Perkembangbiakan pada Virus (Replikasi)

Pada postingan kali ini akan diulas mengenai cara perkembangbiakan virus atau yang biasa dikenal dengan replikasi pada virus. Pernah dibahas pada postingan sebelumnya di situs pustaka online ini pada artikel tentang virus beserta ciri-cirinya bahwa perkembangbiakan virus hanya terjadi dalam sel makhluk hidup atau pada jaringan hidup seperti contohnya pada jaringan embrio, maupun di dalam jaringan dari hewan, tumbuhan dan juga manusia.

Pada saat virus berkembangbiak atau melakukan replikasi, sitoplasma sel yang dijangkit virus menjadi bahan utama kebutuhan virus untuk pembentukan bagian-bagian virus baru. Replikasi atau proses perkembangbiakan virus ini terjadi saat pertama kali virus melakukan kontak dengan sel inang hingga pada tahap lisis atau proses akhir dimana virus tersebut berhasil membentuk virus-virus baru.

Gambar dari proses perkembangbiakan virus pada sel atau yang dikenal dengan replikasi virus
Gambar dari proses perkembangbiakan virus pada sel atau yang dikenal dengan replikasi virus
Seperti yang bisa kalian lihat pada gambar diatas, virus mulai melakukan kontak dengan sel inang menggunakan serabut pada ekornya (kaki virus) yang kemudian melakukan injeksi dan pelepasan asam nukleat yang berada di bagian kepala virus kedalam sel yang di jangkiti. Setelah asam nukleat virus berhasil masuk ke dalam sel, maka akan terbentuk virus-virus baru yang berkembangbiak di dalam sel tersebut (replikasi virus). Sel yang dijangkiti virus ini kemudian akan pecah dan melepaskan virus-virus baru yang nantinya akan menjangkit sel-sel yang lainnya.

Setelah membaca ulasan singkat mengenai perkembangbiakan virus, kita jadi tahu seberapa besar bahayanya bagi kesehatan yang bisa dihasilkan dari virus ini jika menjangkit sel tubuh manusia, hewan maupun tumbuhan. Akan tetapi, adakah manfaat lain dari virus ini selain menimbulkan penyakit? Untuk menjawabnya akan kita bahasa di postingan berikutnya mengenai pemanfaatan virus bagi kehidupan.