Gugus Fungsi Alkohol

Alkohol memiliki gugus fungsional yang umumnya ditandai dengan adanya ikatan -OH. Adanya kehadiran -OH inilah yang membuat alkohol mampu mengikat menggunakan hidrogen. Itulah sebabnya mengapa alkohol mempunyai titik didih yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan alkana.

Di dalam sebuah reaksi kimia, umumnya alkohol tidak mampu melepaskan molekul mereka sendiri. Untuk melepas molekul mereka dibutuhkan protonasi terhadap air yang mampu mengurai molekul alkohol dalam bentuk fungsi group. alkohol juga bisa terdeprotonasi jika bertemu dengan basa kuat.

Alkohol adalah senyawa organik dimana kelompok fungsional hidroksil (OH) terikat pada atom karbon. Pada kelasnya, alkohol merupakan senyawa penting dari molekul yang mempunyai banyak manfaat baik itu di bidang fungsi ilmiah, fungsi industri, maupun fungsi medis.

Nomenklatur (Penamaan) Alkohol

Penamaan alkohol jika dalam sistem nomenklatur IUPAC biasanya menghilangkan akhiran “e” (jika dalam bahasa Indonesia berarti akhiran “a”) pada rantai induk karbon dan menggantinya dengan tambahan akhiran -ol. Agar kalian tidak bingung mengenai masalah ejaan Inggris maupun Indonesia alkohol, maka perhatikan contoh berikut ini:

Ejaan Inggris (akhiran -e)Ejaan Indonesia (akhiran -a)Nama Alkohol (-ol)
AlkaneAlkanaAlkanol
AlkeneAlkenaAlkenol
AlkyneAlkunaAlkynol

Apabila lokasi dari group fungsi hidroksil harus ditentukan untuk kepentingan yang lebih spesifik lagi, maka pada penamaan perlu dimasukan/disisipkan angka diantara induk nama alkana dan -ol (contoh: propan-1-ol) atau bisa juga ditambahkan fungsi angka sebelum nama IUPAC (contoh: 1-propanol). 

Jika terdapat group dengan prioritas yang lebih tinggi pada ikatan, contohnya seperti asam karboksilat, keton, atau aldehida, maka penamaan menggunakan awalan hidroksi tanpa menggunakan akhiran -ol. Contoh 1-hidroksi-2-propana dengan rumus kimia CH3C(O)CH2OH.

Gugus Fungsi Hidroksi
Gugus Fungsi Hidroksi

Sifat Fisik Alkohol & Struktur Alkohol

Jika kita amati, alkohol memiliki struktur fungsi mirip dengan air dikarenakan memiliki bentuk sedikit bengkok. Susunan geometris ini menggambarkan pengaruh tolakan elektron dan meningkatnya sterik dalam jumlah besar dari substituen pada atom oksigen sentral.

Gugus Fungsi Alkohol
Gugus Fungsi Alkohol


Seperti air, alkohol bersifat polar dimana memiliki kandungan fungsi distribusi tak simetris antara atom oksigen dan atom hidrogen. Naiknya elektronegativitas oksigen sebanding dengan karbon yang mengarah ke pemendekan serta penguatan ikatan -OH. Adanya kelompok ikatan -OH ini memungkinkan hidrogen mampu mengikat -OH lainnya, atom hidrogen, dan molekul lainnya. Adanya ikatan hidrogen pada alkohol akan meningkatkan titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan molekul induknya.

Alkohol mampu berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Jika dihadapkan dengan basa kuat maka alkohol lebih muda mengalami deprotonisasi. Dalam garam alkoksida dan molekul air akan terbentuk asam lemah. Sementara group hidroksil sendiri tidak meninggalkan group. Seringkali partisipasi hidroksil dalam reaksi subtitusi nukleofilik dimana dipicu oleh adanya protonasi oleh atom oksigen yang mengarah pada pembentukan bagian air maka hidroksil akan meninggalkan gugus nya. Alkohol dapat bereaksi juga dengan asam karboksilat dan membentuk ester, dan alkohol dioksidasi ke aldehida atau asam karboksilat.

Dalam kehidupan sehari-hari, alkohol memiliki banyak kegunaan serta manfaat. Sebagai contoh dalam minuman, sebagai anti beku, sebagai antiseptik, dan ada juga yang menggunakan alkohol untuk bahan bakar. Pada penelitian biasanya alkohol dimanfaatkan untuk fungsi pengawet objek spesimen yang diteliti. Sedangkan dalam dunia industri, alkohol digunakan sebagai reagen serta pelarut dikarenakan kemampuan alkohol yang dapat melarutkan zat baik itu zat polar maupun non polar.