Produk Hasil Pemotongan Ternak dan Pemanfaatannya

Hasil produk pemotongan ternak berdasarkan nilai ekonomisnya dibagi menjadi 2 macam, yaitu karkas dan non karkas dimana keduanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Karkas merupakan hasil produk utama pemotongan ternak & dapat mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada produk non karkas. Bagian non karkas atau biasanya disebut offal terdiri atas bagian hasil yaitu:

  1. layak dimakan (hasil edible portion) 
  2. dan bagian tidak layak dimakan (hasil inedible portion atau by-product).

Komponen-komponen dimana tidak layak dimakan dapat diproses dan dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi cukup tinggi. Beberapa komponen non karkas yang pemanfaatannya diolah dengan menggunakan teknologi canggih dapat memberikan keuntungan finansial besar.
Komponen-komponen dimana tidak layak dimakan dapat diproses dan dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi cukup tinggi. Beberapa komponen non karkas yang pemanfaatannya diolah dengan menggunakan teknologi canggih dapat memberikan keuntungan finansial besar.


Hasil pengolahan komponen non karkas termasuk pemanfaatannya komponen yang tidak layak dikonsumsi manusia antara lain adalah tepung tulang, tepung hati, tepung darah, tepung daging & sisa-sisa daging serta alat dalam yang tidak dimakan. Selain itu pakan ternak pemanfaatannya berasal dari hasil kotoran ternak & isi rumen yang dikeringkan serta hasil olahan yang berasal dari kulit, tanduk & kuku juga sangat bermanfaat.

Tabel Pemanfaatan bagian pemotongan non karkas ternak pedaging yang layak dimakan

Komponen non karkas
Manfaat
Otak, jantung, ginjal, hati, limpa, pankreas, & lidah
Aneka ragam daging
Ekor ternak
Sup
Pipi juga tetelan kepala
Bahan sosis
Ekstrak daging sapi
Sup
Darah
Pemanfaatannya Komponen sosis, tepung darah
Lambung :
a. Pedet
b. babi
c. sapi
Pemanfaatannya Rennet untuk pembuatan keju
Selongsong sosis, bahan sosis
Bahan sosis, aneka ragam daging
Tulang
Gelatin untuk lem, es krim juga agar-agar
Bahan peremah roti, kembang gula,
Lemak :
a. Sapi, pedet, anak domba & domba
b. babi
pemanfaatannya bahan pangan kalori tinggi
pemanfaatannya Bahan peremah roti
Selongsong sosis
Usus kecil
Aneka ragam daging
Usus besar babi
pemanfaatannya Selongsong sosis
Usus besar sapi
pemanfaatannya Bahan sosis
Oesofagus
pemanfaatannya Gelatin, es krim dan agar-agar
Kulit babi dari sisa kulit


Kulit pemotongan ternak pemanfaatannya dapat diolah menjadi produk berguna seperti : sepatu, jaket, peralatan olahraga & seni, wayang kulit, hiasan dinding, tas, lem peralatan tidur dan krupuk kulit. Lemak tidak termakan (tallow) pemanfaatannya sebagai salah satu bahan dalam pembuatan sabun juga pakan yang mengandung kalori tinggi, misalnya untuk ayam broiler.

Di Indonesia, jerohan ternak pemanfaatannya banyak digunakan sebagai bahan makanan. Jerohan mengandung gizi cukup tinggi & harganya lebih murah dibanding daging. Pemanfaatan bagian non karkas yang dapat dimakan disajikan pada Tabel diatas. Di beberapa negara termasuk Indonesia kotoran ternak telah dimanfaatkan sebagai sumber bahan-bahan penting misalnya gas bio, dan sebagai pupuk kandang.

Disamping manfaat pemotongan dari segi ekonomi, pendayagunaan limbah hasil pemotongan ternak berkaitan pula dengan kebersihan lingkungan termasuk lingkungan di sekitar rumah potong hewan. Pendayagunaan komponen komponen non karkas seperti darah, sisa pemotongan daging, sisa pemotongan lemak, kotoran ternak juga isi saluran pencernaan, sangat berarti sebagai upaya pencegahan terhadap pencemaran lingkungan juga kemungkinan gangguan kesehatan masyarakat.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa manfaat yang dapat diperoleh dari pengolahan bagian-bagian pemotongan non karkas adalah manfaat ekonomi (penghasilan), gizi manusia, kebersihan dan kesehatan masyarakat (lingkungan), sumber pakan dan bahan bakar serta variasi sumber pangan.