Sistem Pertukaran Zat Salamander Axolotl Si Naga Air Asal Mexico

Axolotl adalah jenis salamander unik asal dari Mexico dimana sering dijuluki naga air karena memiliki tubuh berwarna putih kemerahan lengkap dengan 4 kaki dan 6 tanduk berwarna merah cerah. Sekarang coba kalian perhatikan tampang wajah axolotl pada gambar berikut ini, cukup unik bukan? Dengan wajah menyerupai makhluk dalam film fiksi ilmiah, salamander air dangkal ini sangat digemari untuk dijadikan hewan peliharaan.

Gambar bagian muka Axolotl salamander bertanduk merah menyerupai hewan-hewan film fiksi ilmiah
Gambar bagian muka Axolotl salamander bertanduk merah menyerupai hewan-hewan film fiksi ilmiah


Fungsi tanduk merah Axolotl

Kalian tahu tidak? Ternyata tanduk naga salamander yang ada di kepala axolotl dengan dihiasi bulu merah tersebut sebenarnya adalah organ insang axolotl dewasa. Walaupun sebenarnya sangat jarang sekali ada hewan air dewasa dimana memiliki insang eksternal yang menjuntai keluar seperti milik axolotl. Insang merah salamander ini memiliki fungsi sistem sama seperti insang dari hewan air lainnya, yaitu bertugas mengatur pertukaran zat antara sel-sel dalam tubuh axolotl dengan lingkungannya.

Metabolisme sistem

Baik hewan air lainnya maupun axolotl, sistem dari pertukaran pada zat dimana terjadi dalam tubuh mereka terjadi pada tingkatan sel. Sumber yang dibutuhkan sel hewan baik itu berupa nutrisi maupun oksigen (O2) dari lingkungan alam habitatnya akan diserap masuk kedalam sitoplasma melalui membran plasma. Metabolisme axolotl layaknya hewan lainnya akan mengeluarkan karbondioksida (CO2) melalui membran sel yang sama.

Naga air axolotl dengan tubuh mirip hewan legenda menjadikan salamander tersebut paling banyak diminati pecinta hewan sebagai binatang air peliharaan
Naga air axolotl dengan tubuh mirip hewan legenda menjadikan salamander tersebut paling banyak diminati pecinta hewan sebagai binatang air peliharaan


Umumnya sistem pertukaran dari zat pada organisme uniseluler akan terjadi secara langsung dengan lingkungannya. Sedangkan bagi organisme multiseluer tidak bisa melakukan transfer pertukaran zat langsung dengan lingkungan. Sebaliknya multiseluler organisme akan bergantung pada sistem khusus dimana mampu melaksanakan pertukaran zat dengan lingkungannya dan juga melakukan transportasi bahan keseluruh tubuh.

Warna kemerahan serta bentuk struktur bercabang pada insang axolotl menandakan adanya hubungan antara transportasi serta pertukaran dari lingungan axolotl kedalam tubuh salamander ini. Terdapat pembuluh-pembuluh darah kecil dimana terletak pada permukaan tiap-tiap filamen dalam insang salamander tersebut. Pada permukaan filamen axolotl inilah terjadi peristiwa difusi O2 bersih yang ada di sekitarnya ke dalam darah dan pelepasan CO2 dari darah ke air.

Siklus aliran yang pendek tadi menyebabkan proses difusi axolotl lebih cepat dibandingkan pertukaran hewan lainnya. Difusi tersebut akan memompa jantung axolotl dan mendorong darah yang kaya akan oksigen kesulurh jaringan tubuhnya. Transport maupun pertukaran internal pendek axolotl meliputi pertukaran nutrisi, O2, CO2 dan berbagai macam limbah lainnya yang dilepas oleh tubuh dari salamander ini.

Rujukan bersumber dari : [1]"My Chinese Metamorphosis: A lot Of Axolotl Poems: the kafka of kaifaqu" Martin Avery, 2014. [2] "Axolotl: Fact and Information axolotl: a Complete Pet Owener's Guide" Lolly Brown, NRB Publishing 2013