Konsep Dasar Paleontologi

Kembali mengulas paleontologi, pada postingan plengdut kali ini kita akan membahas apa saja konsep konsep yang menjadi dasar ilmu paleontologi ini. Mari kita simak satu persatu konsep konsep paleontologi  tersebut:

1. Taksonomi
Taksonomi diartikan sebagai pengelompokan dari makhluk hidup atau organisme yang di dasarkan pada kesamaan  dari ciri secara fisik tertentu pada paleontologi. Untuk penyebutan organisme dimana tingkatan taksonominya belum diketahui, sering digunakan istilah taksa. Dalam taksonomi ini, unit yang tertinggi disebut sebagai kingdom, sedangkan spesies digunakan untuk penyebutan unit terkecil. Ada juga penggunaan kata super jika terdapat unit-unit di atas unit baku. Sebagai contoh istilah superkingdom yang berarti unit dimana lebih tinggi daripada kingdom. Sedangkan untuk unit-unit yang terletak dibawah unit baku biasanya digunakan istilah sub. Sebagai contoh yaitu penggunaan istilah subfilum yan berarti posisinya berada dibawah unit dari filum.

Contoh Satuan Taksonomi
Satuan Tax.
Kerang
Kucing
Kingdom
Animalia
Animalia
Filum
Molluska
Chordata
Klas
Pelecypoda
Mamalia
Ordo
Anisomyaria
Carnivora
Famili
Pectenidae
Felidae
Genus
Pecten
Felis
Spesies
Ziczac
Domestica

2. Spesifikasi Nama
Deskriptif dari pemberian sebuah nama pada organisme yang didasarkan dari ciri fisiknya bisa berupa:
    Konsep Dasar Paleontologi
  • Berdasarkan bentuk tubuh; contohnya yaitu Turritella angulata yang berarti memiliki bentuk tubuh yang meninggi atau turreted serta memiliki ruangan yang menyudut.
  • Berdasarka struktur; contohya yaitu Tubipora musica dimana memiliki struktur bentuk tubuh menyerupai pipa atau tube serta tersusun menyerupai alat musik atau musica.
  • Berdasarkan geografis; bisa diartikan pemberian sebuah nama pada organisme makhluk hidup yang didasarkan dari lokasi dimana fosil itu ditemukan untuk yang pertama kali. Sebagai contoh yaitu Fussulina sumatrensis dimana fosil Fussulina ini petama kali ditemukan di daerah Sumatera.
  • Berdasarkan personal; atau bisa diartikan pemberian nama berdasarkan orang atau peneliti yang menemukannya. Sebagai contoh yaitu Discoater martinii dimana kata Martini merupakan nama penemu dari fosil tersebut.


3. Filogeni
Filogeni merupakan studi paleontologi dimana mempelajari hubungan dari kekerabatan antara satu organisme makhluk hidup dengan organisme makhluk hidup yang lainnya. DNA dan morfologi menjadi dasar dalam penentuan hubungan ini. Dalam mempelajari penyusunan taksonomi dan proses evolusi, filogeni memiliki peranan penting pada penelitian tersebut. Evolusi bisa diartikan sebagai bentuk perubahan dari organisme secara berangsur-angsur yang berusaha menyesuaikan hidupnya pada tempat dan waktu yang mengalami perubahan. Atau bisa dikatakan juga bahwa evolusi merupakan suatu proses adaptasi dari makhluk hidup terhadap lingkungannya. Ada beberapa metode penyusunan yang digunakan dalam filogeni, diantaranya:
  • Feneti; metode penyusunan filogeni dengan pendekatan analisa numerik. Pendekatan tersebut meliputi penghitungan indeks ketidaksamaan, indeks keanekaragaman, analisa pola dan berbagai indek yang lainnya. Dalam pendekatan fenetik, semua subyek dan faktor yang dianalisis mempunyai kedudukan yang sama.
  • Kladistik; metode ini muncul atas dasar pemikiran bahwa proses alamiah akan selalu mengambil jalan yang paling singkat. Dalam kladistik, ciri fisik memiliki tingkatan yang berbeda.


4. Metode Identifikasi
a. Morfologi
Pendekatan morfologi berupa deskriptif kualitatif, meliputi bentuk tubuh, struktur yang biasanya berkembang dan sebagainya.

b. Biometri
Pendekatan secara kuantitatif, yaitu berdasarkan ukuran tubuh dari suatu organisme.

Itulah tadi beberapa konsep konsep bentuk dasar yang digunakan dalam studi paleontologi. Semoga bisa membantu kalian dalam belajar ilmu paleontologi.