Pemanasan Global (Global Warming); Penyebab dan Tips 5R 1O

"Penggundulan" hutan, polusi udara, maupun emisi karbon yang dihasilkan pabrik dan kendaraan bermotor mampu menimbulkan efek yang berbahaya bagi bumi kita ini. Salah satunya yaitu "global warming" atau yang kita kenal dengan pemanasan global.

Pengertian global warming sendiri adalah suatu kondisi dimana terjadinya kenaikan suhu pada permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya peningkatan dari jumlah karbondioksida serta gas lainnya. Akibat adanya peningkatan gas ini, maka akan terjadi efek rumah kaca.
Akibat pemanasan global, es di kutub banyak yang mencair.
Akibat pemanasan global, es di kutub banyak yang mencair.
Efek rumah kaca adalah efek dimana terjadinya peningkatan jumlah gas karbondioksida beserta gas lain secara global yang menyelimuti bumi sehingga akan merangkap panas (warming) dan terjadi peningkatan atau pemansan suhu global di permukaan bumi akibat peristiwa ini. Dinamakan rumah kaca dikarenakan efek yang ditimbulkan sama seperti rumah kaca yang biasa digunakan untuk budidaya tanaman, dimana pada rumah kaca tersebut akan menjaga kondisi hangat suhu ruangan bagi tanaman tertentu yang membutuhkan suhu hangat untuk tetap hidup.

Bahaya pemanasan global atau global warming ini kemudian menjadi perhatian seluruh negara-negara di dunia dan akhirnya diadakan KTT atau Konfrensi Tingkat Tinggi mengenai perubahan iklim "UN Climate Change Conference (UNCCC)"yang diadakan di Nusa Dua Bali tanggal 3-14 Desember tahun 2007.

Adanya konfrensi tingkat tinggi PBB mengenai perubahan iklim global (UNCCC) yang diadakan di bali ini kemudian menggantikan Protokol Kyoto dimana protokol tersebut berakhir pada 2012. Pada intinya isi Protokol Kyoto yang diberlakukan semenjak 1997 hingga 2012 berisi kesepakatan dari negara-negara maju dan berkembang untuk secara bersama-sama mengurangi maupun menurunkan emisi karbon secara global di muka bumi ini agar tidak terjadi pemanasan global.

Ilustrasi terjadinya efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global
Ilustrasi terjadinya efek rumah kaca yang menimbulkan pemanasan global
Kita sebagai siswa maupun masyarakat yang berpijak di bumi ini juga bisa ikut membantu mengurangi efek pemanasan global atau global warming ini. Caranya yaitu dengan melakukan istilah 5R 1O (lima R dan satu O) berikut ini:
  1. Refuse, yaitu tindakan menolak barang-barang yang tidak ramah lingkungan untuk mencegah terjadinya pemanasan atau global warming.
  2. Reduce, yaitu tindakan untuk menggunakan barang sesuai keperluan. Sebagai contoh yaitu menggunakan air seperlunya, mematikan barang-barang elektronik jika tidak digunakan, dan mematikan AC atau alat pendingin lainnya jika ruangan kosong.
  3. Reuse, yaitu daur ulang atau mengolah maupun menggunakan barang bekas dengan kegunaan sama.
  4. Recycle, yaitu kegiatan yang hampir mirip dengan point no.3 diatas (reuse) yang membedakan yaitu barang bekas dimanfaatkan dan diolah kembali dalam kegunaan yang berbeda.
  5. Rethink, yaitu merubah pola pikir kita bahwa kegiatan yang cenderung eksploitatif dan merusak alam dimana dulunya dianggap aman pada kenyataannya merupakan tindakan yang tidak ramah lingkungan.
  6. Otarki, satu "O" yang terakhir ini diambil dari bahasa Jepang yaitu Otarki yang berarti Go Green atau tindakan penghijaun lingkungan baik itu di pekarangan sekolahmu, pekarangan taman kota, maupun pekarangan rumahmu dengan cara menanam berbagai macam tanaman hias maupun tanaman obat.
Perlu diingat juga bahwa kegiatan menanam tanaman tersebut mampu mengurangi efek rumah kaca yang terjadi. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan sifat tanaman baik itu pepohonan maupun tanaman hias dan tanaman obat yang mampu mengurai gas karbondioksida (CO2) menjadi O2 melalui fotosintesis, sehingga gas-gas tersebut tidak memenuhi bumi dan menimbulkan pemanasan global.

Sebagai bukti yaitu cobalah kalian rasakan udara di perkotaan dimana 80% wilayahnya sudah dipenuhi dengan berbagai macam bangunan bertingkat dengan jumlah tanam hijau yang sangat minim. Bandingkan dengan udara di pedesaan yang umumnya relatif sejuk karena masih banyak ditumbuhi tanaman hijau.