Apakah Ilmu Mikropaleontologi Itu?

Tahukah kamu, apakah ilmu mikropaleontologi itu? Ilmu Mikropaleontologi merupakan studi yang khususnya mempelajari sisa-sisa organisme yang terawetkan di alam dengan menggunakan alat berupa mikroskop. Organisme yang terawetkan tersebut dinamakan fosil mikro dikarenakan berukuran sangat kecil. Sebagai contoh fosil mikro adalah fosil-fosil organisme golongan foraminifera. Golongan ini umumnya mempunyai ukuran yang kecil, sehingga untuk mengadakan penelitian terhadapnya harus menggunakan mikroskop. Namun demikian ada kalanya untuk mempelajari sifat-sifat mikro dari fosil besar digunakan pula mikroskop misalnya fosil Mollusca, Bryozoa, Coral dan lain sebagainya. 


Fosil yang terdapat di alam mempunyai ukuran yang berbeda-beda, sehingga penelitian terhadapnya dilakukan dengan cara yang berlainan pula. Ada penelitian terhadap fosil yang dilakukan secara megaskopi, artinya penelitiannya dilakukan dengan mata telanjang dengan potongan lensa pembesar atau loupe. Disamping itu ada juga cara penelitian secara mikroskopi, artinya penelitiannya dilakukan dengan alat mikroskop.

contoh gambar fosil foraminifera pada ilmu mikropaleontologi
Gambar fosil foraminifera dengan menggunakan mikroskop


Disamping pengertian fosil mikro, ada juga pengertian mikrolitologi. Mikrolitologi merupakan suatu studi mikroskop yang membahas tentang batuan sedimen. Untuk studi ini digunakan alat mikroskop binokuler. Studi ini mempelajari warna, tekstur, pemilahan, struktur ukuran kristal, fragmen serta sementasi dari sedimen. Disamping mikrolitologi ada juga mikrostratigrafi, dimana ilmu ini merupakan gabungan antara mikrolitologi dan mikropaleontologi. Mikrostratigrafi khusunya digunaka dalam korelasi.

Pada umumnya fosil mikro mempunyai ukuran lebih kecil dari 5mm, tetapi ada beberapa diantaranya yang mempunyai ukuran sampai 19mm seperti misalnya pada genus Fusulina.

Fosil mikro meliputi cangkang-cangkang yag dimiliki oleh berbagai organisme, embrio dari fosil-fosil makro serta bagian-bagian tubuh dari fosil makro yang untuk penelitiannya digunakan alat bantu berupa mikroskop. Untuk penelitian fosil mikro kadang-kadang juga digunakan sayatan tipis dari fosil-fosil tersebut.