Pengertian Manajemen Produksi

Untuk dapat memahami pengertian manajemen produksi, terlebih dahulu harus dipahami pengertian manajemen dan pengertian produksi. Hal itu perlu dilakukan mengingat pengertian produksi serta manajemen tersebut menyangkut keduanya. Adapun yang dimaksud dengan manajemen atau yang sering disebut pengelolaan atau tata laksana plengdut jelaskan sebagai berikut:

Manajemen adalah suatu proses dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengendalian. Dengan demikian unsur-unsur yang terkandung di dalam manajemen ini adalah terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengendalian. 

Agar lebih mendapatkan gambaran mengenai pengertian manajemen tersebut, di bawah ini plengdut.com uraikan mengenai pengertian masing-masing unsur yang terkandung dalam manajemen, yaitu sebagai berikut.

1.  Perencanaan

Perencanaan adalah suatu spesifikasi dari tujuan yang ingin dicapai serta cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi, perencanaan ini juga merupakan suatu proses untuk menetapkan ke mana harus pergi. Dengan demikian, perencanaan itu akan mempunyai arti yang sangat penting bagi seluruh kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan. 

2.  Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu usaha penciptaan/pembentukan kerjasama dari dua orang atau lebih dengan atau tanpa peralatan lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kerjasama ini tidak terbatas kepada kerjasama di antara para karyawan dalam perusahaan saja, melainkan juga dengan beberapa orang atau lembaga di luar perusahaan dimana mempunyai kegiatan-kegiatan berkaitan dengan perusahaan tersebut seperti leveransir, distributor dan lain sebagainya. 

Di dalam perusahaan, kerjasama ini mutlak diperlukan, sebab tanpa adanya kerjasama yang baik, maka tujuan dari organisasi perusahaan ini tidak akan tercapai. Hal itu disebabkan oleh pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ada dalam perusahaan tersebut merupakan kegiatan yang sangat kompleks, beraneka ragam dan saling berkaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya sehingga tidak mungkin dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri tanpa melakukan kerjasama yang baik di antara para karyawan dalam perusahaan bersangkutan.

3.  Pengarahan

Di dalam suatu perusahaan, pengarahan ini sangat penting, guna pelaksanaan kerja yang cukup baik. Tanpa adanya pengarahan yang baik, maka pelaksanaan kerja di dalam organisasi perusahaan akan mengikuti aspirasinya sendiri-sendiri, atau paling tidak akan mengikuti aspirasi/selera dari bagiannya masing-masing. Dengan demikian, apabila di dalam perusahaan selalu dilakukan pengarahan maka kegiatan perusahaan akan betul-betul mengarah pada pencapaian tujuan perusahaan, atau dengan kata lain akan dapat dilaksanakannya kegiatan secara terpadu di dalam perusahaan yang bersangkutan tersebut.

4. Pengkoordinasian

Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan perlu diadakannya koordinasi yang baik antar bagian atau antar pihak terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Oleh karena kegiatan-kegiatan di dalam perusahaan saling berkaitan antara satu dengan lainnya maka keberhasilan suatu kegiatan akan berpengaruh terhadap kegiatan lainnya. Demikian pula seandainya terjadi kegagalan dari suatu kegiatan maka kegagalan itu akan berpengaruh bagi kegiatan lain, sebagai akibatnya akan menghambat bagi terlaksananya kegiatan, atau bahkan dapat mengakibatkan gagalnya kegiatan lain.

5.  Pengendalian

Pengendalian sebagai unsur terakhir dari manajemen perusahaan. Pengendalian adalah pengawasan dimana sekaligus dapat mengambil beberapa tindakan untuk perbaikan yang diperlukan. Dengan demikian pengertian fungsi pengendalian dalam manajemen bukanlah sekedar mengadakan pengawasan dari pelaksanaan kegiatan dalam sebuah perusahaan, melainkan juga termasuk pengumpulan data sebagai masukan (input) guna penentuan tindak lanjut dalam usaha-usaha perbaikan pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan tersebut pada masa akan datang. Oleh karena itu, dengan adanya pengendalian diharapkan akan terdapat perbaikan-perbaikan pelaksanaan kegiatan perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya. 

Dari uraian singkat mengenai pengertian unsur-unsur yang terkandung di dalam manajemen perusahaan tersebut di atas, akan menambah kejelasan di dalam memahami pengertian manajemen produksi.  

Produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan dimana dibutuhkan faktor-faktor produksi meliputi dana, mesin, bahan, dan manusia serta metode dan skills yang dimiliki oleh seorang manajer. 

Dengan demikian, dapat dijelaskan arti manajemen produksi;

Manajemen produksi adalah proses manajemen yang diterapkan dalam kegiatan atau bidang produksi dalam suatu perusahaan dimana dengan diterapkannya proses manajemen dalam bidang produksi di dalam perusahaan, maka kegiatan-kegiatan produksi dan process produksi dalam perusahaan itu akan selalu dilaksanakan melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian serta pengendalian. 
Sebagai contoh, pada sebuah perusahaan yang memproduksi chiki, maka pada setiap kegiatan produksi chiki dari perusahaan tersebut perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya, diorganisasikan secara baik, diberikan pengarahan tepat, kemudian pelaksanaan penyelesaian pekerjaan produksi perlu dikoordinasi dengan sebaik-baiknya, serta diadakan pengawasan cukup dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan adanya proses manajemen perusahaan chiki dalam pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan tersebut, maka diharapkan pelaksanaan kegiatan tersebut akan dapat membuahkan hasil yang sebaik-baiknya, selanjutnya dari hasil pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan itu juga akan dapat mendukung kegiatan pemasaran chiki dari perusahaan chiki.
Sebagai contoh, pada sebuah perusahaan yang memproduksi chiki, maka pada setiap kegiatan produksi chiki dari perusahaan tersebut perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya, diorganisasikan secara baik, diberikan pengarahan tepat, kemudian pelaksanaan penyelesaian pekerjaan produksi perlu dikoordinasi dengan sebaik-baiknya, serta diadakan pengawasan cukup dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan adanya proses manajemen perusahaan chiki dalam pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan tersebut, maka diharapkan pelaksanaan kegiatan tersebut akan dapat membuahkan hasil yang sebaik-baiknya, selanjutnya dari hasil pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan itu juga akan dapat mendukung kegiatan pemasaran chiki dari perusahaan chiki.