Sejarah Taj Mahal dan Awal Pembangunan Taj Mahal

Sejarah Taj Mahal akan menjadi ulasan artikel belajar plengdut.com pada postingan kali ini. Taj Mahal sendiri merupakan bangunan mausoleum yang terletak di daerah Agra India dan masuk dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1983.

Taj Mahal di dalam bahasa urdu تاج محل dan dalam bahasa Hindi ditulis ताज महल merupakan bangunan yang didirikan atas perintah dari kaisar Mughal yaitu Shah Jahan sebagai persembahan untuk istri yang paling dicintainya.


Silsilah Kerajaan Mughal
Shah Jahan sendiri merupakan generasi ke-5 dari kekaisaran Mughal dan merupakan anak dari Kaisar Jahangir. Jahangir sendiri merupakan anak dari Raja Akbar.

Jadi secara silsilah, Shah Jahan yang membangun Taj Mahal adalah cucu dari Raja Akbar. Ayah Shah Jahan yaitu Kaisar Jahangir memiliki nama asli Nur-ud-din Mohammad Salim yang merupakan pewaris kekaisaran mughal yang ke-4. Berikut ini adalah silsilah dari kerajaan mughal yang tercatat dalam sejarah;
  • 1526–1530 Raja Babur, nama lengkapnya Zaheeruddin Muhammad Babur
  • 1530–1539, 1555–1556 Raja Humayun
  • 1556–1605 Raja Akbar atau dikenal dengan Akbar The Great. Nama aslinya adalah Jalaludin Akbar atau Jalāl ud-Dīn Muhammad Akbar
  • 1605–1627 Raja Jahangir, nama aslinya Nur-ud-din Mohammad Salim
  • 1628–1658 Shah Jahan (Shahab-ud-din Muhammad Shah Jahan I / Pangeran Khurram), anak dari Nur-ud-din Mohammad Salim dan merupakan pembangun Taj Mahal
  • 1658–1707 Aurangzeb
Sejarah Awal Pembangunan Taj Mahal
Awal sejarah Taj Mahal dibangun saat Shah Jahan jatuh cinta pada seorang gadis bangsawan Persia yang bernama Mumtaz ul Zamani. Awal pertemuan mereka terjadi saat Shah Jahan sedang berjalan-jalan menyusuri Meena Bazaar.

Sejarah Taj Mahal
Pada Meena Bazaar ini, Shah Jahan bertemu dengan Mumtaz ul Zamani yang saat itu sedang menjajakan dagangannya berupa manik-manik kaca dan kain sutera. Berselang 5 tahun kemudian, Shah Jahan dan Mumtaz ul Zamani pun akhirnya menikah. tepatnya pada tahun 1612.

Berselang 16 tahun kemudian, tepatnya di tahun 1628, Shah Jahan diangkat menjadi raja mughal dan begitu juga  dengan Mumtaz ul Zamani mendapatkan gelar sebagai Mumtaz Mahal yang berarti "Permata Istana" (Jewel of the Palace).

Perlu di ketahui juga, bahwa Mumtaz ul Zamani merupakan istri ketiga dari Raja Shah Jahan, dimana sebelumnya sang Raja sudah memiliki dua orang istri. Akan tetapi rasa cintanya yang begitu besar terhadap Mumtaz ul Zamani menjadikannya istri yang paling ia sayangi, sama seperti kisah kakeknya yaitu Raja Jalaludin Akbar yang sangat mencintai istri ketiganya yaitu Jodha Bai atau yang dikenal dengan julukan Mariam-uz-Zamani.

Kemanapun Raja Shah Jahan bepergian selalu diteman oleh istri tercintanya yaitu Mumtaz Mahal (Mumtaz ul Zamani). Hingga akhirnya pada tahun 1631, Mumtaz Mahal melahirkan anak ke-14 dan meninggal saat proses persalinan.

Kematian Muntaz Mahal dipelukan Raja Shah Jahan saat melahirkan anak ke-14nya ini membuat raja Sahah Jahan berjanji bahwa dirinya tidak pernah akan menikah lagi dan akan membangun sebuah mausoleum atau makam termegah diatas kuburan sang istri.

Untuk menepati janjinya itu, kemudian Raja Shah Jahan memanggil Ustad Ahmad dan memerintahkan untuk membangun Taj Mahal di atas kuburan istrinya. Sejarah mencatat dengan bantuan 20.000 pekerja yang tediri dari pengukir termasyhur di seluruh dunia, tukang emas, tukang pahat dan tukang batu, akhirnya Taj Mahal mulai dibangun.

Beberapa sejarah juga mencatat bahwa awalnya Taj Mahal akan dibangun dengan warna hitam oleh Shah Jahan yang melambangkan kesedihannya terhadap meninggalnya istri yang paling dicintainya yaitu Mumtaz Mahal. Akan tetapi rencana ini ditentang oleh putranya sendiri dan akhirnya dibangun Taj Mahal seperti yang saat ini berdiri di kota Agra India.

Pembangunan Taj Mahal sendiri memakan waktu selama 22 tahun lamanya. Dengan menara yang terbuat dari marmer putih dan kubah, serta seni mozaik yang indah akhirnya Taj mahal masuk sebagai tujuh keajaiban dunia. Menurut sejarah, Taj Mahal dihiasi dengan 43 jenis batu permata diantaranya yaitu kristal, jed, berlian, topaz dan nilam.

Bangun Taj Mahal sendiri bentuknya simetris, dimana pada posisi tengah bangunan terletak makam Mumtaz Mahal. Sedangkan yang tidak simetris adalah bangunan makam Raja Shah Jahan yang terletak disebelah istrinya dikarenakan bangunan makam Raja ini tidak masuk dalam perencanaan awal.




Sejarah Taj Mahal ini bisa kita lihat langsung jika berkunjung ke kota Agra India, tepatnya pada posisi Latitude 27°10'29.92"N Longitude 78° 2'32.08"E (lihat pada peta diatas).