Beda Jalangkote, Pastel dan Panada, Serupa Tapi Tak Sama

Jajanan dengan bentuk unik menyerupai huruf "D" besar yang di goreng. Sudah tentu kalian tidak asing dengan jajanan tersebut. Mereka adalah Jalangkote, Pastel dan Panada, dengan bentuk serupa tapi tak sama alias beda. Bahkan hingga saat ini ada yang masih bingung dengan beda pastel dan jalangkote. Ada juga yang menganggap jalangkote maupun pastel tak ada beda alias sama.

Tenang dulu, karena dalam postingan plengdut kali ini akan kita bahas beda ketiganya agar kalian bisa mengenali mana jalangkote, mana panada dan mana pastel meskipun bentuknya serupa. Mari kita simak!

Jalangkote

Jalangkote umunya memiliki bentuk permukaan kulit dengan gelembung gelembung kecil. Hal ini disebabkan karena kulit Jalangkote lebih tipis dan juga akibat adanya campuran minyak saat membuat adonan kulit jalangkote. Walaupun jajanan jalangkote berasal dari Sulawesi (Makasar), namun jajanan ini dapat dengan mudah ditemui di daerah-daerah lain.
Jalangkote umunya memiliki bentuk permukaan kulit dengan gelembung gelembung kecil. Hal ini disebabkan karena kulit Jalangkote lebih tipis dan juga akibat adanya campuran minyak saat membuat adonan kulit jalangkote. Walaupun jajanan jalangkote berasal dari Sulawesi (Makasar), namun jajanan ini dapat dengan mudah ditemui di daerah-daerah lain.


Isinya pun beda beda tiap daerah. Paling umum berisi kentang dan wortel dipotong kotak-kotak, serta bihun dan tauge yang di tumis. Sedangkan di daerah Papua, selain kentang dan wortel, jalangkote juga di isi dengan "petatas" (telo/ubi) yang di potong dadu sehingga memberika kesan manis dan gurih. Ada juga yang menambahkan potongan kecil telur rebus di dalamnya. 

Cara memakan jalangkote biasanya dengan sambal encer di mana terbuat dari campuran lombok dan cuka. Cairan sambal tersebut nantinya di tuangkan sedikit ke dalam jalangkote (sesuai selera) sebelum disantap.

Pastel

Sangat mirip dengan jalangkote, tetapi pastel mempunyai tekstur kulit lebih tebal dan berlapis. Begitu juga dengan penampakan permukaan pastel umumnya lebih halus atau tidak terlalu bergelembung seperti jalangkote. Pastel ada yang di goreng juga ada yang dibakar.
Sangat mirip dengan jalangkote, tetapi pastel mempunyai tekstur kulit lebih tebal dan berlapis. Begitu juga dengan penampakan permukaan pastel umumnya lebih halus atau tidak terlalu bergelembung seperti jalangkote. Pastel ada yang di goreng juga ada yang dibakar.


Dari segi isian, mirip jalangkote, namun rempah-rempah yang digunakan lebih sedikit. Seperti jintan dan pala tidak digunakan dalam bumbu isi pastel. Pada restaurant-restaurant besar, pastel selain memiliki rasa gurih, ada juga yang rasanya manis. Dalam pastel biasanya terdapat isian daging cincang. Selain itu, beda pastel dihidangkan dengan cabe rawit dan bukan sambal cair seperti jalangkote.

Beda lagi dengan kue pastel. Kue pastel berukuran sebesar ibu jari dengan isi abon dan di oven. Kue pastel umum disuguhkan saat perayaan seperti lebaran.
Beda lagi dengan kue pastel. Kue pastel berukuran sebesar ibu jari dengan isi abon dan di oven. Kue pastel umum disuguhkan saat perayaan seperti lebaran.

Panada

Bentuknya mirip jalangkote dan Pastel, namun panada memiliki tekstur kulit yang berbeda. Kulit panada lebih menyerupai donat yang tebal namun empuk seperti roti. Isinya pun beda, bagian dalam panada diisi dengan ikan suwir. Biasanya menggunakan daging ikan cakalang maupun tuna.
Bentuknya mirip jalangkote dan Pastel, namun panada memiliki tekstur kulit yang berbeda. Kulit panada lebih menyerupai donat yang tebal namun empuk seperti roti. Isinya pun beda, bagian dalam panada diisi dengan ikan suwir. Biasanya menggunakan daging ikan cakalang maupun tuna.

Saat ini isian panada juga sudah mulai banyak di kreasikan, mulai dari isian panada berupa ayam suwir hingga panada abon pedas. Panada sering disantap bersama sambal cair seperti pada jalangkote.

Bagaimana? Kalian sekarang sudah paham kan beda jalangkote, beda pastel dan panada?