Luas Benua Antartika: Fakta Tentang Benua Terdingin

Terdingin, berangin dan termasuk benua terkering, Antartika memiliki kandungan 90% es yang ada di planet ini dengan luas daerah hanya kurang dari satu setengah kali ukuran Amerika Serikat. Plengdut kali ini akan mengajak kalian untuk berjalan-jalan ke daerah terpencil yang ada di peta dunia.


Jelajah Luas Antartika

Daerah beku dimana berada di bumi selatan ini merupakan benua terakhir yang ditemukan. Diperkirakan penemuan benua beku ini sekitar tahun 1820. Dimana pada saat itu ada seorang pelaut asal Amerika bernama John Davis yang telah meng-klaim menjadi orang pertama yang memijakkan kakinya di wilayah Antartika tahun 1821, walaupun ada beberapa sejarawan lainnya yang memperdebatkan klain Davis ini.

Sekitar abad ke 20, terdapat dua kelompok penjelajah yang berangkat menjelajah lanskap Antartika sebagai bentuk perlombaan jelajah dataran beku tersebut dimana belum pernah ada orang yang pernah menjelajahinya sebelumnya. Tin jelajah pertama mencapai kutub selatan dibawah pimpinan penjelajah Norwegia Roald Amundsen. Amundsen menjelajahi daerah tersebut dengan menghabiskan waktu selama 99 hari atau sekitar 3 bulan lebih. Sementara itu seorang perwira angkatan laut Inggris bernama Robert Scott menjelajahi area kutub Selatan.

Tepatnya tanggal 14 Desember 1912, Amundsen bersama 18 orang timnya mencapai titik finish tempat perlombaan Antartika berakhir. Sementara Scott beserta krunya tiba di titik penjemputan 4 minggu kemudian atau pada tanggal 17 Januari 1913, akan tetapi mereka kembali tidak dalam kondisi hidup lagi. Regu penyelamat menemukan Scott beserta kedua rekannya berada dalam kantong tidur di sebuah tenda kecil diatas bekunya es benua, sekita 17 kilometer atau 11 mil dari titik persediaan makanan selanjutnya. Tim penyelamat kemudian menutupi kemah dengan salju serta meninggalkan beberapa kru yang telah meninggal di atas tempat mereka berbaring.


Iklim Antartika

Terhampar di lingkaran cincin Antartika yang merupakan bagian selatan bumi kita, Atartika adalah benua terbesar kelima. Benua ini juga cukup unik dimana mempunyai ukuran bervariasi tergantung pada musim. Sebagai contoh saat musim dingin maka luas wilayah es akan bertambah dua kali lipat dimana sepanjang pantai hingga ke arah laut akan berubah menjadi daratan es yang menyebabkan bertambahnya luas Antartika.

Sebagian besar Antartika ditutupi oleh es, dimana kurang dari setengah persen dari padang gurun yang luas di daerah ini adalah dataran es. Benua tersebut dibagi menjadi dua wilayah yaitu Antartika Timur dan Barat. Dua pertiga es yang ada di benua dihasilkan pada daerah Timur Antartika. Jika diperkirakan luas es di Timur tersebut sebesar ukuran Benua Australia.

gunung es raksasa antartika
gunung es raksasa antartika


Benua timur memiliki es dengan ketebalan rata-rata 2 kilometer atau 1,2 mil. Sedangkan Barat Antartika terdapat serangkaian pulau beku yang membentang hingga ujung Amerika selatan dimana merupakan area Pegunungan Andes yang menonjol ke arah benua lain yang lebih hangat. Kedua daerah ini dipisahkan oleh Gunung Transantartika yang membentang di seluruh dataran dan terkadang di selimuti oleh dinginnya es.

Es beku Antartika bukanlah tumpukan salju halus yang sering terjadi di negara lain akan tetapi hamparan es beku di daerah ini terus berubah dari waktu ke waktu. Gletser yang berada di lempengan benua, memecahkan dan menerobos celah es, juga memegang peranan penting terhadap perubahan yang terjadi.

Jurang dengan kedalaman ratusan kaki di wilayah ini hanya tertutup oleh salju dengan ketebalan tipis. Di sepanjang pantai akan terlihat bongkahan gunung es berjatuhan dimana tempat terakhir retakan jalur gletser berakhir.

Walaupun ditutupi oleh es yang tebal namun Antartika diklasifikasikan sebagai gurun karena curah hujan yang jarang terjadi disini. Wilayah benua menerima rata-rata 50 milimeter atau sekitar 2 inci curah hujan saja dalam bentuk salju setiap tahunnya. Sementara hujan (dalam bentuk air) biasa terjadi di gurun sahara.

Pesisir Antartika kelembabannya sangat rendah, hanya sekitar rata-rata 200 milimeter atau 8 inci setahun. Tidak seperti yang dialami daerah gurun pada umumnya, kelembaban Antartika tidak meresap hingga tanah, namun hanya sebatas pada tumpukan saljunya saja.

Meskipun curah hujannya sangat sedikit, namun Antartika masih menyuguhkan badai salju yang sangat besar. Layaknya badai pasir gurun, angin mengambil material salju dari tanah kemudian menerbangkannya dengan hembusan angin yang cukup luas. Kecepatan angin Antartika saat badai salju datang sekitar 320km/jam atau 200mil/jam.

Bumi selatan Antartika musimnya berkebalikan dengan musim Antartika utara. Di selatan, musim panas dimulai pada Oktober hingga Februari, sedangkan musim dingin sekitar Maret hingga November. Akan tetapi jangan membayangkan musim panas Antartika layaknya musim panas yang ada di benua lainnya dimana kita harus menggunakan kacamata hitam maupun baju renang, hal ini karena musim panas rata-rata Antartika berada diatas titik beku, dimana Antartika timur akan lebih dingin daripada Antartika barat. Stasiun Vostok milik rusia yang berada di Antartika pernah mencatat bahwa suhu terendah daerah tersebut -129,3 derajat Fahrenheit atau sekitar -89,6 derajat Celcius.

Antartika tidak memiliki semak belukar maupun pohon. Vegetasinya terdiri dari lumut, dan ganggang. Hewan Antartika diantaranya penguin, ikan paus dan anjing laut. Penguin jantan menjadi salah satu hewan berdarah panas yang mampu bertahan di musim dingin untuk menjaga telur-telur mereka, sementara penguin betina akan menuju lautan dan akan kembali setelah sembilan bulan saat telur mereka telah menetas.

Benua beku ini tidak memiliki penduduk asli. Bangunan-bangunan yang ada biasanya merupakan stasiun-stasiun penelitian cuaca yang didirikan oleh beberapa negara di dunia. Selain meneliti cuaca, Antartika layaknya sebagai sebuah kulkas raksaksa yang menyimpan berbagai macam rekaman sejarah.

Para ilmuwan juga pernah mengebor inti es hanya untuk meneliti informasi mengenai iklim daerah tersebut selama ribuan tahun yang lalu. Selain itu, hamparan yang luas dengan tidak adanya vegetasi seperti pohon maupun semak, membuat para peneliti lebih mudah mencari meteorit dimana umumnya berwarna hitam dan gelap sehingga lebih mudah ditemukan di latar belakang salju yang putih. Selain studi tadi, ada juga proyek penelitian terhadap hewan seperti ikan, penguin, klimatologi, astronomi, glasiologi, serta pemanasan global.


Fakta Antartika

Ada beberapa fakta unik mengenai dinginnya benua Antartika ini, diantaranya yaitu:
  1. Fakta di tahun 1935, seorang istri dari kapten kapal yang berburu paus asal Norwegia bernama Catherine Mikelson menjadi perempuan pertama yang mengunjungi Antartika. 
  2. Tahun 1979, Emile Marco Palma menjadi anak pertama yang lahir di selatan benua tersebut dari seorang ibu hamil yang dikirim ke Antartika oleh Argentina untuk upaya mengklaim sebagian wilayah dari Amerika.
  3. Luas Antartika sekitar 14 juta kilometer persegi atau sekitar 5,4 juta mil persegi, sementara Amerika Serikat hanya sekitar 9.360.000 kilometer persegi atau setara 3,6 juta mil persegi.
  4. Anjing huskies yang menarik kereta luncur di dataran Antartika tidak ada. Semenjak tahun 1994, pelarangan spesies non peribumi tidak diperbolehkan untuk dibawa masuk Antartika. Sedangkan solusi transportasi pertama yang ada di dataran es ini adalah kendaraan bertenaga motor yang menjadi metode utama transportasi.
  5. Fakta terdapat dua gunung berapi aktif Antartika, pertama yaitu Mount Sidley dan kedua adalah Mount Erabus. Dengan tinggi 3794 meter atau 12.448 kaki, Mount Erabus menjadi gunung tertinggi Antartika.
  6. Gunung Erabus memiliki danau permanen. Wlaupun pernah meletus di tahun 1967 dan 1969 dan berhasil merusak beberapa stasiun penelitian disana, akan tetapi hingga saat ini tempat tersebut menjadi tempat favorit wisatawan dimana mereka dapat berendam pada kolam air panas yang dihasilkan gunung dikelilingi dinginnya es.
  7. Terdapat pulau maya dimana berasal dari pembekuan es di lepas semenanjung Antartika.
  8. Apabila kita melemparkan air mendidih ke udara Antartika, maka sebagian air langsung akan menguap dan sebagian lagi akan dikonversikan menjadi potong-potongan es kecil.
  9. Ditemukan fosil pohon cemara dimana bisa memprediksi bahwa jutaan tahun lalu, Antartika bersuhu hangat serta memiliki hutan cemara sebelum berubah menjadi benua es terbesar seperti saat ini.
  10. Apabila es Antartika mencair maka air laut diseluruh dunia akan naik 60 meter hingga 65 meter atau sekitar 200kaki sampai 210 kaki.
  11. Terdapat gunung es terbesar dimana terlepas atau pecah dan melepaskan diri dari Ross Ice Shelf. Luas permukaan gunung es ini sebesar 11.000 kilometer persegi atau sekitar 4.250 mil atau seluas negara bagian Connecticut di Inggris.
  12. Ilmuwan berhasil menemukan mikroba di beberapa daerah terpencil Antartika. Penemuan ini memberikan harapan bahwa masih ada kehidupan di wilayah ini.
  13. Danau Vostok merupakan danau tersembunyi di kedalaman es permukaan Antartika. Hingga saat ini ekspedisi pengeboran dari beberapa negara mencapai 4000 meter atau 13100 kaki yang percaya bahwa di dalam luas danau ini terdapat rumah bagi berbagai kehidupan dan menjadi sebuah permata yang tersembunyi.