Pengaruh Musim Indonesia Yang Diapit Benua Asia dan Australia

922

Ketika benua Asia mengalami musim dingin atau winter, kira-kira anatara bulan Oktober hingga Maret, tekanan udara di sana dalam keadaan maksimum. Pada musim winter udara di daratan asia yang dingin itu mengendap. Sebaliknya di benua australia, pada bulan-bulan terebut sedang mengalami musim panas (Summer). Dikarenakan matahari berada di belahan bumi bagian Selatan. Oleh karena udara bergerak ke atas, sehingga di lapisan bawah tekanan udara rendah atau minimum. Adanya perbedaan tekanan udara di Asia (maksimum) dan di Australia (minimum), maka pada bulan Oktober-Maret terjadi aliran angin musim dari Asia ke Australia. Angin itu di wilayah Indonesia deikenal dengan angin barat, yang membawa hujan. Angin itu dalam perjalanannya dari Asia ke Australia melalui Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang luas dan hangat.

Karena air samudera itu hangat, maka angin tersebut dalam perjalanannya menangkap kelembaban, sehinggga sesampainya di wilayah Indonesia mengalir ke daratan dan lereng gunung, sebagai hujan lereng atau hujan Orografis (Oros = gunung, orografis yaitu hujan yang terjadi oleh karena naiknya udara pada lereng gunung). Makin tinggi angin itu naik ke gunung makin besar kelembabannya dan tercapailah keadaan jenuh uap air, dan terjadilah kondensasi yang membentuk titik air sebagai curah hujan.

Pada bulan April sampai September, matahari berada di sebelah bumi Utara atau berada di atas benua Asia. Asia pada saat itu musim panan atau Summer. Udara di atas benua Asia membumbung tinggi karena terdorong oleh radiasi panas muka bumi, akibatnya tekanan udara di lapisan bawah akan rendah atau minimum. Sebaliknya pada saat yang sama, udara benua Australia dingin dan terjadi penurunan atau pemadatan udara, sehingga terjadi tekanan tinggi atau maksimum.

Menurut hukum Buys Ballot, udara bergerak dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Dalam hal ini udara bergerak dari tekanan tinggi benua Australia ke tekanan rendah yaitu Benua Asia. Angin itu di kepulauan Indonesia dikenal dengan angin musim Timur. Dimana angin tersebut berasal dari gurun Australia, ketika sampai di kepulauan Indonesia, tidak melalui samudera yang luas, di samping itu angin tersebut berasal dari daerah yang lebih dingin. Karena itu angin musim Timur kurang mengandung uap air.

Kekeringan angin itu bertambah, karena angin dingin dan kering mendatangi daerah daratan yang relatif panas menyebabkan kelembaban udara turun (rendah) berarti kering. Itulah sebabnya angin Timur mengakibatkan musim kemarau, di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa, seperti Nusa Tenggara, Jawa dan Sumatera Selatan.

Perubahan curah hujan rata-rata di Indonesia
Perubahan curah hujan rata-rata di Indonesia

Meskipun Indonesia dipengaruhi oleh angin musim Barat dan Timur yang menyebabkan musim hujan dan kemarau, perbedaan kedua musim tersebut tidak terlalu jelas. Maka pada musim kemarau pun biasanya ada hujan yang turun. Sebaliknya pada musim hujan, ada hari-hari cuaca cerah, tidak turun hujan. Dengan begitu kehidupan di Indonesia relatif lebih nyaman, tidak terasa perbedaan perubahan iklim tersebut.

Curah hujan di berbagai perairan Indonesia rata-rata tiap bulan
Curah hujan di berbagai perairan Indonesia rata-rata tiap bulan

Adanya hujan hampir setiap bulan di Indonesia, dikarenakan Indonesia berada di daerah ekuator. Daerah ini merupakan daerah pertemuan antara massa udara tropik dari belahan bumi utara dan massa udara belahan bumi selatan. Daerah pertemuan itu disebut Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ini biasanya ditandai oleh adanya cuaca mendung, karena terbentuknya awan Cumulonimbus (Cb). Awan itu bergumpal, naik lereng front, atau naik lereng bidang pertemuan konvergensi antara kedua massa udara tropik tersebut, sehingga tercapailah kondensasi (titik embun) yang kemudian mencurahkan hujan. DKAT itu biasanya bergerak mengikuti pergeseran matahari pada posisi Zenith (posisi matahari tertinggi). Oleh karena itu hujan yang terjadi sering disebut Zenital.

Sebaran rata-rata tahunan curah hujan (P dalam cm), penguapan (E dalam cm) dan selisih antara curah hujan dan penguapan (P-E dalam cm) di perairan Indonesia dan sekitarnya.
Sebaran rata-rata tahunan curah hujan Indonesia (P dalam cm), penguapan (E dalam cm) dan selisih antara curah hujan dan penguapan (P-E dalam cm) di perairan Indonesia dan sekitarnya.

Karena letak kepulauan Indonesia pada daerah katulistiwa, yang umum bebas dari badai Taifun, yang hampir setiap tahun menimbulkan bencana di Filipina, Formosa dan Jepang. Kecualia beberapa daerah yang dekat wilayah Siklon taifun, seperti kepulaluan Sangir-Taulud di dekat Filipina, pulau Timor dan Roti dekat Australia, yang kadang-kadang terjadi tipe angin Siklon itu. Angin ini dikenal oleh penduduk sebagai angin puyuh atau angin puting beliung. angin itu bertiup kencang dan berputar menimbulkan bencana. Biasanya timbul pada masa pancaroba, bulan September hingga Oktober atau sekitar Maret hingga April. Pada saat panas matahari setempat cukup kuat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY