Nyamuk Aedes Aegypti; Mengenal Ciri, Siklus Hidup, dan Bionomik (Kebiasaan) Aedes Aegypti

Siapa yang belum tau nyamuk aedes aegypti? Nyamuk belang ini merupakan media utama dari virus dengue penyebab utama DBD atau demam berdarah. Selain itu, di tahun 2016 aedes aegypti juga berperan dalam penyebaran virus zika yang penyebarannya hampir ke seluruh dunia. Akan tetapi pada postingan belajar plengdut kali ini kita tidak akan membahas mengenai penyakit yang dibawa nyamuk belang ini. Di artikel ini kita akan lebih membahas bagaimana siklus hidup dari nyamuk tersebut, juga ciri beserta bionomik si belang nyamuk aedes aegypti.

Ciri Nyamuk Aedes aegypti

Menurut Depkes RI tahun 2005, ciri ukuran tubuh aedes aegypti dewasa lebih kecil jika kita bandingkan dengan ukuran tubuh rata-rata nyamuk biasa. Salah satu ciri khusus nyamuk aedes aegypti adalah adanya bintik bintik berwarna putih yang terdapat pada bagian kaki nyamuk dan badan nyamuk. Sedangkan ciri warna tubuh aedes dasarnya yaitu hitam seperti pada ciri nyamuk umumnya. Itulah mengapa nyamuk ini diberi julukan si belang.

Daerah tropis biasanya menjadi daerah kesukaan nyamuk ini. Di Asia Tenggara sendiri persebaran aedes aegypti berada pada ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut hingga 1500 meter di atas permukaan laut dengan daerah atau tempat yang memiliki genangan air biasanya sangat disukai nyamuk tersebut.

Siklus Hidup Nyamuk Aedes Aegypti

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang memiliki siklus metamorfosis sempurna. Dari berupa telur menjadi jentik kemudian kepompong dan menjadi nyamuk. Pada saat nyamuk masih berupa telur→jentik→kepompong, masa hidupnya berada di dalam air.

Telur yang diletakan dalam air oleh nyamuk dewasa biasanya akan menetas setelah kurang lebih 2 hari menjadi jentik nyamuk. Masa nyamuk menjadi jentik sekitar 6 hari hingga 8 hari, kemudian jentik-jentik ini akan berubah lagi menjadi kepompong selama 2 hari hingga 4 hari. Dari sini kita sudah bisa menghitung masa pertumbuhan dari nyamuk mulai dari telur hingga dewasa dimana rata-rata membutuhkan waktu hanya sekitar 9 hari hingga 10 hari.

Cukup singkat bukan proses perkembangbiakan nyamuk ini. Itulah sebabnya jika musim penghujan tiba, kita perlu menyediakan obat nyamuk maupun rajin menguras dan membersihkan bak mandi maupun genangan air. Hal ini disebabkan jika tidak kita bersihkan maka hanya dalam waktu kurang lebih 10 hari saja, populasi nyamuk yang biasanya digunakan virus sebagai media penularan penyakit ini akan membludak. Dan tentunya ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita.

Berikut ini proses daur hidup dari nyamuk yang akan plengdut ulas secara singkat:
Berikut ini proses daur hidup dari nyamuk yang akan plengdut ulas secara singkat:  Fase telur→ Tau gak sih kalau embrio nyamuk itu berkembang hanya dalam 48 jam saja? Cukup cepat bukan? Biasanya nyamuk jenis aedes aegypti betina akan meletakkan telurnya ini tepat diantara batas permukaan air dan tempat-tempat yang lembab. Hanya membutuhkan waktu 48 jam atau sekitar dua hari untuk telur nyamuk ini berkembang menjadi embrio sempurna. apabila embrio nyamuk ini sudah sempurna, maka telur tersebut akan mampu bertahan hingga satu tahun lamanya jika berada di tempat kering. Apabila terjadi hujan dan tempat telur yang kering tadi tergenang air, maka telur-telor tersebut akan menetas. Akan tetapi tidak semua telur akan menetas, itulah sebabnya nyamuk mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya dikarenakan memiliki kemampuan bertahan telur pada kondisi iklim dan cuaca yang tidak menguntungkan bagi nyamuk. Fase jentik→ Ada 4 tahap perkembangan dari jentik, cepat lambatnya perkembagan jentik nyamuk ini biasanya dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, suhu, serta banyaknya jentik yang berada pada suatu kontainer atau tempat tersebut. 7 hari merupakan waktu paling optimal bagi perkembangan nyamuk mulai dari telur menetas hingga nyamuk dewasa termasuk di dalamnya dua hari masa pupa. Apabila suhu yang ditempatinya rendah, maka untuk menjadi nyamuk dewasa butuh hingga beberapa minggu. Empat tahapan tingkatan perkembangan jentik ini disebut juga dengan istilah instar, diantaranya yaitu: Instar I dengan ukuran jentik paling kecil antara 1mm hingga 2 mili meter. Tingkatan selanjutnya yaitu Instar II dengan ukuran antara 2,5mm hingga 3,8mm. Pada Instar III biasanya ukuran larva sedikit lebih besar dari Instar II, sedangkan pada Instar IV jentik akan berukuran 5mm. Fase kepompong/pupa→ Bentuk pada fase ini biasanya menyerupai koma dengan ukuran yang agak besar namun sedikit lebih ramping jika dibandingkan dengan siklus jentik larva nyamuk. Sedangkan untuk aedes aegypti memiliki ukuran pupa yang lebih kecil jika dibandingkan dengan nyamuk pada umumnya. Dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari maka pupa-pupa nyamuk ini akan menetas dan menghasilkan nyamuk dewasa. Pupa yang menetas terlebih dahulu biasanya nyamuk dengan jenis kelamin jantan, sedangkan nyamuk betina akan menetas setelahnya. Fase nyamuk dewasa→ Satu hal yang unik dari nyamuk adalah saat telah menetas dari fase kepompong ke fase dewasa biasanya mereka akan langsung kawin. Betina dewasa yang telah dibuahi juga akan segera mencari makan dalam waktu 24 sampai 36 jam kedepan. Para nyamuk betina ini biasanya akan mencari darah untuk dihisap. Hal ini dikarenakan darah menjadi sumber protein yang paling penting guna pematangan telurnya.

  1. Fase telur→ Tau gak sih kalau embrio nyamuk itu berkembang hanya dalam 48 jam saja? Cukup cepat bukan? Biasanya nyamuk jenis aedes aegypti betina akan meletakkan telurnya ini tepat diantara batas permukaan air dan tempat-tempat yang lembab. Hanya membutuhkan waktu 48 jam atau sekitar dua hari untuk telur nyamuk ini berkembang menjadi embrio sempurna. apabila embrio nyamuk ini sudah sempurna, maka telur tersebut akan mampu bertahan hingga satu tahun lamanya jika berada di tempat kering. Apabila terjadi hujan dan tempat telur yang kering tadi tergenang air, maka telur-telor tersebut akan menetas. Akan tetapi tidak semua telur akan menetas, itulah sebabnya nyamuk mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya dikarenakan memiliki kemampuan bertahan telur pada kondisi iklim dan cuaca yang tidak menguntungkan bagi nyamuk.
  2. Fase jentik→ Ada 4 tahap perkembangan dari jentik, cepat lambatnya perkembagan jentik nyamuk ini biasanya dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, suhu, serta banyaknya jentik yang berada pada suatu kontainer atau tempat tersebut. 7 hari merupakan waktu paling optimal bagi perkembangan nyamuk mulai dari telur menetas hingga nyamuk dewasa termasuk di dalamnya dua hari masa pupa. Apabila suhu yang ditempatinya rendah, maka untuk menjadi nyamuk dewasa butuh hingga beberapa minggu. Empat tahapan tingkatan perkembangan jentik ini disebut juga dengan istilah instar, diantaranya yaitu: Instar I dengan ukuran jentik paling kecil antara 1mm hingga 2 mili meter. Tingkatan selanjutnya yaitu Instar II dengan ukuran antara 2,5mm hingga 3,8mm. Pada Instar III biasanya ukuran larva sedikit lebih besar dari Instar II, sedangkan pada Instar IV jentik akan berukuran 5mm.
  3. Fase kepompong/pupa→ Bentuk pada fase ini biasanya menyerupai koma dengan ukuran yang agak besar namun sedikit lebih ramping jika dibandingkan dengan siklus jentik larva nyamuk. Sedangkan untuk aedes aegypti memiliki ukuran pupa yang lebih kecil jika dibandingkan dengan nyamuk pada umumnya. Dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari maka pupa-pupa nyamuk ini akan menetas dan menghasilkan nyamuk dewasa. Pupa yang menetas terlebih dahulu biasanya nyamuk dengan jenis kelamin jantan, sedangkan nyamuk betina akan menetas setelahnya.
  4. Fase nyamuk dewasa→ Satu hal yang unik dari nyamuk adalah saat telah menetas dari fase kepompong ke fase dewasa biasanya mereka akan langsung kawin. Betina dewasa yang telah dibuahi juga akan segera mencari makan dalam waktu 24 sampai 36 jam kedepan. Para nyamuk betina ini biasanya akan mencari darah untuk dihisap. Hal ini dikarenakan darah menjadi sumber protein yang paling penting guna pematangan telurnya.

Kebiasaan Bionomik Aedes Aegypti

Aedes aegypti sangat menyukai tempat-tempat yang lembab dan berair. Kebiasaan nyamu ini akan tinggal di genangan air seperti pada tangki reservoir, bak mandi, drum, juga pada ember. Jika kita perhatikan habitat yang disukai nyamuk ini 70% adalah tempat-tempat yang merupakan lingkungan buatan manusia.

Sebut saja sebagai contoh pada vas bunga, tempat minum burung, ban, kaleng, botol dan lain sebagainya yang terdapat genangan air. Sedangkan jika berada di alam bebas, biasanya nyamuk akan mendiami lubang-lubang pohon, bagian pelepah daun, lubang pda batu, tempurung kelapa, potongan bambu sampai pada pelepah pisang.

Jangkauan terbang nyamuk belang aedes aegypti biasanya hanya mencapai 100 meter hingga 400 meter dari tempat mereka bertelur. Kebiasaan lain aedes aegypti yaitu saat menggigit atau menghisap darah. Umumnya nyamuk betina memiliki 2 waktu dalam sehari yang menjadi kebiasaannya menggigit. Yaitu di pagi hari serta di sore hari sebelum menjelang gelap. Aedes aegypti betina biasanya akan mencari korban lain untuk dihisap darahnya jika saat menghisap mereka terganggu. Kebiasaan betina inilah yang mampu menambah efektifitas penularan dari DBD.

Saat beristirahat, nyamuk jenis aedes aegypti menyukai tempat-tempat gelap dan lembab untuk bersembunyi. Seperti pada baju-baju yang digantung di ruangan, pada bagian kolong tempat tidur, atau bisa juga pada helm yang tergeletak. Rata-rata saat beristirahat ini nyamuk sembari menunggu proses pematangan dari telurnya, dan juga biasanya tempat beristirahat nyamuk ini tidak jauh dari sumber-sumber genangan air sebagai tempat berkembang biak mereka, sebagai contoh toilet.

Dari kebiasaan, ciri beserta siklus daur hidup yang sudah plengdut jelaskan tadi, sudah tentu kalian tau bagaimana menangani perkembangan populasi nyamuk aedes aegypti ini saat musim hujan tiba agar kita tetap sehat.