Microlattice, Logam Yang Terinspirasi Dari Prinsip Struktur Menara Eiffel

Microlattice digadang gadang menjadi salah satu logam yang paling ringan di dunia saat ini. Tentunya kalian sedikit asing jika mendengar tentang logam microlattice. Logam yang diberi nama microlattice ini sebenarnya bentuk logam hasil karya para ilmuwan dengan memiliki pori sintesis yang terdiri dari busa dan logam ringan.

Inspirasi Eiffel Tower

Kepadatan microlattice ini hanya 0,9kg/m3 atau bisa dikatakan sekitar 0.00561 lb/ft3 membuat microlattice menjadi logam struktural teringan (struktur paling ringan) dimana merupakan hasil karya ilmu pengetahuan. Perlu kalian ketahui juga, kabarnya microlattice ini dikembangkan mengikuti prinsip-prinsip susunan struktural yang ada pada menara eiffel.

Ilmuwan dari HRL Laboratories California bekerja sama dengan para peneliti Universitas California merupakan kumpulan para peniliti yang menciptakan microlattice dimana merupakan logam berstruktur ringan ini. Pada bulan November tahun 2011, menjadi awal di publikasikannya hasil penelitian mengenai logam microlattice.

Logam Microlattice Inovasi Terbaik

Sampel prototipe microlattice yang dipublikasikan ini terbuat dari paduan bahan nikel dan fosfor. Tepatnya di tahun 2012 microlattice diumumkan sebagai 10 inovasi dalam bidang mekanik yang mengguncang dunia. Hal ini disebabkan logam ringan microlattice ini memiliki potensi yang besar untuk diaplikasikan dalam bidang otomotif maupun aeronautika.

Selain Ringan Microlattice Memiliki Struktur Kuat

Walaupun microlattice merupakan logam yang sangat ringan, namun microlattice memiliki susunan struktur yang kuat. Dalam menghasilkan microlattice ini, awalnya tim peneliti HRL membuat template polimer menggunakan teknik dasar rambatan gelombang walaupun akhir-akhir ini ditemukan cara lainnya untuk membuat tamplate polimer ini. 

Terbukti ringan : Blok microlattice yang diletakkan diatas bunga dandelion. Terlihat dandelion tidak rusak akibat microlattice karena sangat ringan.
Terbukti ringan : Blok microlattice yang diletakkan diatas bunga dandelion. Terlihat dandelion tidak rusak akibat microlattice karena sangat ringan.


Dengan batuan sinar UV, maka serat polimer akan disatukan dengan logam ini yang kemudian menghasilkan struktur logam berongga kecil berbentuk tabung. Proses pembuatan microlattice ini sangat mirip dengan fotolitografi dimana digunakan dua dimensi lapisan yang akan menentukan struktur awal dari template.

Tabung-tabung lubang pada microlattice ini memiliki ukuran yang cukup kecil, sekitar 100 nanometer atau bisa dikatakan memiliki ketebalan yang lebih tipis dari sehelai rambut kita. Penggunaan struktur berlubang yang menyerupai rumah pada struktur sarang lebah untuk microlattice ini memberikan keuntungan berupa bahan yang dihasilkan akan menjadi lebih kuat serta lebih ringan dari segi bobot.

Hasil penemuan microlattice ringan tersebut sudah tentu menjadi penelitian yang paling berguna bagi dunia mekanik baik itu di industri penerbangan, otomotif dan perkapalan dikarenakan sifat logam ini yang ringan dan kokoh. Salah satu industri penerbangan yang saat ini ikut meneliti microlattice ini yaitu perusahaan Boeing.

0 komentar:

Post a Comment

Dengan menggunakan kolom komentar atau kotak diskusi berikut maka Anda wajib mentaati semua Peraturan/Rules yang berlaku di situs plengdut.com ini. Berkomentarlah secara bijak.