Asal Usul Tanaman Pertanian

Perkembangan budaya dan peradaban manusia memungkinkan terjadinya migrasi dan hubungan antarkebudayaan yang membawa pengayaan jenis tanaman pertanian. Proses memasukkan spesies tanaman pertanian ke habitat baru disebut dengan introduksi (lihat Tabel). Kemajuan ilmu dan teknologi selanjutnya melipatgandakan laju kemajuan budi daya tanaman dengan berkembangnya ilmu pemuliaan setelah diketemukannya hukum pewarisan sifat oleh Mendel pada pertengahan abad ke-19. Meskipun tergolong ilmu modern, pemuliaan tanaman masih tetap mempertahankan prinsip seleksi. 

Namun, telah ditambah dengan proses persilangan tanaman (hibridisasi). Dewasa ini, pemuliaan tanaman juga sudah ditempuh dengan jalur pembuatan mutasi buatan‘, misalnya dengan memanfaatkan radiasi sinar gamma dan hibridisasi somatik. Awal abad ke-21 proses pemuliaan tanaman pertanian mulai diramaikan dengan pelibatan rekayasa genetik pertanian langsung kepada materi pewarisan sifat tanaman, yaitu dengan merekayasa‘ DNA yang menghasilkan tanaman tanaman transgenik.

Pembuatan tanaman pertanian yang secara genetika dimanipulasi langsung ini, meskipun masih kontroversial, di beberapa pertanian negara maju sudah diterapkan secara meluas.

Tabel Pusat Produksi Dunia dan Pusat Asal Usul Tanaman Pertanian Penting

Tanaman
Pusat Produksi
Pusat Asal Usul
Kakao
Afrika
Brasilia
Kopi
Brasilia
Abisinia
Jagung
AS Barat – AS Tengah
Amerika Tropika
Pinus Monterey
Australia
California
Nanas
Hawaii
Brasilia
Kentang
Eropa Timur
Peru
Gandum
Amerika Utara – Amerika Tengah
Asia Tengah

Budi daya tanaman dalam bahasan ilmu-ilmu pertanian dikenal dengan istilah agronomi. Agronomi adalah ilmu yang mempelajari pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungan tumbuh tanaman dalam rangka mencapai produksi maksimum dan berkelanjutan. Tanaman adalah tumbuhan yang ditanam untuk dimanfaatkan, sedangkan tanaman pertanian adalah tanaman yang memiliki manfaat secara ekonomi dan sesuai dengan rencana kerja dan eksistensi manusia. 

Hasil dari tanaman pertanian bersifat fisik dan nonfisik. Tanaman pertanian berasal dari tumbuh-tumbuhan liar yang mengalami proses seleksi dan domestikasi (penjinakan) sejak peradaban manusia yang menetap muncul. Oleh karena itu, seleksi dan domestikasi disebut sebagai salah satu induk pertanian. Dewasa ini terdapat sekitar 1.000-2.000 spesies tanaman pertanian di seluruh dunia, tetapi hanya 100-200 spesies pertanian yang berperan dalam perdagangan dan hanya 15 spesies yang menjadi tanaman sumber pangan dunia.
Hasil dari tanaman pertanian bersifat fisik dan nonfisik. Tanaman pertanian berasal dari tumbuh-tumbuhan liar yang mengalami proses seleksi dan domestikasi (penjinakan) sejak peradaban manusia yang menetap muncul. Oleh karena itu, seleksi dan domestikasi disebut sebagai salah satu induk pertanian. Dewasa ini terdapat sekitar 1.000-2.000 spesies tanaman pertanian di seluruh dunia, tetapi hanya 100-200 spesies pertanian yang berperan dalam perdagangan dan hanya 15 spesies yang menjadi tanaman sumber pangan dunia.


Penyebaran tanaman pertanian berlangsung seiring dengan kemajuan teknologi yang memungkinkan terjadinya migrasi dan komunikasi antarkebudayaan, termasuk pertukaran atau penyebaran tanaman dari pusat asal usul ke pusat-pusat produksi. Pusat produksi tanaman kebanyakan tidak sama dengan pusat asal-usul tanaman pertanian.