Bahaya, Gejala, Pencegahan, dan Sejarah dari Virus Zika

Apa itu virus zika? Bagi kalian yang belum mengetahui mengenai virus yang satu ini akan plengdut ulas sedikit beberapa gejala, penyebaran, sejarah dan pencegahan dari bahaya virus ini. Virus zika sendiri memiliki persamaan dengan demam berdarah atau “DB” dimana penyebaran virus ini melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti.


Sejarah Virus Zika


Nyamuk belang Aedes aegypti media pembawa virus bernama zika
Nyamuk belang Aedes aegypti media pembawa virus bernama zika


Pada tahun 1947, tepatnya di daerah Uganda ditemukan virus yang terkandung dalam darah seekor monyet. Virus ini kemudian diberi nama zika dimana kata zika diambil dari nama hutan zika yang merupakan hutan dimana monyet yang terjangkit virus zika ini untuk pertama kalinya ditemukan.

Zika virus sendiri diketahui mulai menjangkit serta menginfeksi tubuh manusia di tahun 1950 terutama di daerah Afrika serta Asia yang merupakan kawasan khatulistiwa, sedangkan infeksi virus ini banyak terjadi pada tahun 1968 tepatnya di daerah Nigeria.

Virus dari hutan daerah zika sendiri merupakan salah satu jenis virus yang berasal dari genus flavivirus dengan family flaviviridae. Zika kemudian diketahui mulai menyebar ke daerah timur pada tahun 2014 melintasi samudera pasifik menuju polinesia Perancis. Tahun 2015, zika mulai menyebar hingga pulau paskah hingga amerika tengah, Karibia, dan hingga Amerika selatan.

Seiring dengan perkembangannya, zika virus berkembang dan menyebar serta menginfeksi ke dalam tubuh manusia hingga lebih dari 20 negara yang berada di benua Amerika khususnya pada daerah-daerah tropis. Ancaman virus wabah zika yang berbahaya bagi kehidupan manusia ini juga pernah menjadi fokus Barack Obama yang ingin menanggulangi pencegahan wabah penyakit zika ini.

Pada tahun 2016 tepatnya bulan Januari, pemerintah AS melalui pusat kontrol serta pencegahan penyakit atau CDC mengeluarkan peringatan dan panduan perjalanan bagi negara-negara yang sedang terjangkit wabah zika ini. Diperkirakan juga wabah ini akan meningkat melalui penyebaran nyamuk pada bulan April dan Mei tahun 2016 ini.


Bahaya Virus Zika

Demam zika merupakan efek gejala ringan yang tidak membahayakan jika terinfeksi virus zika. Akan tetapi virus zika akan berbahaya jika menginfeksi wanita hamil. Jika seorang ibu hamil terinfeksi virus jenis zika, maka dampaknya akan bahaya menyebabkan microchepaly. Microchepaly sendiri merupakan kondisi yang mengancam janin yang dikandung dan dapat menyebabkan bahaya cacat seumur hidup. Kelainan janin akibat zika ini biasanya berupa bahaya kerusakan otak permanen pada bayi dengan ukuran kepala yang lebih kecil dari ukuran kepala normal bayi.


Gejala Jika Terinfeksi Virus Zika

Umumnya gejala zika ini mirip dengan gejala demam ringan, biasanya disertai rasa pegal pada otot-otot serta warna mata menjadi merah. Bagi yang terjangkit zika biasanya gejala-gejala tersebut akan hilang dalam waktu seminggu, akan tetapi bagi wanita hamil jika mengalami kondisi seperti ini sebaiknya segera ke dokter atau rumah sakit terdekat. Hal ini dikarenakan vaksin virus dari zika hingga saat ini belum ditemukan terutama efek bahayanya bagi janin yang dikandung.


Pencegahan Virus Zika

Seperti yang sudah plengdut jelaskan diatas bahwa vaksin zika hingga artikel ini dibuat masih belum ditemukan. Akan tetapi kita bisa melakukan pencegahan zika dengan membatasi ruang gerak dari media yang ditumpangi zika yaitu pencegahan nyamuk Aedes aegypti.

Tentunya kalian sudah tahu bukan bagaimana cara pencegahan pencegahan menanggulangi nyamuk ini. Dengan pengasapan atau foging, serta menjaga lingkungan tetap bersih dan kubur dalam tanah segala macam sampah yang dapat menampung air sehingga menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Kuras dan bersihkan kamar mandi secara rutin, jangan lupa juga selalu sedia obat nyamuk (tidak disarankan buat ibu hamil). Dengan melakukan kesemuanya itu maka kita telah melakukan pencegahan perkembangbiakan jentik nyamuk yang kemungkinan membawa virus jenis zika.