Kelistrikan (electricity) Batuan Mineral

Sifat batuan mineral yang terakhir yaitu tentang kelistrikan (electricity) batuan mineral. Sifat listrik batuan mineral dapat dipisahkan menjadi dua yaitu sebagai pengantar arus atau konduktor dan yang tidak menghantarkan arus listrik atau non konduktor. Pada prakteknya, batas ini tidak tegas sehingga dijumpai istilah semi konduktor, yaitu mineral yang bersifat sebagai konduktor dalam batas-batas tertentu.

Konduksi batuan mineral
Konduksi dalam batuan mineral didefinisikan sebagai kemampuan mineral untuk menghantarkan listrik. Hanya sejumlah kecil batuan mineral mineral adalah konduktor yang baik; diantaranya adalah elemen logam dan Graphite mineral. Konduktor ini dapat ditempatkan di antara kawat yang membawa listrik, dan listrik akan melewati mineral ini. Konduksi adalah sifat penting yang digunakan untuk dapat membedakan mana sulfida dan oksida pada logam metalik.

Piroelektrisitas batuan mineral
Piroelektrisitas menggambarkan kemampuan mineral untuk mengembangkan muatan listrik bila terkena perubahan suhu. Beberapa mineral mengembangkan muatan listrik ketika dipanaskan, ada juga yang ketika didinginkan.

Piezoelektrik batuan mineral
Piezoelektrik menggambarkan kemampuan mineral untuk mengembangkan muatan listrik jika diletakkan di bawah stres. Mineral piezoelektrik akan menghasilkan listrik ketika digosok atau dipukul berulang-ulang.

Kelistrikan (electricity) batuan mineral sangatlah penting untuk menentukan batuan mineral mana yang memiliki kandungan logam. Konduksi sangat berguna dalam membedakan mana batuan mineral yang benar-benar logam atau bukan, sedangkan Piroelektrisitas dan piezoelektrik pada prakteknya jarang digunakan oleh peneliti batuan mineral saat menguji kelogaman mineral.

0 komentar:

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kotak diskusi berikut maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah secara bijak.