Laso: Sejarah Tali Simpul Laso

Tali lasso (serapan Bahasa Indonesia menjadi “laso”) adalah simpul tali penjerat berbentuk lingkaran (loop) dimana saat simpul dilemparkan ke arah target maka tali akan mengencang saat ditarik. Simpul laso sebenarnya bekerja mirip dengan tali pada tiang gantung dimana akan mengencang jika terjadi tarikan tali. Hanya saja lasso lebih dikenal sebagai alat bantu penangkap hewan atau yang lainnya dimana sering di gunakan para koboi.

Loop laso koboi sebenarnya memiliki banyak istilah seperti Reata maupun Riata yang keduanya berasal dari bahasa Spanyol dimana berarti menjerat. Sedangkan di daerah barat Amerika dikenal dengan istilah lasso. Akan tetapi sejarah laso di masa koboi lebih mengenalnya dengan sebutan tali biasa saja atau kadang disebut juga sebagai penalian (roping) yang berarti sistem simpul pada tali. Sedangkan laso maupun lasso lebih diartikan mereka sebagai pengguna yang belum berpengalaman dalam membuat simpul tadi. Seiring dengan berkembangnya waktu akhirnya penggunaan jerat tali tadi lebih dikenal dengan laso seperti saat ini.
Loop laso koboi sebenarnya memiliki banyak istilah seperti Reata maupun Riata yang keduanya berasal dari bahasa Spanyol dimana berarti menjerat. Sedangkan di daerah barat Amerika dikenal dengan istilah lasso. Akan tetapi sejarah laso di masa koboi lebih mengenalnya dengan sebutan tali biasa saja atau kadang disebut juga sebagai penalian (roping) yang berarti sistem simpul pada tali. Sedangkan laso maupun lasso lebih diartikan mereka sebagai pengguna yang belum berpengalaman dalam membuat simpul tadi. Seiring dengan berkembangnya waktu akhirnya penggunaan jerat tali tadi lebih dikenal dengan laso seperti saat ini.


Kualitas Tali

Laso umumnya dibuat dari tali kaku kuat dimana simpul yang dibuat akan tetap terbuka saat laso dilemparkan. Pemilihan tali dengan kekakuan tertentu akan memudahkan koboi membuka loop laso diatas kuda dan melemparkannya ke arah ternak atau hewan buruan tanpa merusak simpul tersebut. Sebuah tali laso dengan kualitas baik biasanya diukur dari mudah tidaknya untuk dikontrol dalam meunggang kuda. Semakin mudah laso dikontrol maka kualitas talinya termasuk bagus, sedangkan semakin susah dikontrol maka bisa dikatakan kualitas dari tali yang digunakan kurang baik.

Simpul pembagian laso
Simpul pembagian laso

Bagian Laso

Simpul lasso memiliki loop atau lingkaran yang digunakan untuk menjerat target. Lingkaran yang bisa dirubah ukurannya dari kecil ke besar dengancara diputar sebelum melempar ini disebut dengan istilah Honda. Biasanya pada ujung honda akan diberikan sedikit pemberat untuk mempermudah lemparan dan putaran.

Honda knot adalah simpul pembentuk lingkaran Honda pada laso juga berfungsi sebagai pengontrol besar kecilnya loop Honda. Honda knot yang membentuk lingkaran laso Honda biasanya digunakan untuk memperbesar honda loop saat laso diputar dan akan dilempar ke target. Kemudian setelah lingkaran honda mengenai target maka knot honda akan mengecil kembali serta mengencang jika tali ditarik pengguna laso.

Stopper knot adalah simpul penutup atau merupakan rangkaian yang dibuat pada ujung tali agar simpul honda tidak terburai atau terlepas. Knot stopper ini juga bisa dibilang sebagai ujung tali yang dibuat agak besar pada simpulnya sebagai penutup.

Langkah-langkah membuat simpul tali laso
Langkah-langkah membuat simpul tali laso
Penggunaan laso hingga saat ini sering kita lihat dalam acara rodeo dimana akan dgunakan untuk menangkap banteng. Sedangkan dipeternakan biasanya digunakan untuk menangkap sapi jika dalam kondisi yang di butuhkan.

Sejarah

Penggunaan laso bisa dikatakan juga merupakan budaya sejarah verqueros dari Meksiko serta koboi dari Amerika Serikat Barat. Keterampilan tali menali ini sekarang lebih dikenal dengan trik membuat simpul.

Sejarah Relief Firaun dengan tangan memegang laso
Sejarah Relief Firaun dengan tangan memegang laso
Sejarah tali laso juga tergambar pada relief ukiran pada kuil Mesir kuno Firaun Seti I di Abydos yang dibangun pada tahun 1280 sebelum masehi. Dalam relief sejarah ini terlihat Firaun memegang sebuah laso dan juga memegang banteng yang terikat tali di sekitar tanduknya.

Bangsa Hun di tahun 370 juga dalam sejarah tercatat pernah mengunakan laso sebagai alat untuk menjerat lawan pada pertempuran. Bangsa Tatar juga tercatat sejarah pernah menggunakannya, bahkan orang-orang Sami dan Finlandia hingga saat ini masih menerapkan penggunaan laso untuk menangkap rusa.

Sedangkan di Mongolia varian laso disebut dengan istilah uurga, yaitu loop tali yang berada tepat diujung kayu panjang. Sedangkan pada bangsa yunani kuno terutama dalam sejarah Herodotus pernah dikisahkan tentang orang-orang suku Sagartians (Persia) pernah mempunyai pasukan tanpa membawa senjata seperti pedang atau peralatan perang yang terbuat dari logam lainnya, akan tetapi hanya membawa anyaman tali yang digunakan untuk menjerat dan menarik pasukan musuh baik itu orang maupun kuda dan menyertnya ke arah mereka untuk dibunuh.