Keadaan Alam Benua Afrika

Afrika merupakan benua yang berada tepat di sebelah barat daya Asia dimana terdapat daratan yang hampir terpisah dari daratan Erasia, karena hanya dipisahkan keadaan alam tanah sempit di gurun Sinai. Berbeda dengan benua Asia dimana memiliki pantai berliku-liku. Benua Afrika merupakan sebuah blok daratan yang hampir bulat dan keadaan pantainya relatif rata, tanpa teluk yang menjorok ke darat dan tanjung yang menjulur ke laut.

Di bagian utara benua ini terdapat deretan Pegunungan Atlas dimana melintang dari barat daya Afrika ke timur laut Afrika. Pegunungan Afrika ini bersambung ke pegunungan Alpin di Eropa melalui Pulau Sisilia dan Semenanjung Italia membentuk satu sistem pegunungan lipatan muda Mediterania atau sistem Alpin yang ujungnya ada di Maluku.

Peta Benua Afrika
Peta Benua Afrika
Bagian Afrika yang lain merupakan plato dimana menyerupai meja besar. Bagian tepi plato ini merupakan tebing alam terjal dimana memisahkan plato ini dengan dataran pantai yang relatif sempit. Batuan pembentuk plato ini berusia sangat tua, yaitu dari era Paleozoikum. Tentu saja sebuah plato tidak memiliki permukaan rata, hal ini dikarenakan plato itu telah mengalami pengirisan dalam waktu sangat lama. Di beberapa tempat Afrika terdapat puncak-puncak sisa erosi seperti Pegunungan Ahaggar dan Tibesti (masing-masing 3000 meter). Disamping keadaan itu terdapat cekungan-cekungan yang diperkiakan bekas danau dimana telah tertimbun sedimen pasir sangat tebal. Cekungan Zaire dan Cekungan Kalahari sebagai contoh bekas danau itu. Demikian juga Cekungan Jauf, Chad dan Sudan.

Bagian timur plato ini merupakan daerah patahan terbesar di dunia dengan deretan danau sepanjang Grabennya. Dari deretan danau itu patahan berlanjut ke Laut Merah, melalui teluk Akaba memasuki benua Asia di daerah aliran sungai Yordan. Melalui celah patahan itu muncul beberapa gunung api seperti Kalimanjaro dengan ketinggian sekitar 5895 meter dan Kenya dengan ketinggiannya mencapai 5199 meter, dua buah gunung api dimana menjulang melebihi batas salju di daerah tropik terletak di daerah patahan tersebut.

Karena sangat luas, benua afrika ini memiliki beberapa macam keadaan iklim. Ujung Selatan benua dan bagian paling Utara benua ini beriklim subtropik yang hujannya jatuh pada musim dingin, karena pada musim itu angin barat yang basah bertiup dari sana. Angin pasat tenggara yang membawa uap air dari Samudera Hindia hanya menurunkan hujan sebagai hujan orografis di pantai tenggara benua ini, sehingga melahirkan iklim tropik benua yang hujannya sepanjang tahun.

Pegunungan Atlas Afrika
Pegunungan Atlas Afrika

Selanjutnya angin itu merupakan angin kering dimana melahirkan iklim darat dengan Gurun Kalahari di bayangan hujan bagian barat Pegunungan Naga atau dragon. Di pantai barat daya benua ini terdapat pula gurun Namib yang terlahir akibat letaknya di bayangan hujan dan adanya arus dingin Benguela di lepas pantai barat benua ini.

Bagian Afrika sekitar katulistiwa pada umumnya beriklim tropik dengan hujan sepanjang tahun dimana terjadi akibat hujan konvergen atau hujan zenital. Gurun sahara dimana diapit daerah tropik dan subtropik merupakan daerah iklim kering, karena daerah itu merupakan tempat udara kering yang turun dalam siklus peredaran udara bumi.

Sejalan dengan persebaran daerah iklim di benua ini, demikian pula persebaran flora Afrika. Daerah tropik merupakan tempat vegetasi hutan hujan tropik lebat dan keadaan alam selalu hijau. Bergeser ke arah utara dan selatan Afrika, hutan itu semakin jarang, karena iklim lebih kering. Kemudian kita masuki daerah sabana tropik, stepa dimana hanya hijau pada saat sesudah hujan dan akhirnya sampai ke gurun Sahara di utara dan Kalahari di Selatan. Bagian paling utara dan ujung Afrika Selatan merupakan daerah dengan vegetasi subtropik.

Daerah Afrika juga hidup berbagai macam hewan menyusui dengan ukuran tubuh besar. akan tetapi keadaan Afrika juga sejak lama dihantui oleh berbagai macam penyakit yang disebabkan binatang kecil, seperti malaria dimana merupakan penyakit dengan korban terbanyak hingga saat ini. Begitu juga dengan penyakit tidur yang disebarkan lalat tsetse dan demam kuning dimana disebarkan oleh sejenis nyamuk pula. Bahaya kelaparan dan kemiskinan yang berulang setiap tahun juga melanda sebagian besar wilayah Afrika.