selalu diperhitungkan sebagai paru-paru dunia sehingga menjadikannya bangsa yg terhormat. Hutan yg ada  juga dapat membuat bangsa ini sebagai bangsa penghasil kayu dengan sistem yg berkelanjutan. Rempah-rempah yg melimpah serta resep nenek moyang yg dimiliki juga akan memberikan potensi dari kegiatan pada ekonomi Indonesia sebagai Negara pusat herbal dunia.