Sebutkan dan Jelaskan 3 Pedoman Sehat Koperasi?

Tiga pedoman koperasi dikenal dengan istilah tiga sehat meliputi bentuk sehat dalam:
  1. organisasi,
  2. dalam usaha,
  3. serta mental.

3 macam pedoman menyangkut kesehatan sebuah koperasi inilah yang akan plengdut uraikan dalam postingan kali ini untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam judul postingan. Sekarang mari kita simak penjelasan dari masing-masing faktor pedoman sehat tadi.
3 macam pedoman menyangkut kesehatan sebuah koperasi inilah yang akan plengdut uraikan dalam postingan kali ini untuk menjawab pertanyaan yang ada dalam judul postingan. Sekarang mari kita simak penjelasan dari masing-masing faktor pedoman sehat tadi.

Pedoman Pertama: Sehat Organisasi

Pedoman Organisasi sehat dalam koperasi akan mencakup faktor hal berikut ini :
  • Segala macam bentuk kegiatan koperasi atau aktivitas koperasi akan dijalankan sesuai kesadaran dan pedoman peran masing-masing anggotanya
  • Kesadaran koperasi untuk hidup dan berkembang atas dasar anggaran dasar yang dimiliki koperasi
  • Tugas dari ketiga alat pelengkap organisasi dapat berjalan dengan baik
  • Bagian-bagian yang ada di dalam organisasi mampu bekerja secara normal dalam hubungan organik
  • Faktor komunikasi yang terjalin antara pengurus dan anggota, pengurus ke pengurus lain, serta anggota satu dengan anggota lainnya terjalin dengan baik dan lancar dalam memberikan informasi


Pedoman Kedua: Sehat Usaha

Usaha koperasi dikatakan sehat jika memenuhi beberpa faktor pedoman berikut ini:
  • Aktivitas usahanya berjalan didasarkan atas pedoman asas serta tujuan koperasi tersebut dibentuk
  • Jalannya usaha berlangsung terus menerus atau secara kotinu
  • Pembagian SHU sesuai dengan jasa-jasa dari peran anggotanya
  • Tingkat efisiensi yang dicapai sesuai dengan pedoman rencana


Pedoman Ketiga: Sehat Mental

Mental koperasi dibilang sehat apabila pedoman pedoman atau faktor faktor dibawah ini mampu dipenuhi:
  • Anggota maupun pengurus memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap koperasi
  • Pengurus maupun anggota koperasi tidak semata-mata memikirkan hal-hal materialistis saja atau yang berupa benda saja, akan tetapi juga harus memperhatikan kegiatan bentuk sosial dan usaha kemanusiaan yang bisa diutamakan
  • Aktivitas pengurus maupun aktivitas anggotanya haruslah adil dan jujur
  • Kesejahteraan anggota baik itu secara spirituail maupun materiil menjadi fokus utama koperasi
  • Adanya aktivitas maupun kegiatan pengabdian pada masyarakat
  • Koperasi wajib memiliki swadaya, swakerta dan juga swasembada
  • Keuntungan yang tidak berdasarkan prinsip koperasi wajib diabaikan atau ditiadakan