Perang Melawan Kolonialisme

Untuk mentjapai kemerdekaan kita, kita harus bersatu,
Untuk mentjapai kemerdekaan kita, kita harus membinasakan imperialisme dan kapitalisme

H.A. Notosoetardjo -Bung Karno dihadapan Pengadilan Kolonial (1963)

Bangsa Indonesia memang cinta perdamaian, tetapi tentu lebih cinta kemerdekaan, karena secara fitrah setiap orang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki hak kemerdekaan dan kedaulatan. Kedaulatan baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, sudah selayaknya sesuai dengan fitrah kemerdekaan dan kedaulatan itu maka setiap bentuk dominasi asing dan penjajahan harus kita lawan. Jiwa dan semangat untuk melawan setiap bentuk penjajahan ini seharusnya ada pada diri setiap warga Indonesia. Banyak orang mengatakan dalam arti politik secara formal kita sudah merdeka tetapi banyak kritik dilontarkan bahwa kita masih mengalami “penjajahan” dalam bidang ekonomi dan kebudayaan dalam arti kurang memiliki kemandirian. Oleh karena itu, dengan segala daya upaya kita harus memperjuangakan kemandirian dan kedaulatan di bidang ekonomi dan kebudayaan. Untuk memperkuat daya upaya dan perjuangan itu, kita perlu meneladani atau mencontoh semangat juang para pendahulu kita, misalnya para pahlawan yang telah berjuang melawan penjajahan, keserakahan dan kolonialisme. Pada postingan kali ini kita akan belajar tentang sejarah perjuangan rakyat dan para tokoh pejuang Indonesia pada kurun waktu sekitar abad ke-16 sampai dengan abad ke-20.

Baca juga: Perilaku, aturan, nilai, norma, kepercayaan dan adat istiadat merupakan bagian dari kebudayaan

Mengevaluasi Perang Melawan Keserakahan Kongsi Dagang (abad ke-16 sampai abad ke-18)


Ilustrasi kapal-kapal VOC yang berlayar menuju Nusantara. Sumber: Indonesia Dalam Arus Sejarah jilid 4 (Kolonisasi dan Perlawanan), 2012.
Ilustrasi kapal-kapal VOC yang berlayar menuju Nusantara.
Sumber: Indonesia Dalam Arus Sejarah jilid 4 (Kolonisasi dan Perlawanan), 2012.
Ilustrasi pertempuran rakyat di bawah Pangeran Nuku di Tidore. Sumber: Indonesia Dalam Arus Sejarah jilid 4 (Kolonisasi dan Perlawanan), 2012.
Ilustrasi pertempuran rakyat di bawah Pangeran Nuku di Tidore.
Sumber: Indonesia Dalam Arus Sejarah jilid 4 (Kolonisasi dan Perlawanan), 2012.
Ilustrasi atau gambar di atas menunjukkan adanya sebuah perlawanan bangsa Indonesia terhadap kezaliman kolonialisme Belanda. Gambar di atas melukiskan kapal-kapal dagang dari Papua dan Halmahera yang dijadikan kapal armada laut untuk memperkuat pasukan Pangeran Nuku dari Tidore untuk melawan kekejaman kompeni Belanda. Sungguh heroik perlawanan rakyat Kepulauan Maluku dan sekitarnya di bawah pimpinan Pangeran Nuku.

Pangeran Nuku. Sumber: Indonesia Dalam Arus Sejarah jilid 4 (Kolonisasi dan Perlawanan). 2012.
Pangeran Nuku.
Sumber: Indonesia Dalam Arus
Sejarah jilid 4 (Kolonisasi dan Perlawanan). 2012.
Dari pulau yang satu ke pulau yang lain Nuku berhasil menggerakkan berbagai lapisan kekuatan baik dari bangsawan maupun rakyat untuk melawan kezaliman Belanda. Politik devide et impera diterapkan oleh Belanda, tetapi Nuku bergeming. Dengan dukungan para penguasa dari Papua dan Halmahera, bahkan juga Inggris, pasukan Nuku semakin berjaya. Belanda harus mengakui keunggulan Sultan Nuku.
  1. Nah, apa kamu tahu siapa Pangeran Nuku itu?
  2. Mengapa Nuku melancarkan perlawanan terhadap Belanda?
  3. Bagaimana wujud politik devide et impera Belanda dalam memerangi Nuku?
  4. Nuku berjuang tidak sendirian, tetapi keberhasilan Nuku karena kerja sama antarkekuatan masyarakat. Coba tunjukkan kebersamaan yang dibangun Sultan Nuku sehingga berhasil memulihkan kedaulatan Tidore dan sekitarnya.
Uraian di atas menunjukkan salah satu perlawanan terhadap kezaliman dan dominasi asing yang menjajah bumi Nusantara ini. Kekuatan penjajahan itu telah merendahkan martabat bangsa dan membuat penderitaan rakyat, sehingga perlawanan itu terjadi di berbagai daerah. Berikut ini akan kita pelajari tentang berbagai perlawanan untuk melawan keserakahan VOC.

Artikel belajar online lainnya:  Manusia tidak bisa hidup sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kita membutuhkan interaksi sosial

0 komentar:

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kotak diskusi berikut maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah secara bijak.