Kelompok Mikrofosil

Kelompok - kelompok mikrofosil sangatlah penting dalam mempelajari ilmu paleontologi. Kemajuan yang relatif baru dalam analisis DNA molekuler (molekuler filogenetik) telah memungkinkan para ilmuwan untuk membandingkan gen yang dipilih dari berbagai protista dan organisme multiseluler menggunakan komputer. Studi genetika molekuler cenderung didukung oleh data biokimia dan data morfologi dari penelitian ultrastructural pada sel. Hal ini mendorong para ilmuwan untuk merevisi kembali kelompok mikrofosil atau klasifikasi eukariota. Terminologi yang digunakan untuk taksonomi atau klasifikasi organisme berubah pada tahun 2005, dan beberapa kelompok tradisional organisme telah ditinggalkan.

Tiga kelompok mikrofosil

Kelompok Mikrofosil
Ada tiga kelompok mikrofosil, yaitu:
  1. Bakteri atau eubacteria - organisme bersel tunggal yang tidak memiliki nukleus (prokariota)
  2. Archaea - bersel tunggal mikroorganisme yang tidak memiliki nukleus (prokariota), tetapi yang berevolusi secara independen dari bakteri, seperti yang ditujukan oleh biokimia yang berbeda
  3. Eukaryota - organisme dengan sel yang memiliki nukleus dan organel lainnya (hewan, tumbuhan, jamur dan protista).
Pada pengelompokan diatas, Bakteri dan Archaea masuk jenis prokariota dikarenakan tidak memiliki nukleus, namun studi gen dan biokimia menunukkan bahwa archaea lebih erat terkait dengan eukariota. Eukariota atau organisme multisel dan organisme bersel tunggal dengan inti, sekarang ditempatkan pada 6 kelompok supergroup mikrofosil berdasarkan kesamaan genetiknya. 

6 supergroup kelompok eukariot

  1. Rhizaria - Foraminifera, radiolaria, dan lain-lain
  2. Chromalveolata - Diatom, dinoflagellates, coccoliths (ganggang coklat keemasan), silicoflagellates, dan lain-lain
  3. Opisthokonta - Animals, Fungi, choanoflagellates (kerabat spons), dan lain-lain
  4. Archaeplastida atau Plantae - Tanaman, ganggang hijau atau charophytes, ganggang merah
  5. Amoebozoa - Amoebas dan jamur lendir
  6. Excavata - Beberapa flagelata seperti euglea, giardia, trichomonas, dan leishmania.
Itulah tadi perkembangan perubahan kelompok mikrofosil pada ilmu paleontologi mengikuti perkembangan jaman serta kemajuan tekhnologi dalam meneliti mikrofosil ini.