Sebutkan Contoh Produk Limbah

Limbah

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), dimana kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik.

Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. (Wikipedia Indonesia, 2007). Dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pollution Prevention (1991) limbah (waste) secara teoritis didefinisikan sebagai keluaran (output) dimana bukan merupakan produk dari beberapa proses dan masuk contoh produk-produk yang dibuang, tanpa mengindahkan media lingkungan yang dipengaruhinya.

Sampah

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, contoh terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan limbah polusi. (Wikipedia Indonesia, 2007). Sedangkan polutan atau disebut sumber polusi (pollutant) adalah semua output dimana bukan produk, tanpa mengindahkan setiap proses pendaurulangan (recycling) atau perlakuan (treatment) dimana dapat mencegah atau mengurangi pembebasan/pengaruhnya terhadap lingkungan.

Hasil Sampingan

Apakah betul limbah dapat dikatakan tidak berguna sama sekali? Untuk melihat kegunaan limbah marilah kita perhatikan uraian di bawah ini!
  1. Pembuatan tepung terigu dari gandum, tidak seluruh biji gandum dapat menghasilkan terigu, masih ada limbah yang tertinggal yaitu dedak gandum. Hal ini serupa dengan apa yang terjadi dalam penggilingan beras dimana meninggalkan kulit gabah dan dedak padi dari berbagai kualitas.
  2. Pembuatan minyak goreng (nabati) dimana terbuat dari kelapa, kelapa sawit dan kedele, yang menjadi hasil ikutan adalah bungkil kelapa, kelapa sawit maupun bungkil kedele, dan merupakan sumber protein penting dalam pakan ternak.
  3. Pembuatan gula dari tebu, bahan sisa tertinggal adalah bagasse (ampas tebu dan tetes atau molasses) dimana dapat digunakan sebagai sumber serat dan energi dalam pakan ternak.
  4. Pembuatan keju, limbah yang tertinggal adalah whey yang juga merupakan sumber protein.
  5. Pembuatan minyak ikan, diperoleh hasil ikutan tepung ikan dimana penting sebagai sumber protein hewani. Karena pentingnya tepung ikan sebagai sumber hewani, akhirnya tepung ikan diproduksi secara khusus.
Apakah bahan sisa tersebut tidak berguna lagi? Tentu tidak! Materi tertinggal disebut hasil sampingan (by product), karena masih dapat dipergunakan lagi. Saat ini orang berusaha untuk menjadikan limbah atau sampah sebagai bahan dimana dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu.
Apakah bahan sisa tersebut tidak berguna lagi? Tentu tidak! Materi tertinggal disebut hasil sampingan (by product), karena masih dapat dipergunakan lagi. Saat ini orang berusaha untuk menjadikan limbah atau sampah sebagai bahan dimana dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu.


Sebenarnya produk yang dimaksud limbah atau bukan limbah merupakan pertanyaan terhadap nilai yang terdapat dalam limbah tersebut, dan tidak dapat disangkal kalau nilai limbah tersebut juga dipengaruhi oleh kemajuan iptek pada zamannya. Oleh karena itu, limbah mungkin dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang membutuhkan ongkos pembuangan atau produk dimana mempunyai harga negatif. Definisi ini menjamin kembalinya usaha untuk mengubah harga yang negatif menjadi positif yaitu dengan penelitian untuk kemungkinan penggunaannya (Zucker, 1978). Beberapa contoh hasil sampingan antara lain adalah sebagai berikut.
  1. Di awal abad XX, muncul bungkil kedelai dibakar, kemudian dijadikan pupuk, selanjutnya secara perlahan digunakan lagi sebagai bahan makanan ternak, sebagai sumber protein penting di pasar dunia. Hal ini terjadi setelah ditemukannya sebagai penghambat tripsin (antitripsin) dimana ada dalam kedelai dan teknologi untuk menonaktifkannya.
  2. Tepung ikan yang sekarang merupakan sumber protein berkualitas tinggi tersebut, semula merupakan limbah dari industri minyak ikan. Kemudian menjadi penting di abad dua puluh pada saat pengerasan lemak dan pembuatan margarin dimulai. Para penjual tepung ikan yang telah merekomendasikan limbah tersebut bukan hanya sebagai pupuk tetapi juga sebagai makanan ternak. Alkisah limbah tersebut ternyata diburu oleh anjing di beberapa peternakan babi pada saat peternak memberikan limbah tersebut sebagai makanan ternaknya.

Limbah Ternak

Limbah ternak adalah sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak, rumah potong hewan, pengolahan produk ternak, dll. Limbah tersebut meliputi limbah padat dan limbah cair, contoh seperti feses, urine, sisa makanan, embrio, kulit telur, lemak, darah, bulu, kuku, tulang, tanduk, isi rumen, dll (Sihombing, 2000). Limbah peternakan pada umumnya meliputi semua kotoran hasil dari kegiatan dalam peternakan yang dapat berupa zat, contoh padat, cair, dan gas.