Macam Macam Majas dan Contohnya

Pada postingan artikel belajar plengdut.com kali ini, kita akan membahas seputar majas. Tahukah kalian apakah arti majas? Di dalam kehidupan sehari-hari, majas kerap kali digunakan tanpa kita sadari baik dalam percakapan maupun dalam tulisan, entah itu di rumah, di sekolah, di kantor bahkan di media sosial sekalipun. 

Agar kalian tidak semakin bingung, mari kita simak materi pengertian majas, macam majas dan juga contoh majas berikut ini:
Agar kalian tidak semakin bingung, mari kita simak materi pengertian majas, macam majas dan juga contoh majas berikut ini:


Pengertian

Majas adalah gaya bahasa atau bahasa kias dengan pemilihan kata yang tidak secara langsung menyatakan makna sebenarnya untuk memperoleh efek tertentu dalam melukiskan sesuatu. Majas merupakan ciri khas bahasa penulis dalam menyampaikan perasaan melalui media bahasa.

Macam Jenis Majas

Jenis majas dapat dibagi menjadi majas 4 macam kelompok kategori, yaitu:
  • Majas Jenis Perbandingan adalah ungkapan dengan membandingkan atau diibaratkan pada suatu objek,  terdiri atas: majas metafora, majas metonimia, majas hiperbola, majas asosiasi, majas alegori, majas eufisme, majas litotes, majas sinekdoke (dimana dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu majas sinekdoke pars prototo dan majas sinekdoke totem proparte), majas personifikasi, dan majas alusio;
  • Majas Jenis Penegasan adalah ungkapan yang mempertegas kalimat,  terdiri atas: majas pleonasme, majas paralelisme, majas retorika, majas klimaks, majas antiklimaks, majas repetisi;
  • Majas Jenis Sidiran adalah kalimat ungkapan berbentuk sindiran, terdiri atas: majas ironi, majas sinisme, majas sarkasme;
  • Majas Jenis Pertentangan adalah kalimat pernyataan dimana bertentangan, terdiri atas: majas paradoks, majas anitesis, majas kontradiksi interminus.

Contoh Majas

a. Majas Perbandingan

1. Metafora, pengertian metafora adalah majas dimana membandingkan dua hal secara langsung sehingga dapat membentuk suatu pengertian baru.


Contohnya adalah: Dia dijadikan kambing hitam. (kambing hitam = pembuat masalah)
Contoh lain: Gadis itu bunga desa. (bunga desa = idola)

2. Metonimia, pengertian metonima adalah majas dimana memakai nama hal yang sudah khas atau merk yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya.


Contohnya adalah: Ayah naik Garuda. (Garuda → Pesawat Garuda).
Contoh lain: Paman membaca Chairil Anwar. (Chairil Anwar = buku atau puisi karangan Chairil Anwar).

3. Hiperbola, pengertian hiperbola adalah suatu gaya bahasa dimana membesar-besarkan sesuatu secara berlebihan.


Contohnya adalah: Pidatonya berapi-api.
Dia terkejut setengah mati.

4. Asosiasi, pengertian asosiasi adalah majas dimana melukiskan sesuatu keadaan tertentu dimana memiliki persamaan sifat dengan menggunakan kata bagai, seperti, laksana, dan baik.


Contoh: Rina dan Rini bagai pinang dibelah dua.
Hidup laksana roda yang berputar.

5. Alegori, pengertian alegori  adalah majas dimana membandingkan sesuatu melalui kiasan atau lambang yang merupakan suatu kesatuan menyeluruh.


Contoh: Suami sebagai nahkoda, istri sebagai juru mudi.

6. Eufisme, pengertian eufisme adalah majas perbandingan dengan menggunakan kata-kata lebih lembut atau jenis halus dalam melukiskan sesuatu.


Contoh: Penjahat itu telah diamankan. (ditangkap)
Dia adalah seorang tunawicara. (bisu)

7. Litotes, pengertian litotes adalah majas dimana dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan maksud merendahkan diri.


Contoh: Inilah gubuk kami, mudah-mudahan Tuan betah.
Silahkan dinikmati sajian alakadarnya ini.

8. Sinekdoke

- Sinekdoke pars prototo, pengertian sinekdoke pars prototo adalah jenis majas dimana menggunakan sebagian dari objek untuk menyatakan keadaan keseluruhan dari objek.

Contoh:
Setiap kepala dikenakan pajak Rp.1000,00.
Joni sudah lama tidak kelihatan batang hidungnya.

- Sinekdoke totem proparte, pengertian sinekdoke totem proparte adalah jenis majas dimana menggunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian.

Misal: Indonesia menjadi juara Olimpiad Sains.

9. Personifikasi, pengertian personifikasi adalah gaya bahasa yang mengungkapkan benda mati seolah-olah hidup seperti manusia.


Contoh: Langit menangis pagi ini.
Matahari telah bangun dari peraduannya.

10. Alusio, pengertian alusio adalah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/diketahui orang.


Contoh: Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945.

b. Majas Penegasan

1. Pleonasme, pengertian pleonasme adalah majas dimana melukiskan sesuatu dengan menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau sebenarnya tidak diperlukan.


contoh: Murid yang tidak memakai topi silahkan maju ke depan lapangan. (maju sudah pasti ke depan).

2. Paralelisme, pengertian paralelisme adalah majas dalam puisi dimana mengulang-ulang kata untuk melukiskan suatu keadaan.

Contoh: Sunyi itu emas
Sunyi itu suci
Sunyi itu murni

3. Retorika, pengertian retorika adalah majas yang menggunakan kata-kata yang tidak memerlukan jawaban untuk melukiskan suatu keadaan karena biasanya jawaban sudah diketahui oleh umum.

Contohnya: Siapa yang tidak ingin memiliki suami tampan dan kaya?

4. Klimaks, pengertian klimaks adalah gaya bahasa dimana berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya.

Contoh: Saya berharap dapat tumbuh menjadi orang yang berguna bagi saudara, orangtua, nusa, bangsa, dan negara.

5. Antiklimaks, pengertian antiklimaks adalah suatu pernyataan ungkapan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yag kurang penting.

Contohnya adalah: Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa, siswa SLTA, SLTP, dan SD.

6. Repetisi, pengertian repetisi adalah majas yang melukiskan keadaan dengan pengulangan kata-kata dalam prosa.

Contoh: Bajumu kotor, sandalmu kotor, rambutmu pun kotor.
Sekali merdeka, tetap merdeka!

c. Majas Sindiran

1. Ironi, arti ironi adalah gaya bahasa sindiran secara halus.

Contohnya: Aduh wanginya badanmu, belum mandi seharian ya? (Sindiran untuk seseorang yang bau badannya tidak sedap).
Rapi juga tulisanmu, sampai tidak bisa kubaca! (sindiran untuk seseorang yang tulisannya jelek).

2. Sinisme, arti sinisme adalah bahasa majas yang bersifat mencemooh atau kesangsian yang mengandung ejekan. Majas ini mirip dengan majas ironi, namun majas ini lebih kasar.

Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun Anda hitung. (sindiran untuk seseorang yang sangat perhitungan).

3. Sarkasme, arti sarkasme adalah majas bentuk sindiran secara kasar.

Contohnya adalah: Aroma badanmu membuatku mual!
Goblok kok dipelihara!

d. Majas Pertentangan

1. Paradoks, arti paradoks adalah majas yang menyatakan hal yang seolah-olah bertentangan dengan kenyataan yang ada.

Contoh: Adakalanya teman akrab adalah musuh sejati.
Ria merasa kesepian di tengah keramaian kota.

2. Anitesis, arti anitesis adalah jenis ungkapan bahasa majas pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan lainnya.

Contohnya adalah: Kaya atau miskin yang penting aku mencintainya.

3. Kontradiksi interminus, arti kontradiksi interminus adalah bentuk majas ungkapan pernyataan dimana bersifat menyangkal hal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

Contoh: Semua benda terselamatkan, kecuali boneka kesayangan Nina yang hanyut terbawa banjir.