Pengertian dari Ekosistem dan Komponen dalam Ekosistem

Postingan artikel belajar kali ini, plengdut.com akan mengulas mengenai komponen yang ada pada ekosistem dan pengertian kata ekosistem. Sebelum kita membahas mengenai komponen komponen apa saja yang ada pada ekosistem, ada baiknya kita pahami dulu pengertian dari ekosistem itu sendiri.

Pengertian dari ekosistem
Pengertian dari ekosistem atau arti ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dari pengertian kata ekosistem tadi, diketahui bahwa di dalam ekosistem itu sendiri terdapat komponen komponen biotik (hidup) dan juga komponen komponen abiotik (tidak hidup) yang berlangsung dalam suatu ekosistem.

Komponen berupa abiotik dan komponen berupa biotik dalam ekosistem ini saling mempengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya, sebagai contoh hubungan komponen ini yaitu hubungan antara air yang merupakan komponen berupa abiotik dan hewan yang merupakan komponen berupa biotik.
Komponen dalam Ekosistem dan Pengertian dari Ekosistem
Gambar Ekosistem dan Komponen di dalamnya
Interaksi antara komponen makhluk hidup (biotik) dan komponen tidak hidup (abiotik) ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan dalam ekosistem. 

Komponen dari ekosistem
Pada pengertian dari ekosistem diatas, sudah kita ketahuai bahwa terdapat dua macam komponen penyusun ekosistem yaitu komponen abiotik dan biotik. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan masing-masing komponen pada ekosistem ini:

1. Komponen Abiotik
Komponen abiotik yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati), yang meliputi komponen fisik dan komponen kimia pada suatu ekosistem. Contoh dari komponen berupa abiotik dalam ekosistem ini seperti tanah, air, matahari, udara, dan energi.

2. Komponen Biotik
Komponen biotik merupakan komponen yang terdiri dari makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Ada 2 pembagian komponen biotik dalam suatu ekosistem, yaitu komponen biotik berupa Organisme Autotrof dan Organisme Heterotrof.

Kelompok satuan makhluk hidup di dalam ekosistem
Satu makhluk hidup disebut juga individu, misalnya seekor ikan. Sedangkan kumpulan makhluk hidup yang menetap pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan berkembang biak disebut sebagai populasi. Misalnya saja populasi rusa yang tinggal di padang rumput dan berkembangbiak.

Sedangkan sekumpulan populasi yang tinggal pada daerah yang sama dalam kurun waktu yang lama disebut sebagai komunitas. Sebagai contoh pada padang rumput terdapat populasi rusa, bison, kuda dan lain sebagainya.

Kumpulan dari komunitas tersebut kemudian akan menyebabkan adanya interaksi interaksi dari makhluk hidup dan disebut sebagai sebuah ekosistem. Misalnya komunitas populasi rusa, bison dan kuda merupakan ekosistem padang rumput.

Macam macam ekosistem
Terdapat 2 macam ekosistem jika dilihat dari awal terbentuknya, yaitu:

1. Ekosistem alamiah
Ekosistem ini adalah ekosistem yang tercipta dengan sendirinya tanpa ada campur tangan dari manusia, oleh karena itu disebut sebagai ekosistem Alamiah. Macam-macam contohnya ekosistem ini adalah ekosistem laut dan sungai.

Contoh gambar ekosistem alamiah natural / alamiah
Contoh gambar ekosistem alamiah
Pada ekosistem alami ini, dibagi lagi menjadi 2 macam berdasarkan lingkungannya, yaitu ekosistem lingkungan air dan ekosistem lingkungan darat.

A. Ekosistem Air
Ekosistem ini juga sering di sebut sebagai ekosistem akuatik, dimana ciri khas ekosistem ini adalah adanya komponen abiotik berupa air. Sebagai contoh macam ekosistem aquatik ini adalah:

* Ekosistem dari air tawar.
Ekosistem ini memiliki beberapa ciri khusus jika dilihat dari penyusun abiotiknya. Ciri ekosistem di daerah ini yaitu memiliki penetrasi dari cahaya yang kurang, variasi suhunya tidak begitu mencolok, serta sangat terpengaruh oleh kondisi cuaca dan iklim. Beberapa contoh tumbuhan yang hidup di ekosistem ini diantaranya ganggang dan tumbuh-tumbuhan biji. Pada ekosistem ini juga terdapat berbagai macam hewan, dan diperkirakan hampir semua filum hewan ada di habitat ini.

* Ekosistem air laut.
Ekosistem habitat laut ini juga memiliki beberapa ciri khusus. Beberapa ciri khusus ekosistem ini diantaranya yaitu adanya perbedaan suhu yang mencolok pada bagian permukaan laut dan bagian dalam laut. Akibat adanya perbedaan suhu yang tinggi ini, maka akan terjadi lapisan air panas dan air dingin atau yang dikenal dengan lapisan termoklin.

Perbedaan suhu lapisan pada air laut ini juga cukup unik. Apabila kalian pernah berendam di laut saat malam hari, maka air di permukaan akan terasa dingin, sedangkan air di bagian bawah akan terasa hangat. Begitu juga sebaliknya saat kita berendam di laut pada siang hari, permukaan air akan terasa hangat akan tetapi bagian dalam air akan terasa dingin. Sedangkan panas tertinggi permukaan laut biasanya terjadi pada sore hari, dimana sering kita temukan orang yang tidak terbiasa berendam di laut pada sore hari ini akan mengalami efek terbakar pada kulit.

Ciri berikutnya dari ekosistem ini yaitu memiliki kadar garam atau salinitas yang cukup tinggi dengan ion Cl hingga 55% dengan suhu sekitar 25 °C di laut daerah tropik. Salinitas yang tinggi inilah yang menyebabkan perbedaan suhu antara muka air dan bagian dalam air. Sebagai contoh di siang hari secara logika suhu akan naik dikarenakan pancaran dari matahari, akan tetapi pada air laut ini kenaikan suhu akan terjadi hanya pada permukaan saja, sedangkan perambatan suhu panas menuju bagian dalam air baru terjadi setelah malam hari dimana suhu di permukaan sudah menjadi dingin karena efek cuaca di malam hari. Berbeda dengan air tawar yang salinitasnya kecil atau hampir tidak ada, jika di siang hari permukaan sungai panas maka air bagian dalampun akan ikut panas/hangat.

* Ekosistem muara.
Ekosistem pada muara ini juga dikenal dengan istilah ekosistem estuari. Ekosistem ini merupakan tempat bertemunya air tawar (sungai) dan air asin (laut). Ciri dari ekosistem dari estuari ini yaitu adanya daerah lempengan intertidal lumpur yang cukup luas. Produktivitas yag terjadi pada ekosistem ini cukup tinggi dan memiliki nutrisi yang tinggi. Habitat tumbuhan yang hidup pada lingkungan muara ini biasanya berupa rumput rawa garam, fitoplankton dan ganggang. Sedangkan macam-macam habitat hewan yang hidup pada lingkungan ini diantaranya kerang, ikan, berbagai jenis cacing dan juga kepiting.

* Ekosistem pantai.
Ekosistem dari pantai ini biasanya banyak ditumbuhi habitat tanaman Ipomoea pes caprae. Ipomoea pes caprae merupakan tanaman pantai yang biasanya tumbuh di atas gundukan pada pasir pantai. Tanaman ini menjalar, memiliki daun yang tebal serta bunga berwarna ungu dan biasanya tahan terhadap hempasan gelombang laut serta angin.

* Ekosistem sungai.
Ekosistem pada sungai memiliki ciri suhu yang bervariasi bergantung pada letak ketinggian serta garis lintangnya. Aliran pada sungai juga relatif kontan sehingga airnya banyak mengandung oksigen terlarut. Pada ekosistem ini, biasanya habitat hewan yang hidup seperti jenis ikan berkumis atau catfish contohnya yaitu lele. Ada juga jenis kura-kura, gurame, buaya dan ular.

* Ekosistem terumbu karang.
Ekosistem lingkungan ini biasanya berupa coral di dekat area pantai. Pada ekosistem ini memiliki efisiensi yang cukup tinggi dimana biota atau hewan yang ada di habitat ini biasanya memakan berbagai organisme mikroskopis serta bahan-bahan sisa organik lainnya. Ekosistem ini di huni oleh habitat invertebrata, ikan serta mikroorganisme yang hidup disekitar ganggang dan karang.

* Ekosistem laut dalam.
Ekosistem ini memiliki ciri dengan kedalaman 6000 m lebih. Pada ekosistem ini, intensitas cahaya yang ada sangat minim. Lingkungan ekosistem ini biasanya di huni oleh ikan laut yang mampu mengeluarkan cahaya pada organ tubuhnya. Pada lingkungan ini juga terdapat beberapa produsen bakteri yang bersimbiosis dengan beberapa jenis karang tertentu.

* Ekosistem lamun.
Ekosistem pada lamun ini juga dikenal dengan nama ekosistem seagrass. Seagrass sendiri merupakan jenis tumbuhan dengan bunga dimana mampu hidup pada habitat laut. Biasanya kondisi pantai yang dangkal menjadi tempat habitat hidup seagrass. Seagrass atau lamun ini biasanya memiliki bunga, buah dan biji serta sistem akar internal sebagai alat pengangkut zat hara dan gas.

B. Ekosistem Darat
Ekosistem di darat ini juga disebut sebagai ekosistem terestrial. Zona terestrial ini biasanya ditentukan oleh curah hujan dan temperatur. Pola ekosistem daerah darat ini biasnya tergantung pada adanya gangguan maupu iklim. Sebagai contoh yaitu adanya gangguan berupa kebakaran, aktivitas manusia maupun petir dapat menyebabkan perubahan pada ekosistem ini. Sedangkan iklim sangat berpengaruh untuk mengamati pola ekosistem dari terestrial ini, biasanya iklim tertentu akan menyebabkan pola ekosistem terestrial di daerah tertentu. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak uraian plengdut mengenai macam-macam ekosistem yang ada di darat ini:

* Hutan hujan tropis.
Ciri khusus dari ekosistem ini yaitu hanya terdapat di daerah darat subtropik dan daerah darat tropik dengan intensitas curah hujannya 200 hingga 225cm/tahun. Tumbuhan yang hidup di daerah ini yaitu berbagai macam jenis pohon-pohonan tergantung letak dari geografis hutan.

Bentuk pohon yang tumbuh di ekosistem ini berukuran besar dengan tinggi 20 hingga 40m serta memiliki daun lebat yang membentuk kanopi atau tudung. Perubahan pada iklim mikro sering terjadi pada hutan basah ini, iklim mikro ini merupakan iklim yang terjadi langsung di sekitar organisme. Intensitas cahaya bisa dikatakan cukup pada daerah tudung ini dengan memiliki variasi dari suhu serta kelembaban tinggi dan sepanjang harinya suhu berkisar di angka 25°C. Pada ekosistem dari hutan hujan tropis ini sering ditemukan macam-macam jenis tumbuhan yang khas, seperti contohnya anggrek yang berperan sebagai epifit dan rotan atau liana. Macam-macam habitat hewan pada lingkungan ekosistem ini diantaranya yaitu burung hantu, babi hutan, badak, harimau serta kera.

* Sabana.
Ciri ekosistem dari sabana pada daerah darat tropik yaitu memiliki intensitas hujan 40 hingga 60 inchi/tahun. Kelembaban serta temperatur pada lingkungan ekosistem ini masih bergantung pada musim. Afrika dan Australia merupakan contoh Negara yang memiliki saban dengan cakupan area terluas. Heyna, singa, dan zebra merupakan contoh macam-macam jenis hewan mamalia darat yang hidup di daerah ini.

* Padang rumput.
Ekosistem dari padang rumput ini biasanya terdapat pada daerah subtropik dan daerah tropik. Ciri dari ekosistem ini yaitu memiliki intensitas hujan sekitar 25 hingga 30cm/tahun. Selain itu, hujan yang turun di lingkungan ekosistem ini tidak teratur dengan tingkat peresapan air yang tinggi serta aliran air atau drainase yang cepat. Jenis tumbuhan pada ekosistem ini yaitu herbs (terna) serta rumput dimana kedua tumbuhan ini sangat bergantung dengan kelembaban. Ular, tikus, serangga, kangguru, jerapah, gajah, serigala, anjing liar, singa, zebra, dan bison merupakan contoh jenis macam-macam hewan darat yang hidup pada ekosistem ini.

* Gurun.
Ekosistem dari gurun biasanya terdapat pada daerah tropik dimana berbatasan dengan padang rumput. Ekosistem ini memiliki ciri khas yaitu gersang dengan intensitas hujan rendah, sekitar 25cm per tahunnya. Saat malam hari dan siang hari terjadi perbedaan suhu yang cukup besar di darat daerah gurun. Beberapa jenis tumbuhan yang ada pada ekosistem ini diantaranya tumbuh-tumbuhan berukuran kecil yang merupakan tumbuhan musiman serta jenis tumbuhan berduri seperti kaktus, atau tumbuhan yang tidak memiliki daun serta berakar panjang dan memiliki jaringan sebagai tempat menyimpan air. Jenis macam hewan yang hidup pada ekosistem lingkungan ini seperti kalajengking, katak, kadal, ular, dan jenis nokturnal lainnya.

* Hutan gugur.
Daerah dengan empat musim serta beriklim sedang merupakan daerah dari ekosistem ini. Ekosistem inni juga memiliki ciri intensitas hujan sepanjang tahunnya merata. Rakun, burung pelatuk, rusa, rubah dan beruang merupakan hewan yang mendiami ekosistem dari hutan gugur. Sedangkan jenis dari pohon jumlahnya sangat sedikit serta tumbuhnya tidak rapat. Dalam satu ekosistem biasanya hanya terdapat 10 hingga 20 macam jenis pohon saja.

* Taiga
Ekosistem dari taiga biasanya hanya terdapat pada bumi belahan utara serta pada pegunungan tropik. Rendahnya suhu pada musim dingin menjadi ciri khas dari ekosistem ini. Jenis tumbuhan darat yang tumbuh pada hutan taiga ini umumnya hanya satu spesies tumbuhan saja, misalnya pinus, konifer serta tanaman sejenisnya. Jenis tumbuhan basah serta semak sangat jarang ditemukan pada ekosistem ini. Beruang hitam serta burung-burung yang melakukan migrasi ke daerah selatan saat musim gugur tiba menjadi macam-macam jenis hewan penghuni ekosistem ini.

* Tundra
Ekosistem dari tundra ini biasnya pada belahan darat bumi utara pada lingkaran kutub utara serta pada puncak-puncak dari gunung tertinggi. Biasanya umur tanaman yang menempati habitat ekosistem ini hanya berumur sekitar 60 hari. Rumput jenis alang-alang, tumbuhan perdu, tumbuhan biji semusim, merupakan jenis tumbuhan yang hidup pada ekosistem ini.

* Karst
Ekosistem dari karst atau yang kita kenal dengan ekosistem gua darat / batu gamping, biasanya memiliki ciri tanah yang tidak subur apalagi jika dijadikan lahan pertanian. Ekosistem ini juga merupakan ekosistem yang rentan terjadi longsor, erosi serta rentan pada pori-pori aerasi rendah dan memiliki permeabilitas gaya yang lambat serta di dominsai oleh pori-pori mikro.

2. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang terbentuk dengan adanya campur tangan manusia, Dibuat kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun macam-macam keanekaragaman hayati di sini terbatas, karena bukan itu tujuan dari membuat ekosistem ini. Contohnya adalah sawah.
Contoh gambar ekosistem sawah yang merupakan ekosistem buatan
Contoh gambar ekosistem sawah yang merupakan ekosistem buatan

Interaksi pada ekosistem
Tentunya setelah mengetahui komponen dalam suatu ekosistem kita akan belajar bagaimana hubangan antara makhluk hdup yang tinggal menetap dalam suatu ekosistem ini.

Setiap makhluk hidup pada suatu ekosistem akan berusaha untuk mempertahankan populasinya, tentu dengan cara mencari makanan dan terus berkembang biak. Suatu ekosistem akan terdiri dari makhluk hidup karnivora dan herbivora, hal ini akan menimbulkan hubungan erat dalam rantai makanan dan jaring jaring makanan pada ekosistem tersebut. Perhatikan gambar rantai dan jaring-jaring makanan berikut:
Gambar jaring makanan
Gambar jaring makanan
Gambar piramida makanan menunjukan predator terpuncak
Gambar piramida makanan menunjukan predator terpuncak pada suatu ekosistem

Pencemaran ekosistem
Ekosistem ini sebenarnya memberikan banyak keuntungan dalam kehidupan manusia, namun banyak dari kita tidak menyadarinya sehingga bertindak hanya demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampaknya bagi kehidup anak cucu kita.

Gambar ekosistem yang tercemar dan membahayakan komponen di dalamnya
Gambar ekosistem yang tercemar dan membahayakan komponen di dalamnya
Sebagai contoh yaitu ekosistem sungai yang berada di kota-kota besar, hampir semua ekosistem sungai di kota besar saat ini sudah tercemar dengan sampah. Hal ini tentunya akan mengurangi jumlah komponen komponen dalam ekosistem yang hidup di dalamnya.