Teori Domino Kecelakaan Kerja

Awalnya teori domino ini pertama kali dicetuskan oleh H.W Heinrich di dalam bukunya yang berjudul "Industrial Accident Prevention" dan dipublikasikan pertama kali tahun 1931. Buku pencegahan kecelakaan kerja pada dunia Industri ini kemudian menjadi text book standard untuk keselamatan kecelakaan kerja selama bertahun-tahun.

Dalam text book ini seecara umum diketengahkan teori urutan domino (domino sequence). Dalam hal ini domino digunakan semata-mata untuk menggambarkan reaksi berantai kecelakaan diamana jika satu domino jatuh maka akan mengakibatkan kecelakaan domino lainnya yang ada di sebelahnya ikut jatuh juga dan begitu seterusnya seperti terlihat pada gambar berikut ini:

Ilustrasi Domino domino yang berdiri tegak dan berjajar
Ilustrasi Domino domino yang berdiri tegak dan berjajar


Jika salah satu domino jatuh maka akan menimbulkan efek bagi domino lainnya
Jika salah satu domino jatuh maka akan menimbulkan efek bagi domino lainnya

Teori Heinrich atau yang dikenal dengan teori efek domino ini tercantum beberapa point penting mengenai kecelakaan, yaitu:
  1. Kecelakaan terjadi hanya sebagai hasil dari suatu kecelakaan.
  2. Kecelakaan disebabkan oleh bermacam-macam tindakan, manusia atau kondisi peralatan kerja dan lingkungan yang tidak aman.
  3. Tindakan dan kondisi tidak aman disebabkan oleh manusia, tidak selalu orang atau pekerja yang mendapat kecelakaan atau terluka (bisa juga kerusakan mesin kerja atau kerusakan alat).
  4. Kesalahan ataupun kecerobohan dari manusia merupakan pengaruh dari lingkungan.

Jadi andaikata ada domino yang di letakkan berjejer, kemudian domino yang letaknya jauh jatuh maka akan mengakibatkan domino domino yang disebelah kanan atau domino di samping akan ikut jatuh. Reaksi inilah yang di sebut dengan efek reaksi berantai atau efek domino.