Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia

Sebagai negara tropis dengan ribuan pulau dan lautan yang luas, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Di daratan, suhu dan curah hujan yang tinggi memungkinkan penduduk dapat menanam berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Curah hujan yang tinggi juga menjamin ketersediaan air untuk kepentingan budi daya perikanan darat, seperti budi daya air tawar, pada kolam.

Wawasan Plengdut.com - Pustaka Online

Tanah di daerah tropis seperti Indonesia umumnya tebal atau dalam karena proses pelapukan terjadi lebih intensif.
Sumber: Isa Darmawijaya, 1990
Luas wilayah Indonesia  yang tergolong besar berupa lahan yang masih belum dimanfaatkan. Banyak pulau yang masih belum berpenghuni sehingga pada masa yang akan datang masih terbuka luas untuk dikembangkan dengan berbagai produk pertanian. Lahan yang luas juga menarik para pengusaha untuk membuka perkebunan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain lahan yang masih luas, Indonesia juga memiliki laut yang luas dan garis pantai yang sangat panjang. Laut dengan berbagai sumber daya yang terkandung di dalamnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh penduduk. Sebagian penduduk Indonesia masih berorientasi ke darat. Padahal, potensi sumber daya laut, khususnya ikan, masih sangat berlimpah. Garis pantai yang sangat panjang juga memungkinkan dikembangkannya budi daya perikanan.

Tahukah kamu bahwa sumber daya alam Indonesia telah dikenal dan diminati bangsa-bangsa di dunia sejak dahulu kala? Sumber daya alam Indonesia yang beraneka ragam sudah dikenal oleh bangsa lain sejak dulu. Bangsa India dan Cina sudah mengadakan hubungan dagang dengan bangsa Indonesia sejak abad ke-2 Masehi. Komoditas perdagangan dari Indonesia yang terkenal antara lain emas, kayu cendana, cengkih, lada, dan kapur barus. Komoditas tersebut termasuk yang diperdagangkan di pasaran internasional dengan nilai tinggi. sementara, bangsa India dan Cina membawa barang dagangan berupa kain tenun, ukiran, dan barang-barang dari gading gajah.

Info Pustaka Online Plengdut.com

Pada zaman dulu, bangsa Indian di Amerika membakar padang rumput kering yang luas agar terjadi hujan. Debu hasil pembakaran yang beterbangan ke udara menjadi tempat bertenggernya air (inti kondensasi) sehingga uap air dengan cepat berubah menjadi titik-titik air dan kemudian terjadi hujan. Hujan buatan yang dilakukan saat ini juga prinsipnya sama dengan cara yang dilakukan oleh bangsa Indian di Amerika. Bedanya sekarang dilakukan dengan menebar garam dari pesawat udara ke bagian atas awan. Pesawat terbang yang membawa garam terbang sampai berada di atas awan. Pada saat itulah, garam ditaburkan dari pintu pesawat yang dapat dibuka.