Pengertian Dari Ilmu Bidang Paleontologi

Ilmu bidang paleontologi berasal dari tiga suku kata bahasa yunani yaitu paleos yang berarti memiliki pengertian tua, ontos yang berarti memiliki pengertian hidup dan logos yang berarti memiliki pengertian berupa ilmu. Jika ketiga suku kata ini digabungkan, maka pengertian paleontologi memiliki arti sebuah bidang ilmu yang mempelajari mengenai bentuk-bentuk dari kehidupan dimana pernah ada pada masa lampau, termasuk di dalamnya bentuk evolusi dan bentuk interaksi satu dengan yang lainnya serta bentuk lingkungan kehidupannya atau dikenal dengan paleokologi yang merupakan bagian dari ilmu bidang paleontologi, selama masa kurun waktu umur bumi atau dalam skala waktu dari geologi terutama pada pengkajian dimana diwakili oleh fosil.

Jika dilihat dari bahan penelitian yang dikaji ilmu bidang paleontologi umumnya berupa fosil dari berbagai macam organisme, bisa kita ketahui pada pengertian diatas bahwa bidang ini juga mempelajari tentang berbagai macam jenis spesies yang bisa dikelompokan dalam bidang ilmu biologi, akan tetapi masih dalam lingkup ilmu geologi.

Sehingga bidang ini memliki batasan berupa kurun waktu antara ilmu biologi dan ilmu geologi. Begitu juga pada penelitian paleokologi yang merupakan ilmu cabang paleontologi dimana bisa dikategorikan masuk bidang ilmu ekologi atau bisa dikatakan adanya hubungan paleontologi dengan ilmu lainnya. Sehingga pada ilmu paleokologi juga mempelajari bentuk lingkungan dari spesies spesies fosil yang ditemukan tersebut.

Paleontologi merupakan bidang ilmu yang merupakan cabang studi geologi ini mencakup banyak aspek, seperti telah diuraikan plengdut diatas mencakup aspek biologi, ekologi, ilmu sejarah, ilmu geografis dan aspek-aspek lainnya. Perbedaannya pada studi ilmu ini, paleontologi hanya dibatasi oleh kurun waktu, dimana yang diteliti hanya kehidupan organisme baik hewan maupun tumbuhan di masa lampau.

Pengertian Ilmu Paleontologi
Paleontologi - jejak dan fosil organisme menjadi bahan penelitian paleontologi
Batasan kurun waktu dari ilmu studi paleontologi disini bisa diartikan atau memiliki pengertian bahwa spesies fosil organisme yang diteliti bisa dikatakan sebagai kegiatan ilmu bidang biologi dengan batasan pada organisme masa lalu. Begitu juga dengan lingkungan kehidupannya bisa dikatakan merupakan ilmu ekologi dengan batasan masa lalu. Sehingga pada bidang ilmu studi paleontologi ini yang dikaji didalamnya terdapat bidang ilmu biologi dan bidang ilmu ekologi hanya merupakan sebatas kehidupan masa lampau dari fosil organisme yang diteliti pada bidang ilmu studi paleontologi ini.

Bidang ilmu dari paleontologi mulai berkembang sekitar abad ke 19, kemudian di tahun 1990 juga ditemukan beberapa fosil di daerah China yang akhirnya memberikan banyak informasi terbaru studi ilmu dari paleontologi ini mengenai sejarah tentang evolusi dari organisme-organisme baik itu hewan seperti ikan, dinosaurus, burung maupun pengertian evolusi yang terjadi pada mamalia.

Bidang paleontologi ini memiliki persamaan pengertian dengan pengertian ilmu pengetahuan sejarah dimana paleontologi maupun sejarah keduanya mencoba untuk menjelaskan sebab-sebab dibandingkan dengan melakukan sebuah percobaan untuk bisa mengamati gejala atau dampaknya. Sebagai contoh pada bidang studi sejarah, jika ditemukan suatu peninggalan sejarah berupa arca, maka penelitian terfokus pada arca tersebut merupakan peninggalan dari masa apa, mengapa bisa terkubur, apa saja isinya dan lain sebagainya. Begitu juga dengan ilmu bidang ini, dimana yang dikaji hanyalah sebab-sebab dari fosil yang di teliti tanpa ada percobaan-percobaan seperti pada bidang ilmu fisika dan ilmu kimia.

Berbeda dengan pengertian bidang ilmu yang mempelajari hewan atau tumbuhan yang hidup di zaman sekarang, ilmu bidang paleontologi menggunakan fosil atau jejak organisme yang terawetkan di dalam lapisan kerak bumi dimana telah terawetkan oleh proses-proses alami sebagai sumber utama pengkajian penelitian ilmu bidang paleontologi. Seperti fosil dari rhizaria, foriminifera dan radiolaria. Semua fosil ini biasanya ditemukan melekat pada batu-batuan yang sudah berumur jutaan tahun lamanya. Seperti fosil dari protista yang merupakan organisme bersel tunggal dimana biasanya dari beberapa rhizaria ini memiliki cangkang berukukuran kecil dan biasanya disebut dengan test rhizaria atau shell. Shell atau cangkang inilah yang biasanya menumpuk pada bagian dasar laut dan kemudian membentuk batu kapur dan biasanya ditemukan dalam bentuk fosil pada batuan di daratan.

Salah satu manfaat bidang studi paleontologi yaitu memberikan petunjuk para peneliti atau pencari minyak bumi dalam menemukan kandungan minyak di dalam perut bumi. Biasanya pada daerah yang banyak ditemui fosil-fosil organisme ini memiliki banyak kandungan minyak bumi di dalamnya.